Hari-Hari yang Aneh di Mekkah


Alhamdulillah setelah saya tuliskan pengalaman umroh mandiri gesia di blog, saya mendapatkan banyak bantuan pemikiran termasuk contact ke mbak elly lubis pemilik travel kafilah akbar. Terimakasih kepada semua yang sudah membantu. Sebelumnya saya sudah bertemu dan diberi contact oleh kakak kelas yang sedang ikut travel beliau tapi belum ngeh kalau beliau adalah pemilik travel. Dengan mbak elly, setiap hari berdiskusi bagaimana menjaga kelangsungan hidup jamaah selama di Mekkah. Beliau sudah berpengalaman 12 tahun mengurus travel, jadi sudah biasa mengetahui hal-hal semacam ini.

Keribetan mengurus jamaah ternyata luar biasa apalagi kalau anggota jamaah adalah ibu-ibu yang cuma mikir diri sendiri dan belanja oleh-oleh. Saat kondisi gentingpun yang mereka pikirkan adalah uang untuk beli oleh-oleh, bukan uang untuk pulang T.T

Saat ini saya berpikir bahwa kami memang harus menerima ini semua. Sepertinya kami memiliki hal-hal yang perlu disadarkan, sehingga kami semua dijadikan satu kelompok dan menerima cobaan yang sama. Komposisi jamaah sebagai berikut : 70% orang desa kaya yang katrok, diantara yang katrok ini ada yang suka mempengaruhi lainnya, 30% orang berpendidikan dan mampu berpikir ke depan. Di dalam situasi seperti ini sangat dibutuhkan skill komunikasi sehingga mampu juga menjangkau akal mereka yang kurang berpendidikan. Selain itu perlu kesabaran untuk menjelaskan berulang-ulang akan sebuah kalimat dan maksud yang tidak mereka pahami. Syukurlah mbak elly bisa handle.

Sejak contact dengan mbak elly, beliau sudah menyarankan agar segera pulang karena akan semakin membengkak biaya hidup di mekkah, ditambah lagi kondisi hotel yang jauh dari masjid. Dalam kondisi seperti ini, pemilik travel (irwandi tawang) kemungkinan besar tidak akan mempunyai dana untuk memulangkan jamaah (dan ternyata memang tidak punya atau tidak mau mengusahakan???). Selesai idul fitri, dengan bantuan mbak elly kami baru bisa mendapatkan lokasi hotel yang dekat kira-kira 300 meter dari hotel, di hotel yang sama dengan beliau. Kami juga menemukan solusi agar jamaah bisa pulang bersama-sama. Ternyata mereka semua ingin pulang cepat, tetapi ketika saya tawari pulang cepat tidak ada yang angkat bicara karena tidak mau mengeluarkan uang terlebih dahulu kecuali 4 orang saja termasuk saya. Amazing beberapa diantara mereka membawa cash 10jutaan rupiah setiap orang. Uang sebanyak itu cukup untuk beli tiket pulang cepat, hanya saja keputusan mereka lambat sehingga semakin hari tiket semakin habis. Kabar terakhir ada tiket pesawat langsung ke jakarta tanggal 26 juli. Hanya saja beberapa dari mereka dananya tidak cukup untuk membeli tiket.

Sudah repot-repot dicarikan tiket, tiba-tiba irwandi mengusulkan beli tiket di travel kenalan dia (owalah tole)… tapi keputusan jamaah tetap pada membeli tiket yang dicarikan oleh mbak elly. Sedangkan saya sendiri juga mendapatkan insiden salah komunikasi sewaktu booking tiket. Orang yang dimintai tolong mbak elly menangkap informasi bahwa saya mau pesan tanggal 22, padahal saya dari awal info ke mbak elly tanggal 21 (mungkin miskom diantara mereka). Begitupun ketika saya hubungi langsung, ada jeda dari jam setengah 6 sampai dilihatkan ketersediaan tiket jam setengah 9 waktu saudi. Dalam waktu jeda itu ternyata saya dibookingkan tiket tanggal 22, ketika saya tanya ketersediaan tanggal 21, sudah terlambat, tiket sudah habis. Sehingga demi kebaikan bersama sayapun memberi masukan kepada si pembeli tiket agar lain kali bisa konfirmasi ulang di awal ketika akan membookingkan tiket. Apalagi jika posisi client seperti saya dimana ketersediaan tiket sangat kritis. Beda 1 menitpun bisa habis tiketnya. Tapi tampaknya si pembeli tiket sedang sensi dan merasa disalahkan dengan pernyataan saya.

Keanehan bukan hanya berhenti disana. Setiap contact orang travel yang saya dapatkan, termasuk provider visa, bahasa mereka alay ketika menjawab message, belum lagi foto profilnya, bikin geleng kepala. Saya juga menemui muthowwif yang kukunya panjang, merokok di lobby hotel ber-AC, ada yang sok merasa dibutuhkan. Macam-macam keanehannya. Mungkin karena terlalu lama bolak balik ke arab sehingga ketularan sikap slebor orang-orang arab. 

Sudah umum saya melihat keanehan di sekitar saya, walaupun di dalam kawasan tanah haram banyak sekali orang melanggar contoh Rasulullah seperti dengan sengaja melewati depan orang sholat, merokok, makan dan minum sambil berdiri, selain melanggar sunnah nabi tabiat orang-orang yang lama berada di mekkah pun kasar dan slebor seperti suka marah-marah, bertengkar bahkan dalam masjidil haram, saling sikut, saling dorong dan semacamnya. Semua itu membuat saya ngeh, mengapa dalam agama islam dibuat aturan yang sangat jelas termasuk tentang etika dan tingkah laku, karena ternyata kondisi umat islam seperti ini. Saya jadi bersyukur lahir di indonesia, khususnya sebagai orang jawa surabaya yang memiliki etika minimal sebagai orang jawa.

Sekian dulu curhatnya, mohon doa pembaca sekalian agar proses kepulangan saya dan jamaah yang beda tanggal bisa lancar. Aamiin.


2 thoughts on “Hari-Hari yang Aneh di Mekkah

  1. aamiin
    moga lancar Catur kepulangannya membawa pelajaran hidup/ hikmah
    tdk semua org seneruntung dirimu bu🙂

  2. Catuuurr.. semoga lekas pulang dan selamat sampai di rumah…
    Pengalaman RuaR biasa ini semoga Allah gugurkan dosa2mu dan biarlah jadi kenangan sepanjang hayat … Dari sini pun aku ikut merasa banyak ngambil hikmah walo ndak ikut ke sana. “Ternyata begitu ya…..”
    Tetap berprasangka baik pada Allah agar berkah semuanya…. Hati2 di jalan, Cat2🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s