Kunjungan ke Teropong Bintang Bosscha


Perjalanan ke Bandung kali ini saya mengunjungi Bosscha. Untuk mengunjungi Bosscha menggunakan angkutan umum cukup mudah karena transportasinya juga mudah dan banyak dijumpai. Secara jarak, lembang juga bisa dikatakan cukup dekat dari pusat Bandung. Waktu total yang saya tempuh dari cisitu lama hingga Bosscha sekitar 1 jam-an.

Transportasinya antara lain dari tempat menginap naik angkutan umum menuju ke stasiun Bandung. Kemudian dari stasiun Bandung ini oper angkutan hijau muda jurusan lembang (Cuma satu-satunya). Di Stasiun Bandung ini titik awal dan akhir angkutan lembang ini di pusat Bandung. Walaupun hanya satu-satunya yang menuju dan dari lembang tapi jumlah angkutan ini banyak dijumpai, jadi tidak repot. Tarifnya pun relatif murah, dari ke depan stasiun Bandung sampai ke depan gang Bosscha Rp 10.000. Kalau masih muda dan masih kuat di jalanan menanjak, tidak masalah berjalan kaki saja kira-kira 1 km (jalanan menanjak terus sampai ke Bosscha) setelah turun dari angkutan. Cukup tanya-tanya ke orang-orang sekitar, insyaAllah tidak akan kesasar. Kalau kira-kira tidak kuat, maka bisa naik ojek untuk naik.

2015-12-12 09.05.31

Jadwal kunjungan Bosscha bisa dilihat di web resminya, disini bosscha.itb.ac.id/. Untuk orang umum, Bosscha dibuka hari sabtu mulai pukul 9-13 dengan 4 sesi waktu tur. Tetapi saya sarankan memilih yang paling pagi, karena ditakutkan hujan jika mendekati siang. Sayang sekali kalau tidak bisa melihat demo atap teropong sewaktu dibuka dan berputar.

Jadwal berkunjung hari sabtu
Jadwal berkunjung hari sabtu

Jadwal tur ada 2 sesi, yaitu penjelasan mengenai teropong bintang di teropong Kupel yang kita lihat di film petualangan sherina beserta tanya jawab kira-kira selama setengah jam. Kemudian sesi berikutnya di ruang multimedia, semacam bioskop kecil kemudian ada tampilan slide-slide yang dipandu oleh bapak pegawai di sana, tentang sejarah Bosscha dan tentang ilmu astronomi lengkap dengan sesi tanya jawabnya. Sayang sekali kondisi di Bosscha saat ini kurang ideal untuk melihat bintang dikarenakan polusi cahaya dari pemukiman sekitar dan kota Bandung sendiri yang semakin menjadi-jadi. Oleh karena itu, saat ini sedang dipertimbangkan untuk membangun tempat pemantauan benda langit yang baru di NTT.

Sewaktu saya mengikuti tur jam 9, sekitar jam 9.30 langit sudah mendung sehingga kubah kupel sudah mulai ditutup. Tak berapa lama hujanpun turun bahkan sampai sesi multimedia selesai. Alhamdulillah kami sempat menikmati peragaan kubah teropong kupel dibuka, digeser, kemudian ditutup.

teropong kupel
teropong kupel

Seru sekali kunjungan ke Bosscha, tapi jangan lupa bawa jas hujan atau payung🙂

Terimakasih buat teman-teman yang sudah menemani

trio masketir
trio masketir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s