Self Images


Foto selfie adalah cetak gambaran diri kita secara fisik yang dihasilkan cermin pantul (kamera), sedangkan self images adalah cetak gambaran diri kita yang dihasilkan dari feedback lingkungan di sekitar kita.

Ada kalimat yang sering dishare oleh teman-teman facebook saya, yang intinya kita tidak perlu menjelaskan apapun kepada orang yang membenci kita karena mereka tidak akan menerima apapun penjelasan kita, sedangkan orang yang menyukai kita tidak membutuhkannya. Is it?

Well, persepsi saya terhadap maksud kalimat tersebut tidak seperti apa adanya yang tertulis. Ada asap pasti karena ada api. Sebenarnya tidak serta merta image orang-orang terhadap kita terbentuk kalau tidak ada stimulus action dari kita, misalnya kita dibilang kesepian dan tidak ada kerjaan karena sering update status media sosial, kita dianggap OKB karena suka pamer, kita dianggap perempuan nakal karena sering upload foto-foto dengan baju terbuka, dll. Tidak perlu marah sebenarnya, introspeksi dulu. Justru itu adalah feedback berharga untuk kita.

Kemarin saya mendapatkan sebuah pelajaran berharga. Saya diingatkan oleh Allah betapa jeleknya ketika seseorang pasrah dengan image jelek tentang dirinya. Teman saya merasa dia berhak memperlakukan orang yang melabeli dia sesuai dengan label yang diberikan kepadanya. Contoh : Seorang teman saya terkenal dengan image pelit memberi tetapi boros dalam membeli barang-barang konsumtif (karena memang itu yang terlihat). Suatu saat dia diminta mentraktir jajan yang harganya sangat murah untuk 2 orang temannya. Dia menyetujui untuk mentraktir tetapi hanya membelikan 1 jajan untuk 2 orang dengan alasan dia membuktikan apa kata orang bahwa dia pelit. Dan kejadian tersebut dia buktikan di depan banyak orang. Can you imagine how the situation works? Pasti orang-orang akan ‘mbatin’ berkata dalam hati, malah orang yang tidak menyukainya akan tertawa melihat dia berlaku tidak terpuji untuk membuktikan bahwa dia memang jelek seperti apa kata orang.

Padahal saya dulu juga begitu, jaman masih muda dulu🙂

Bolehlah kita cuek dengan apa kata orang ketika kita memang sudah berusaha to the max (jadi ketularan gaya bahasa temen-teman kuliah ini :’)) untuk menjadi baik, contohnya : tidak resek, suka membantu, sopan, dll. Memang untuk menjadi baik sesuai standar lingkungan kita memerlukan usaha. Kalau hal itu gampang, tentunya tidak perlu ada motivator. Tapi bagi umat islam, patokan atitude/akhlak itu sudah lengkap dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW. Agama islam itu sudah lengkap 1 paket, habluminallah dan habluminannas, mengatur hubungan dengan Allah dan mengatur hubungan dengan sesama manusia bahkan sudah dilengkapi contohnya sekalian melalui nabi Muhammad SAW mulai ilmu parenting sampai ketatanegaraan.

Don’t dress too much, don’t make up too much, just have the right attitude.

 


One thought on “Self Images

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s