Merencanakan Ibadah Haji


Ibadah haji bagi umat islam hukumnya wajib bagi yang mampu. Artinya jika belum memiliki uang yang cukup untuk berhaji, maka tidak wajib. Pernah ada seorang ustadzah menyampaikan taujih bahwa di sini arti mampu bukannya santai dan tidak ada usaha maksimal, tetapi diusahakan semampu kita.

Jika berbicara dalam konteks seseorang yang terbatas dari sisi keuangan dan memulai hidupnya dari 0 ketika mendapatkan pekerjaan pertama kalinya, ibadah haji mungkin baru akan terpikir beberapa tahun kemudian (3 tahun atau lebih). Hal yang pertama kali dipikirkan adalah membeli kendaraan atau properti. Padahal mendaftar ibadah haji lebih cepat dilakukan lebih baik (dalam hal ini konteksnya ibadah haji reguler, bukan yang plus), sebab pada beberapa daerah waktu tunggunya akan semakin lama bukan lagi bertambah secara perkalian tapi menjadi eksponensial terhadap waktu pengunduran pendaftaran. Artinya setiap hari kita menunda mendaftar ibadah haji, maka penambahan waktu tunggunya bisa jadi kuadrat dari waktu penundaan tersebut. Salah satu pemikiran terbalik dan terbaik yang dimiliki oleh beberapa teman saya adalah : Jika saya membeli rumah atau mobil terlebih dahulu, saya tidak tahu apakah saya akan bisa pergi haji. Tetapi ketika saya pergi haji terlebih dahulu, pasti saya akan bisa membeli rumah dan mobil…. And they did, mereka sudah haji, kemudian membeli rumah dan mobil🙂

Sementara ini peraturan pemerintah membolehkan seseorang mendaftar dan mendapatkan kuota kursi ketika menyetorkan biaya 25 juta rupiah. Jika belum memiliki uang 25 juta rupiah bisa menabung sendiri atau bisa juga mengambil biaya talangan haji dari bank syariah. Saran saya lebih baik mengambil dana talangan haji karena bisa lebih disiplin dalam menabung. Dengan mengangsur, kita setiap bulan dipaksa untuk menabung. Sedangkan menabung sendiri kelemahannya adalah semakin lama waktu tunggu ketika uang 25 juta rupiah sudah terkumpul. Biasanya dana talangan ini jangka waktunya maksimal selama 1 tahun.

Jika haji reguler sudah terlalu lama waktu antriannya, sedangkan kita memiliki penghasilan cukup dan tetap, bisa juga mengambil kredit tanpa agunan (jika memang tidak ada yang diagunkan) untuk mendaftar haji plus. Bagi beberapa ulama, tidak diperbolehkan pergi berhaji dengan berhutang karena syariat ibadah ini tidak wajib bagi yang belum mampu. Selain itu ditakutkan jika seseorang yang berhutang tadi meninggal sewaktu-waktu maka akan ada tanggungan yang dibawa mati. Orang yang berpenghasilan cukup dan tetap bukan berarti tidak mampu, mereka mampu menabung tapi akan membutuhkan waktu yang lama hingga terkumpul uang yang cukup untuk pergi berhaji, yang entah waktunya kapan. Sedangkan KTA sekarang ini sudah tercover asuransi jiwa, artinya jika seseorang meninggal maka hutangnya akan dianggap lunas. Apalagi jika seseorang itu masih sanggup untuk membayar cicilannya setiap bulannya, saya rasa tidak masalah. Saya menganut pendapat ulama yang membolehkan dengan catatan seseorang itu mampu untuk membayar angsurannya setiap bulannya. Entahlah bagaimana hukumnya jika berhaji dengan uang pinjaman dari bank konvensional.

Jika ada fasilitas biaya haji dari kantor bagi yang lulus seleksi, maka lebih baik mendaftar dahulu untuk mendapatkan kuota kursi sambil berusaha mendapatkan biaya haji dari kantor tersebut.

Tentu saja penasehat keuangan tidak akan menyarankan mengambil KTA untuk kebutuhan konsumtif dan tidak mendesak. But who cares ? Your choise is in your hand. Saya termasuk yang terlambat merencanakan ibadah haji. Tapi Alhamdulillah sadar, daripada tidak. Saya termasuk yang mendaftar haji ketika sudah mendapatkan biaya haji gratis dari kantor (yang saya rasakan sudah agak telat daftarnya).

Semoga sedikit pemikiran saya bermanfaat. Semoga semua orang yang membaca tulisan saya ini, jika belum berhaji segera dimampukan Allah untuk pergi berhaji, aamiin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s