Trip Ke KL – Day 1


Sekali lagi tahun ini berangkat ke KL dengan memanfaatkan tiket murah airasia bersama 4 orang cewek, jadinya kami berlima berangkat dengan ijin cuti kerja 2 hari yaitu hari kamis dan jumat.

Pada travelling kali ini agendanya masih sama dengan tahun kemarin hanya saja ditambah ke genting highland. Agenda wajib ke KL adalah ke KLCC, pasar di jalan little india (dekat stasiun masjid jameek), dan central market. That’s it. Garing banget sebenarnya, tapi entah kenapa saya merasa selalu kangen dengan KL, mungkin karena saya merasakan senangnya diversity, keanekaragaman manusia yang ada di sana dan juga kenyamanan transportasinya.

Awalnya kami memesan tiket untuk keberangkatan di rabu malam, kemudian rencananya kami menginap di bandara dan baru ke menuju ke hotel esok paginya. Untungnya dari pihak maskapai membatalkan jadwal penerbangan kami dan memberikan tawaran apakah mau memajukan jadwal menjadi sore hari atau esok paginya. Pertimbangan saya jika mengambil penerbangan sore, maka waktu kami nggambas (baca : terlantar) di bandara akan semakin lama dan badan akan terasa semakin capek. Jika mengambil penerbangan pagi esok harinya, maka akan membuat kami lebih fresh ketika tiba di KL karena masih sempat beristirahat di rumah malam harinya. Bagaimanapun istirahat di rumah pada malam hari itu tak tergantikan rasanya, bisa charge banyak energi. Alhamdulillah semua setuju mengganti jadwal pesawat menjadi kamis pagi.

Pada trip KL tahun ini kami juga menyewa kamar di hostel yang sama seperti tahun lalu, yaitu YY48 yang berlokasi di jalan tun perak dan berjarak 2 menit jalan kaki ke stasiun masjid jameek. Selain itu, dekat pula dengan jalan yang dilewati rute bus goKL. Di sekitar hostel YY48 ini hanya 1 menit menuju McD, beberapa langkah menuju minimarket mycare, menyerang jalan menuju masjid jameek, menyeberang jalan menuju ke burger king, gerai chat time dan another minimarket. Kalau pagi hari juga ada orang jualan nasi uduk dengan menu lauk yang mirip dengan di Indonesia.

Kedatangan kami di KL pukul 11.30 waktu KL dikarenakan adanya delay pesawat. Seharusnya kami tiba pukul 10.30. Dari terminal kedatangan, langsung saja mengikuti tanda panah kearah aerobus untuk menuju ke pusat kota KL, yaitu pemberhentian terakhir di stasiun KL Sentral. Tempat pembelian karcis bus terletak di lantai 1. Karcis bus seharga 11 MYR/orang. Tahun lalu, saya dan teman saya duduk di bus mengikuti nomor kursi yang tertera pada tiket. Tetapi tahun ini baru ngeh kalau ternyata tidak perlu mengikuti nomor kursi, penumpang dapat duduk dimana saja yang mereka mau🙊.

at the airport, masih suasana imlek
at the airport, masih suasana imlek


Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan dengan bus sampailah kami di stasiun KL Sentral. Stasiun ini adalah stasiun transit terbesar di KL yang menghubungkan berbagai macam jurusan dan berbagai macam moda transportasi darat yang ada di KL. Dari stasiun ini kami lanjutkan perjalanan menuju ke stasiun masjid jameek. Pembelian koin untuk naik kereta adalah melalui vending machine yang tersedia di sana. Self service tapi cepat dan nggak antri banyak orang.

Akhirnya pukul 13.30 sampailah kami di hostel YY48. Langsung saja kami menuju meja resepsionis untuk check-in. Awalnya ada misunderstanding dengan pihak resepsionis karena pihak booking.com tidak mencantumkan informasi bahwa kami sudah membayar biaya kamar 1 malam, sehingga kami tetap diminta membayar full. Tetapi syukurlah si mbak resepsionis akhirnya konfirm bahwa kami sudah membayar 1 malam untuk masing-masing kamar. Setiap kamar yang dipesan diharuskan membayar deposit sebesar 50MYR. Bagi kami, adanya deposit ini cukup menguntungkan sebagai uang cadangan di hari terakhir, in case kalap sewaktu jalan-jalan hehe.


Setelah check-in dan istirahat sebentar di kamar dan mandi, setelah sholat ashar kami berangkat ke KLCC dengan naik bus goKL (bus gratis). Dari hostel, kami jalan menuju ke arah menara maybank dan belok kiri menuju muzium telekom, disana terdapat halte bus goKL terdekat.

Selain berniat cari makan, seperti yang dilakukan para pelancong pada umumnya berfoto di depan menara petronas. Jika agak bingung dengan lokasi foodcourt di KLCC, cari saja lift. Di dalam lift terdapat tulisan yang menunjukkan lokasi dimana foodcourt berada. Terdapat 2 foodcourt di KLCC yaitu di lantai paling atas dan lantai 1. Di lantai paling atas terdapat banyak pilihan masakan Indonesia, tapi favorit kami adalah masakan dari depot “nasi kandar”, nasi goreng dan teh tariknya ueeenaaak tentu saja dengan harga yang murah, paling murah kalau menurut saya dibandingkan depot lainnya. Teh tarik di depot ini merupakan yang terenak selama petualangan teh tarik saya😀

3 orang teman saya belum pernah sama sekali ke luar negeri, jadi ini pertama kalinya mereka bertemu orang-orang asing dalam jumlah banyak selain di provinsi Bali, jadi ya agak ngisin-ngisini begitu :p

nasi goerng dan teh tarik depot "nasi kandar"
nasi goreng dan teh tarik depot “nasi kandar”

Di lantai paling atas tersebut juga terdapat toko buku import yang banyak sekali koleksinya, yaitu Kinokuniya, tentu saja dalam bahasa inggris dengan harga yang terjangkau. Hari pertama diakhiri dengan foto-foto ^.^

The five of us
The five of us
water fountain di sisi belakang KLCC, tidak bisa dibandingkan dengan dancing fountainnya Grand Indonesia, kalah jauh lah
water fountain di sisi belakang KLCC cuma begini saja, tidak bisa dibandingkan dengan dancing fountainnya Grand Indonesia, kalah jauh lah

Pengeluaran hari 1 :
Tiket bus KLIA2 ke KL Sentral 11MYR
Tiket kereta KL Sentral ke Masjid Jameek 1.2MYR
Makan siang di bandara 10.5MYR
Makan malam di KLCC nasi goreng + teh tarik 14MYR
Hotel malam 1 45MYR


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s