After Marriage : To be A Monster or An Angel


Setiap orang memiliki karakteristik yang khas, orang indonesia bilang bawaan sifat yang sudah dari sananya. Ustadz bilang disebut jibillah, yaitu kecenderungan sifat seseorang (perangai). Seperti para sahabat nabi, umar yang keras, abu bakar yang bijaksana, mush’ab bin umair yg jago diplomatik, dll.

Beberapa orang yakin bahwa mereka akan bisa merubah sifat buruk/perilaku pasangan mereka setelah menikah, contohnya berharap pasangan akan berhenti merokok atau memakai jilbab atau berpindah agama. Ya bisa sih, pada beberapa kasus. Tapi dengan catatan : itu semua karena Allah merestui,… Kalau tidak? Kok pede amat, yakin bisa?
Tapi kan dia nikah sama orang yang baiiiik banget, pasti bisa berubah.
Hello, masih ingat kisah nabi Luth yang istrinya ikut diazab karena menyukai sesama jenis? Masih ingat kisah nabi nuh yang istri dan anaknya terbawa air bah? Mereka itu nabi lho, tapi takdir Allah mengatakan bahwa pasangan mereka malah tidak menerima dakwah.

Kenyataannya banyak yang semakin parah setelah menikah, walaupun banyak juga yang jadi semakin baik. Tidak bermaksud menghakimi, hanya membandingkan dan kemudian mengambil pelajaran dari yang sudah terjadi pada orang lain. Tergantung apakah Anda menerima rejeki berupa pasangan yang bisa mengerem sifat buruk Anda dan membantu munculkan sifat baik, atau yang cuek-cuek saja, atau yang sama-sama ingin menjadi baik bersama-sama.

Kalau rejekinya dapat yang cuek, maksudnya bukan cuek tidak perduli semua urusan rumah tangga tetapi cuek tidak menganggap kenegatifan dalam diri Anda sebagai sesuatu yang negatif, fine-fine aja gitu. Tidak ada teguran dan atau mengingatkan. Siap-siap saja tidak sadar menjadi seseorang yang mengasah sisi monster. Karena jika pasangan Anda menganggap hal buruk itu biasa, maka Anda akan berpikir itu tidak masalah juga. Bukan maksudnya akan menjadi urakan atau semacamnya, tapi mengasah karakteristik negatif menonjol yang Anda miliki menjadi lebih dan lebih. Believe it or not, bisa dicoba dan amati sendiri. Kecuali kecuali …. Anda mendapatkan hidayah bahwa sifat buruk Anda itu harus dirubah. That’s it.
Couple or someone can also be an angel after marriage, pernah menemui kan? Ya sudah rejekinya, tidak perlu iri. Ada yang sebelum nikah suka marah-marah, pelit, setelah nikah malah jadi sabar dan suka memberi. Ada yang sebelum nikah sudah disukai banyak orang, setelah nikah malah lebih baik lagi.

Pada dasarnya menikah itu pembelajaran dan pengenalan pasangan seumur hidup. Pasti banyak kejutan yang akan ditemui. Pada saat kita merasa sudah mengenal pasangan, ternyata pada saat itu dia sudah berubah. Kemudian kita belajar lagi untuk mengenalnya, pada saat kita merasa sudah berhasil mengenalnya, dia sudah berubah lagi, dst. Biar dapat rejeki pasangan yang mau saling belajar, harus banyak-banyak berdoa dan beramal (bagi yang belum menikah). Bagi yang sudah menikah bagaimana? Saya nggak tau juga, kan belum nikah, nanti dibilang STB lagi (Sok Tau Banget)… Hehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s