Sebel dengan AADC


AADC, Seneng banget bahas film ini. Film yang waktu peluncurannya pas banget, ceritanya pas banget dengan saya yang waktu itu juga masih sma kelas 3 yang artinya seumuran dengan tokoh dalam cerita. Walaupun waktu itu saya anak SKI, tapi saya tetap juga remaja yang masih galau-galauan. Bedanya saya dulu, galaunya nggak pakai alay dan ngikut sana-sininya yang kebangeten. Maklum, ambisi saya besar untuk masuk PTN. Jadi, I don’t have much time to fooling around with mess.

Ya ini namanya juga movie, pasti ada yang nggak masuk akal. Apalagi mini movie sekuel AADC yang dibikin iklan, nggak masuk akal tingkat dewa. Satu hal yang bikin kecele adalah begitu mudahnya cinta capek-capek datang ke bandara sambil senyum seperti nggak ada apa-apa, pake sahut-sahutan puisi segala.

Ah nggak usah dipikir, namanya juga film. Semoga tidak kejadian di saya sih, tapi kalau saya dipihak cinta maka saya tetap akan memaafkan tapi tidak akan bisa seakrab itu. Seperti memakan makanan yang sengaja dibiarkan basi, masa’ bisa makan sambil senyum dan seakan-akan nggak ada yang aneh dan salah. Dan walaupun saat itu masih single, rasanya nggak ingin dan nggak perlu membangun hubungan lagi dengan rangga, soalnya orang seperti itu tipikalnya nggak niat. Ya mirip-mirip lah dengan yang saya alami, walaupun saya nggak selama itu gamon (gagal move on). Walaupun sampai sekarang saya belum menikah juga, dan walaupun si dia bakal nikah duluan saya nggak perlu mengangan-angankan dia lagi. Walaupun ada luka yang tersisa dan tertinggal, pasti ada pelangi setelah hujan. Karena itu artinya saya bakal dipertemukan Tuhan dengan someone yang lebih baik dan cocok. Bisa jadi lebih baik dalam hal iman, kekayaan, ketampanan, dll, xixixi.

Kata siapa nggak ada yang menanggapi serius film AADC? Kata siapa move on itu gampang? Kalau film-film nggak ada yang menanggapi dengan serius tentunya nggak bakal banyak yang bahas. Kalau move on itu gampang bagi setiap orang, tentunya nggak akan ada yang bunuh diri gara-gara putus cinta,.. ya tho? Kalau move on itu gampang, tentu nggak mungkin teman saya bilang saya ini tipe setia (walaupun udah nggak ada hubungan apa-apa lagi, tetap nggak mau sama orang lain). Jadi tulisan ini intinya apa? Saya juga bingung jadinya, wkwkwk.

Intinya curhat aja sih, sebel sama iklan yang meneruskan cerita AADC yang dipaksakan. Jadi seakan-akan membenarkan bahwa cowok bertingkah seperti rangga itu oke aja, fine-fine aja. Nggak pernah kasih kabar, nggak cuma setahun dua tahun, tapi 12 tahun lhooo…  Begitu juga sama cinta, walaupun segitu lama ditinggal tanpa kabar tapi masih galau-galau aja ketika si rangga yang sudah jadi angin (tak ada kabar tak ada berita) itu datang muncul lagi berbentuk manusia. Generasi muda yang sudah galau dan alay nanti bisa jadi semakin Geje nih. Apalagi digempur film-film korea yang juga banyak yang absurd dan ngayalnya.

*Berharap semoga nggak ada yang ngalami beneran seperti AADC


One thought on “Sebel dengan AADC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s