Umroh Mandiri Ala Gesia Tour


Akan saya ceritakan kondisi kronologis yang sedang saya alami sebagai jamaah dari Gesia Tour lokasi sangguminasa, gowa. Umroh kami mendaftar paket reguler namun mendapatkan paket mandiri.

Posisi Sebagai Jamaah Rasa Karyawan Travel

Jumat 10 Juli 2015, jamaah berangkat dari makassar didampingi irwandi (pemilik travel), transit di jakarta. Semua mengira bahwa dia akan mendampingi perjalanan kami ke tanah suci, seperti yang dia katakan sebelumnya. Begitu sampai jakarta, jamaah diberitahu yang bersangkutan bahwa dia tidak mendampingi kami ke jeddah dengan alasan tidak dapat visa karena kuota yang terbatas. Begitu pengakuannya kepada saya dan jamaah.
Pada saat itu juga langsung irwandi menunjuk haji sikik untuk mendampingi jamaah dan dibantu oleh saya, padahal kami berdua adalah jamaah bukan perwakilan atau representatif dari travel. Kami berdua terpaksa menyanggupi karena sudah terlanjur kami semua sampai di jakarta, koper kamipun sudah masuk bagasi. Irwandi membawa koper dari makassar tapi tidak dia masukkan bagasi, melainkan masuk ke kabin pesawat sehingga ketika dia mengatakan tidak berangkat ke jeddah, maka tidak perlu bingung mengurus bagasinya. Kami semua kuatir akan nasib kami ketika sampai jeddah karena tidak ada ketua rombongan. Irwandi meyakinkan kami bahwa semua sudah ada yang mengurus di jeddah dan mekkah, yaitu nama orang yang tertera dalam identitas yang diberi oleh travel kepada masing-masing peserta. Semua sudah beres katanya, sehingga kami semua berangkatlah ke jeddah walau ada rasa enggan bercampur khawatir.

Jamaah Umroh Mandiri

Sampailah kami di jeddah, singkat cerita mulai dari bandara ini nasib kami sudah tidak jelas. Pic yang ditunjuk oleh travel informasinya mendadak sakit sehingga tidak bisa menjemput kami, tidak muncul sama sekali. Padahal pic itu yang ditunjuk berkali-kali oleh travel gesia. Akhirnya ada sopir pengganti yang menjemput kami, tapi si sopir tidak diberitahu akan membawa kami ke hotel mana. Bahkan di bandara sudah dicegat petugas keamanan karena kami dan sopir tidak tahu hotel mana yang akan kami tuju. Setelah dibantu negosiasi oleh sopir akhirnya kami berhasil juga keluar bandara. Akhirnya pak sopir yang terpaksa menelepon irwandi berkoordinasi akan membawa jamaah kemana. Pada saat itulah kami baru tahu bahwa menurut informasi irwandi yang diterima oleh pak sopir bahwa perwakilan yang ditunjuk travel untuk mengurus kami selama di mekkah mendadak pulang ke jakarta pada hari kami berangkat. Sampai sini kekhawatiran jamaah sudah terbukti. Kekhawatiran bahwa ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi.
Dalam situasi terdesak tersebut irwandi memiliki kenalan lain yang menghubungkan jamaah dengan pihak hotel. Pada saat itu kami diberitahu untuk patungan membayar biaya hotel dan akan diganti hari selasa. Sekarang sudah hari selasa dan uang jamaah belum juga dibayar.
Uang yang dibayarkan jamaah ke pihak perantara hotel sejumlah 3920 riyal atau setara dengan 14juta rupiah. Ternyata jumlah itu hanya cukup untuk menginap dua malam (menurut versi perantara). Besoknya irwandi meminta tolong saya untuk mengirimkan nomor rekening (itupun dia pakai milih, katanya kalau bisa rekening bank mandiri) karena dia akan mentransfer uang penginapan untuk hari berikutnya. Pada saat itu saya ingin membuat kesepakatan bahwa saya bersedia bantu dengan syarat saya dibelikan tiket pulang. Rupanya irwandi tidak setuju dengan syarat yang saya ajukan sehingga dia tidak mentransfer dana sampai hari kedua berakhir, sehingga saya talangi dulu biaya 1 malam untuk jamaah sejumlah 1500 riyal. Kurang ajar sekali dia karena benar-benar niat menelantarkan jamaah. Seharusnya sejak hari pertama dia harus mencarikan ganti perwakilan untuk mengurusi kami tapi tidak dia lakukan. Akhirnya saya mengalah dan diapun mentransfer dana untuk hotel di hari ketiga. Dana yang ditransfer hanya 15juta. Dan sampai hari ketiga kami mencari dan membeli makanan sendiri untuk sahur dan berbuka. Kami pun melakukan ibadah umroh tanpa dipandu oleh muthowwif.

