Mengikuti seleksi beasiswa LPDP


Eng ing eng, kali ini saya mau cerita pengalaman ikut seleksi beasiswa LPDP, melunasi hutang janji ke teman-teman.

Btw, pada percaya kalau tidak ada yang kebetulan di dunia ini? Saya juga. Everything happen for a reason, just maybe we can’t found out yet what it is. Begitupun dengan apapun yang kita dapatkan di dunia ini, semua adalah pemberian dari Allah SWT. Baik menurut kita dan menurut manusia lain bisa jadi itu merupakan ujian. Sedangkan hal yang buruk yang menimpa kita dan menurut manusia lain buruk, bisa jadi itu bernilai kemuliaan di sisi Allah SWT. Hmmm ramadhan hawa religiusnya jadi berlipat-lipat, apalagi habis dapat ceramah dari Prof Abdullah Shahab (kocak abiisss) — Maksud saya menyambungkannya ke analogi menerima beasiswa ini —

Berikut tahapan seleksi beasiswa LPDP yang saya ikuti :

  1. Seleksi administrasi, yang meliputi essay dan data-data lain yang tertera pada  web LPDP http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/
  2. Pemeriksaan berkas, Seleksi LGD (Leaderless Group Discussion) dan Wawancara

Tahapan pasca seleksi yang belum saya ikuti adalah Persiapan Keberangkatan (PK). Just info, saya termasuk anggota PK-40 yang webnya di https://pk40lpdp.wordpress.com/. Mengenai apa itu PK nanti saja saya jelaskan setelah selesai melaluinya nanti insyaAllah bulan September 2015. Doakan saya bisa melalui PK dengan sukses ya ^.^

 

1. Seleksi administrasi LPDP

Saya mengikuti seleksi LPDP pada gelombang kedua tahun 2015 ini, deadline pendaftaran dan input berkas-berkasnya adalah 27 April 2015. Untuk mengikuti seleksi administrasi ini harus memenuhi semua berkas yang disyaratkan LPDP (kecuali LoA, sifatnya pilihan/optional). Berkas yang paling mikir dari seleksi administrasi adalah membuat 2 essay yaitu “Peranku untuk Indonesia” dan “Prestasi Terbesar dalam Hidupku”.

Sebelum membuat essay download terlebih dahulu essay-essay para awardee yang berceceran di internet. Silahkan dibaca, diresapi, dibandingkan dan disimpulkan. Dari perenungan tersebut akan diketahui essay seperti apa yang bisa lolos seleksi. Kemudian buatlah versi diri sendiri yang memenuhi kriteria lolos seleksi.

 

2. Pemeriksaan berkas, Seleksi LGD dan Wawancara

Jadwal pemeriksaan berkas, LGD dan Wawancara adalah 3 hari total. Ada peserta yang mendapatkan semuanya dalam 1 hari, ada yang terbagi 2 hari, dan ada yang terbagi menjadi 3 hari berturut-turut. Saya termasuk yang beruntung karena mendapatkan semuanya dalam 1 hari sekaligus, jadi deg-deg-annya sekaligus😀.

 

Pemeriksaan Berkas

Untuk pemeriksaan berkas , menunjukkan semua berkas asli dari scan-scan berkas yang sudah kita upload di web lpdp kepada panitia. Jadi saya rasa tidak akan ada masalah jika memang tidak ada berkas yang mencurigakan keasliannya.

 

LGD (Leaderless Group Discussion)

Pada seleksi LGD, seperti namanya “leaderless” artinya dalam diskusi tersebut tidak ada pimpinan, semua anggota posisinya sama. Saran saya, ngomong dan memberi saran seperlunya. Antusias itu perlu tapi jangan sampai terlihat terlalu menonjol apalagi mendominasi. Pada LGD ini, peserta akan dibagi menjadi kelompok-kelompok dan akan mendiskusikan topic yang akan diberikan panitia. Panitia menunggu hingga tercapai kesepakatan dalam kelompok sekaligus mengingatkan waktu.

 

Wawancara

Wawancara ini adalah seleksi yang paling tricky, memang kuncinya adalah menjadi diri sendiri tapi yang terbaik dari kita. Pada saat sebelum wawancara setel-lah diri kita menjadi sosok terbaik dari diri kita sehingga bisa menjawab pertanyaan sebagai yang terbaik dari diri kita sendiri. Tidak semua pernyataan pewawancara yang kontra dengan diri kita harus dibantah, bahkan ketika dimarahi sekalipun. Ketika pernyataan mereka benar, maka akuilah bahwa memang benar, lebih bagus lagi jika bisa ditambahi dengan memberikan argumen pembanding dari apa yang mereka sampaikan/perdebatkan.

Untuk wawancara ini sangat random, pasti tidak sama pengalaman antara orang satu dengan yang lain. Tidak selalu lamanya waktu wawancara menjadi patokan seseorang akan diterima atau tidak. Pada wawancara LPDP intinya harus jelas niat kita setelah sekolah mau melakukan apa dan kesiapan kita untuk bersekolah itu sendiri. Jadikan para pewawancara yakin bahwa kalian adalah orang yang tangguh, yang tepat diberikan beasiswa (bayangkan kalau berada pada posisi pewawancara akan mengamanahkan dana begitu besar kepada seseorang, tentunya akan memberi kepada orang yang jelas, jelas apa maunya, apa tujuannya).

Pengalaman saya sebelum wawancara ini paling heboh sebab nama saya dipanggil 2 jam lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan panitia dan katanya sudah dipanggil berkali-kali, padahal waktu itu saya masih di rumah bobok siang, hehe. Alhamdulillah firasat saya mengatakan bahwa saya harus berangkat. Akhirnya ketika sampai lokasi teman-teman cewek yang sekelompok waktu LGD langsung mengomeli saya dan menyuruh lapor panitia. Tidak menunggu lama saya diminta panitia untuk masuk ke ruang wawancara yang diisi oleh 6 kelompok pewawancara, saya wawancara di kelompok 2. Ternyata pewawancara kelompok 2 ini termasuk yang tegang karena teman saya di kelompok 2 juga wawancaranya tegang. Dari awal sampai akhir saya selalu dalam posisi tersudut, dimarahi karena pilihan-pilihan yang saya buat. Hal-hal yang dikatakan oleh bapak ibu pewawancara tersebut memang banyak yang benar, sehingga tidak jarang saya membenarkan tetapi kebenaran itu tidak ada yang mutlak, hal-hal yang tidak sesuai menurut saya juga saya utarakan. Saya merasa seperti dinasehati oleh pak raden, hehehe. Jadi sepanjang wawancara seakan-akan saya selalu salah, tapi isi dari marah-marah mereka dan kontra mereka semuanya berisi nasehat. Terimakasih buat bapak-ibu yang sudah mewawancara saya. Wawancara feel konsultasi studi.

Tips-tips teknis wawancara :

  1. Saling bertukar nomor dengan peserta lain yang memiliki jadwal wawancara berdekatan, untuk saling memberitahu kalau ada apa-apa ketika ditinggal pulang.
  2. Jika memungkinkan datang minimal 1 jam sebelum jadwal yang ditentukan, sehingga tidak jet lag local (apa ya istilahnya? Mendadak dangdut? :p)
  3. Berpakaian sopan dan rapi

Dari 8 orang yang satu kelompok dengan saya LGD, yang lolos jadi awardee 4 orang. Informasinya tetap seperti dulu, LPDP tidak menetapkan kuota awardee, tapi setiap peserta yang memang memenuhi standar akan diterima.

Segitu dulu sharing dari saya, semoga bermanfaat buat yang mau daftar🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s