Pindahan ke London : Mencari Akomodasi


Sejak saya dapat LoA (Letter of Acceptance) dari KCL (King’s College London) di bulan April saya sudah bertanya kesana kemari untuk akomodasi, padahal kuliahnya masih lama di bulan September hahaha. Sempat melihat-lihat di gumtree, zoopla, spareroom dan semacamnya tapi saya takut untuk mengambil langkah selanjutnya karena takut scam dan memang tidak bisa melihat kondisi property real, tidak tahu juga pasaran harganya seberapa. Oke akhirnya beberapa bulan saya cuma melihat-lihat iklan saja deh, hanya mengumpulkan referensi.

Satu hal yang sangat membantu saya untuk mencari akomodasi adalah di grup chat. Kebetulan KCL pernah mengadakan roadshow di jakarta dan saya hadir (padahal saya berdomisili di Surabaya) karena saking penasarannya bertanya-tanya siapa saja yang bakal jadi teman saya di KCL nanti. Dari pertemuan itu, kami membuat grup kampus KCL tahun angkatan 2016/2017. Agar lebih afdhol, jangan lupa juga cari info untuk masuk grup PPI kota masing-masing (bisa grup chat atau Fan Page Facebook, biasanya akan dibuat grup untuk mahasiswa baru di kota masing-masing karena banyak informasi dari anak-anak PPI yang bisa membantu persiapan keberangkatan kita, mulai dari membuat visa, viewing akomodasi, penjemputan di bandara, membuat bank account dan hal-hal random lainnya.

Dari jenis-jenis property yang ada di London untuk student terbagi menjadi beberapa jenis :
1. Campus Accomodation
Semacam asrama kampus tapi kamarnya per orang. Jaraknya bisa dekat, bisa jauh dari kampus. Akomodasi jenis ini tentu saja eksklusif untuk mahasiswa yang berkuliaj di kampus tersebut.

2. Intercollegiate Hall
Saya belum pernah viewing ke sini sih tapi sepemahaman saya, intercollegiate hall adalah semacam asrama yang dekat dengan kampus atau berada di area kampus dan biasanya makanan juga disediakan all in termasuk dalam biaya sewa kamar.

3. Private accomodation rekomendasi kampus
Tipe akomodasi ini adalah sewa akomodasi ke pihak swasta yang bekerjasama dan direkomendasikan kampus.

4. Private accomodation
Akomodasi ini murni swasta dan tidak berkorelasi dengan kampus.

Saran saya, kalau mencari sewa akomodasi lebih baik yang sudah all bills include, jadi kita tidak perlu mikir pengeluaran lain seperti bayar listrik, air, gas dan juga tax. Biasanya kalau dalam sebuah rumah penyewanya campuran bukan cuma student, ngitung taxnya agak rumit. Whatever lah, saya pilih yang all bills include saja.
Kemudian sebelum memutuskan untuk sewa kamar, wajib viewing propertynya. Viewing ini bisa minta tolong teman yang di sana atau by skype dengan landlordnya karena apa yang di foto belum tentu sama dengan kenyataan.

Untuk akomodasi, akhirnya saya dapat info dari teman kampus. Pemilik akomodasi adalah seorang keturunan Asia antara bangladesh, India atau Pakistan (saya nggak tahu yang mana). Beliau ini memang tidak mengiklankan propertynya dan hanya menerima orang Indonesia (tanya kenapa?). Letaknya di mile end di zona 2 karena kampus saya di zona jadi tidak terlalu jauh lah. Awalnya saya menyangka Si bapak pemilik property ini sepertinya sudah terbiasa menyewakan ke orang Indonesia dan rekomendasinya terpercaya dan baik menurut temannya teman saya yang membantu viewing property, karena itu saya tidak pikir panjang. Tapi ternyata sekarang saya tahu kenapa sebabnya, beliau ini tipe orang partiarki sekali dan suka mencari-cari kesalahan. Bahkan sering ngomel ke kami tentang kesalahan yang dilakukan penghuni dari flat lain. Saya juga baru tahu dari teman saya yang datang duluan bahwa penghuni sebelum kami bukan muslim dan sempat masak babi, which is hal tersebut tidak pernah diinformasikan ke kami sehingga saya pun menggunakan alat masak yang sama tanpa mencurigai di situ habis bekas apa.

Jika budget terbatas dan memutuskan untuk sharing kamar dengan orang lain lebih baik kita tanya-tanya terlebih dulu tentang kebiasaan orang tersebut. Minimal kita punya list hal-hal yang mengganggu kita selama di kamar sehingga bisa dibuat kesepakatan bersama dan apakah calon roommate kita keberatan dengan hal tersebut, agar tidak menimbulkan kekecewaan begitu sudah jadi roommate. Misalnya, jika saya sedang tidur maka saya akan terbangun begitu mendengar suara-suara keras misal orang berteriak atau barang-barang berjatuhan atau glodak-glodak.

Mencari akomodasi ini yang paling bikin pusing karena harus mencocokkan budget, lokasi strategis dan dekat dengan pasar atau penjual kebutuhan sehari-hari dan roommate. Harus dihitung juga misalnya harga sewa yang lokasinya jauh dari kampus, biaya transportnya akan seberapa. Untuk mencari berapa jarak ideal akomodasi dengan kampus, lebih baik maksimal zona kampus+1, karena jika terlalu jauh akan membengkak di pengeluaran transportasi dan waktu tempuh. Lebih baik lagi kalau bisa jalan kaki ke kampus. Oleh karena itu harus dihitung detail lebih baik agak mahal tapi tanpa mengeluarkan transport atau agak jauh dan jika ditambah pengeluaran transport akan sama jumlahnya dengan yang lebih dekat atau malah lebih murah.

Sekali lagi itu perhitungan idealnya. Tapi ada kalanya asal kita menemukan tempat yang nyaman walaupun berada jauh dengan kampus, saya rasa itu tidak masalah. London kota yang sangat besar, jadi perjalanan 30 menit dengan tube itu terhitung dekat dan kalau 30 menit dengan bus itu dekat sekaliiiiii.

Jika teman-teman dapat LoA terakhir-terakhir, tidak masalah juga karena biasanya akan banyak tawaran property di last minute menjelang perkuliahan dimulai. Don’t worry be happy🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s