Kampung Inggris Pare : GPH1


Penilaian dari skala 1 sampai 10, saya beri 6. Predikat : lulus.

GPH1 ini adalah tempat bermukim saya selama di kampung inggris Pare. Secara lokasi sangat strategis karena terletak di jalan mawar yang dekat dengan Mahesa, PEACE, dan Global English. Lokasinya juga sangat dekat dengan jalan anyelir, dimana jalan anyelir adalah lokasi yang rame orang berjualan makanan.

Area kamar di GPH1 ini terbagi 2 yaitu deretan kamar depan yang dekat dengan rumah induk serta deretan kamar belakang yang dekat dengan jemuran baju, area mencuci anak kos, area dapur, area televisi dan area mesin cuci pemilik kos. Deretan kamar depan ada 5 kamar, sedangkan area belakang hanya 2 kamar. Bagi yang kebagian kamar belakang siap-siap saja kurang istirahat karena segala suara akan masuk tanpa filter ke kamar dan suaranya akan terdengar sangat kencang karena efek gema rumah ditambah area perkampungan yang memang sepi. Apalagi sekat dengan kamar sebelah hanya terbuat dari triplek dengan tinggi hanya 3/4 tinggi yang seharusnya alias tidak menutup full sampai ke atas sehingga percakapan dari kamar sebelah akan jelas terdengar walaupun hanya bicara dengan suara biasa. Bahkan saya bisa dengar ibu kos ngomel tentang jemuran di luar rumah hahaha.

Kamar tidur dan kamar mandi cukup bersih. Ada juga mas yang datang setiap pagi untuk membersihkan area kos dan membuang sampah. Disebutkan ada mesin cuci yang bisa dipakai tapi ternyata tidak bisa dipakai oleh anak kos. Wifi tidak sampai di kamar belakang, di kamar depan wifi bisa dipakai tapi sangat lemot. Sepertinya untuk wifi ini hanya biar ada saja, tapi kualitasnya tidak diperhatikan oleh pemilik kos. Harganya sekamar 2 orang adalah Rp 275.000 untuk per orangnya. Kalau mau sekamar dipakai sendiri tinggal dikalikan 2 saja. Di kos ini peraturannya ditulis dengan detail sekali dan ditempel di setiap kamar maupun di ruang televisi.

Kebetulan sewaktu saya berkorespondensi dengan pemilik kos melalui wa, gambar kamar yang dikirim adalah kamar deretan depan. Tetapi ternyata saya dapat kamar bagian belakang. Terus terang saya sangat kurang istirahat karena setiap ada teman kos yang mencuci, suara air yang jatuh ke ember akan terdengar jelas dan kencang sampai kamar saya begitupun ketika penghuni kamar sebelah sedang tertawa atau ngobrol atau menyalakan musik. Ditambah lagi kalau ada yang sedang menonton televisi dengan suara kencang (kalau suaranya pelan  tidak terlalu mengganggu), ya ini curhat karena tidak bisa curhat sama ibu kos sih 😧

Saya sarankan kalau mencari kos di Pare lebih baik datang langsung untuk melihat tempatnya sebab belum tentu gambarnya sama dengan kenyataan. Apalagi disana memang banyak sekali tempat kos.
Salah satu referensi yang diberikan oleh teman-teman adalah kos-kosan di atas toko buku berkah di jalan anyelir karena murah dan kamarnya besar walaupun memang sekamar diisi untuk 3 orang.

Kalau kalian tipe orang sociable alias suka bersosialisasi, maka tipe kos jenis camp cocok. Di camp akan ada kegiatan tambahan semacam study club pagi dan malam. Selain itu, akan rame kondisi kosnya karena biasanya kalau lagi full maka 1 kamar akan diisi 3 sampai 4 orang, kalau beruntung bisa dapat yang sekamar berdua.

Sekali lagi saran saya, wajib untuk datang langsung sebelum memutuskan akan tinggal dimana. Pare itu desa lho dan akan ada hal-hal yang seperti “lho kok?” kalau kalian tidak langsung melihat tempatnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s