Saatnya Pulang Umroh


Dua minggu yang lalu saya tidak percaya sudah bisa menginjakkan kaki di arab dan berada di Mekkah. Sekarang saya rasanya tidak percaya bisa menghirup kembali udara di tanah air Indonesia. Sepertinya never ending day hari-hari sebelumnya di Mekkah, Alhamdulillah senang bisa kembali pulang ke rumah.

Alhamdulillah Semuanya Bisa Pulang 

Kekhawatiran kami sebelumnya adalah ada 1 orang jamaah yang tidak akan bisa pulang karena tidak ada biaya. Masih tingginya harga tiketpun membuat yang lain harus berpikir ulang untuk memberikan pinjaman, apakah nantinya ibu tersebut bisa mengembalikannya mengingat beliau adalah orang tidak mampu. Beliau bisa berangkat umroh karena dibiayai saudaranya. Well, sebenarnya ini bukan concern yang harus dipikirkan jamaah sih, mengingat ini adalah yang harus dipikirkan oleh penyelenggara travel. Berhubung travelnya abal-abal cap kecoa, terpaksa demi kemanusiaan kami juga harus memikirkan bagaimana agar jamaah semuanya bisa pulang bersama-sama. Finally dengan satu dua cara bantuan dari mbak Elly Lubis tiket bisa ngutang untuk 1 orang tersebut, dan nanti irwandi langsung yang akan membayar tiketnya. Sedangkan jamaah yang lain terpaksa harus mengeluarkan uang sendiri terlebih dahulu untuk membeli tiket pulang karena pengakuan irwandi bahwa dia tidak punya uang (terus uang yang dibayarkan jamaah pada kemana? Duh jalankan bisnis kok amatiran begini).

Sayapun terpaksa pulang terlebih dahulu pada tanggal 22 juli karena tiket yang bisa ngutang adanya tanggal 27 juli. Sedangkan saya ingin segera pulang untuk bertemu keluarga dan masuk kerja. InsyaAllah semua akan pulang bersama-sama tanggal 27 juli bersebelas orang. Semoga tidak ada hambatan mengingat tidak ada satupun diantara mereka yang bisa berbahasa inggris atau arab.

Susahnya Perjalanan Pulang Ke Rumah

Setelah dapat tiket pesawatpun perjalanan pulang saya tidaklah mulus. 

Pertama, sopir yang mengantar saya ke bandara dan seharusnya membantu saya handling bandara tiba-tiba mengantuk dan terpaksa harus berhenti di tengah perjalanan untuk tidur selama 1 jam. Untunglah pertolongan Allah datang, seorang teman datang dari Riyadh ke Jeddah dan bisa mengantarkan saya ke bandara dan membantu saya pindah-pindah terminal dan gate.

Kedua, simpang siur dan kacaunya sistem bandara di Arab Saudi membuat saya hampir tertinggal pesawat. Walaupun di tiket pesawat tertulis terminal N (north), tapi ternyata karena menggunakan visa umroh maka menurut bagian informasi saya harus ke terminal haji. Begitu tiba di terminal haji kami harus random memasuki gate karena gatenya banyak sekali. Ketika bertanya ke informasi jawabannya adalah marah-marah dan meminta saya untuk datang lagi 1.5 jam kemudian. Menurut mereka, untuk penerbangan pukul 6, saya harus tanya pukul 4 (waktu itu masih jam 3). Padahal saya masih bertanya gate untuk pesawat yang akan saya naiki di mana, bener-bener arapatinggenah.

Setelah desperate bertanya, entah darimana datangnya orang ini, tiba-tiba ada petugas yang mengarahkan untuk ke gate E. Alhamdulillah ternyata benar tempatnya.

Setelah check in, saya kemudian diarahkan petugas ke gate 14 untuk menunggu boarding. Begitu akan memasuki gate, saya dicegat petugas dan dengan sok tahu mengarahkan ke gate 13. Menurutnya orang-orang Asean biasanya ke gate tersebut. Okelah saya percaya. Setelah masuk gate, saya menunggu dan berkali-kali bertanya kapan waktu boardingnya. Petugas berkali-kali menjawab silahkan tunggu dan nanti akan dipanggil jika sudah waktunya. Tapi saya tidak tenang karena tidak ada yang memegang tiket yang sama seperti yang saya pegang. Mendekati injury time jam 6, tiba-tiba datanglah seseorang dari luar gate dan meminta saya untuk pindah ke gate 14. And you know jarak gatenya? Ada lah kalau 3 km… (Somplak). Dan begitu saya sampai gate 14 dan menunjukkan tiket ke petugas, sudah langsung disuruh scan tas dan masuk bis. Alhamdulillah gak jadi ketinggalan pesawat.

Halangan untuk pulang tidak berhenti sampai di situ. Dikira sudah aman sampai kuala lumpur? Jangan senang dulu. Saya memesan tiket paling pagi harapannya agar bisa segera sampai rumah pagi. Tapi apa boleh buat penerbangan paling pagi dibatalkan karena gunung raung, dan direschedule malam hari jam 20.45. Jadi penerbangan yang dibatalkan hari itu hanya penerbangan yang paling pagi saja, penerbangan jam 9 tetap berangkat sesuai jadwal. Jadi saya harus menunggu belasan jam di bandara. Ketika mendekati waktu keberangkatan, pesawatpun delay 1 jam karena terlambata datang. Benar-benar luar biasa ujiannya.

Kapok kalau berangkat sendiri menggunakan air asia dari kuala lumpur ke surabaya karena pesawat dipenuhi orang-orang aneh dan katrok, yang tidak mau antri, masih asik telpon ketika pesawat mau berangkat, sudah menghidupkan telepon ketika pesawat baru landing, copat copot sabuk pengaman. Hedeh… Denger-denger dari pembicaraan mereka memang mereka orang di luar Surabaya yang rata-rata jadi TKI di Malaysia. Tapi ternyata lingkungan tertib di Malaysia tidak juga membuat mereka belajar sedikitpun tentang tertib dan mentaati peraturan. Beneran saya salut dengan kesabaran mbak-mbak pramugarinya. Bravo deh buat air asia.

Alhamdulillah Landing di Surabaya

Setelah 3,5 jam dengan masyarakat sekitar jawa timur yang super katrok, akhirnya sampai juga di Juanda. Kekatrokan tidak berhenti sampai di situ, di bandara ini pun porter dan orang-orang katrok kembali tidak mau mengantri, saling serobot. Oh Indonesia… Situasi di tempat pengambilan bagasi malah mirip arena bump-bump car. Ah sudahlah, harus terima kenyataan.

Hari kepulangan ditutup dengan diantarkan oleh bapak sopir yang baik, yang suka cerita sepanjang perjalanan.

Semua Ada Maksudnya

Dibalik semua kesulitan tersebut, tidak sikat gigi dan mandi selama 2 hari. Perjalanan panjang untuk pulang selama 2 hari membuat saya berpikir : Apa maksud Allah memberikan semua kesulitan itu untuk saya. Saya ini mau dijadikan apa sih sehingga harus melalui banyak kesulitan dan keanehan dalam beberapa tahun terakhir ini. Berhubung tidak akan ada yang bisa menjawab pertanyaan saya, maka kita tunggu saja episode berikutnya dari perjalanan saya🙂

Pray for jamaah Gesia. Semoga semua bisa pulang dengan selamat dan lancar. Aamiin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s