Muthowwif Angkat Tangan

Selasa hari kelima, sudah 2 muthowwif yang diutus menemui jamaah oleh irwandi. Tapi setelah bertemu kami, 2 muthowwif tersebut tidak mau kembali menemui kami. Menurut informasi yang saya terima karena irwandi tidak ada dana atau dengan sengaja tidak mau membayar untuk biaya termasuk biaya muthowwif. Bahkan muthowwif pertama mengatakan irwandi ini penipu karena malah meminta tolong pihak muthowwif dan rekannya yang berprofesi sebagai perwakilan untuk menalangi dana selama di mekkah lebih dulu baru janjinya akan diganti ketika jamaah sudah di madinah. Muthowwif sudah sering mengetahui modus penipuan ini sehingga terus terang mengatakan pada kami bahwa irwandi adalah penipu.

Siapakah Muasasahnya ?

Hari ini saya kembali mencairkan dana untuk hari terakhir kami di sini. Jamaah sudah terpecah menjadi dua kubu. Kubu pertama akan menginap di masjid sampai idul fitri atau sesuai jadwal berangkat ke madinah tanggal 19. Kubu kedua berpendapat bahwa kami harus segera pulang secepatnya (termasuk saya masuk kubu kedua), tapi tidak tahu akan meminta kemana paspor yang sudah ditahan muasasah. Sehingga walaupun kami bisa beli tiket untuk pulang, tetap kami tidak bisa pulang karena tidak ada paspor.

Berkenaan dengan paspor ini irwandi tidak mau menyebutkan nama muasasahnya di mekkah. Kami mencurigasi bahwa dia masih memiliki hutang di muasasah sehingga tidak mau memberitahu kami nama muasasah tersebut. Dia juga tidak memiliki dana atau tidak mau mengambil dana untuk membelikan tiket pulang ke indonesia.

Sampai hari kelima ini uang yang dikeluarkan pihak travel adalah biaya tiket pesawat makassar jeddah dan uang 15 juta rupiah. Bahkan biaya bis yang mengantar kami dari jeddah ke mekkah belum dibayar juga.

Sudah banyak kerugian yang diderita jamaah yang disebabkan oleh irwandi tawang ini. Kerugian materi sebesar biaya yang dibayarkan ke travel, biaya makan, biaya pulsa untuk selalu koordinasi dengan irwandi yang sedang tenang di makassar, menghubungi sopir dan muthowwif dan menghubungi orang lain untuk meminta bantuan. Maupun kerugian non materi yaitu tidak bisa beribadah dengan tenang, fisik drop karena lokasi hotel yang jauh. Bahkan irwandi ini masih sempat mengganti profil picture bbm dan whatsappnya berkali-kali seakan-akan tidak ada apa-apa. Foto profilnya di whatsapp malah foto dia menggunakan ihram. Luar biasa orang yang bernama irwandi ini, begitu tidak takutnya akan pembalasan Allah.

La haulawala quwwata illa billah. Baru kali ini saya mengalami sendiri didzholimi parah seperti ini. Semoga Allah membalas semua perbuatan travel ini.


4 thoughts on “Umroh Mandiri Ala Gesia Tour

  1. assalamu alaikum wr wb
    saya anak dari bapak h. rajab/hj hamisah nur, kami sangat prihatin atas kondisi yg dialami jemaah di sana, kami disini terus mendesak wandi untuk bertanggung jawab. kami mohon ke mba catur untuk dapat mengumpulkan dokumentasi sebanyak2 atas bukti penelantaran wandi. seperti kondisi kamar hotel yg tdk sesuai dengan yg dijanjikan wandi, baik dalam bentuk foto, tulisan maupun video. kami atas nama kel h rajab/hj hamisa nur mengucapkan banyak terima kasih atas segala bantuan yg diberikan khususnya kepada kedua ortu saya.

  2. Betul sekali travel ini sepertinya harus ditutup segera, karena jgn sampai ada penipuan lagi. Keluarga saya sdh 2 tahun tdk diberangkatkan hajinya krn berbagai alasan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s