Akhiri Relationship Gantung, Sekarang!


Cerita ini saya tujukan untuk semua wanita baik yang memiliki relationship tapi masih dalam status gantung.

Cinta itu terburu-buru, cinta itu menolong, cinta itu perhatian, cinta itu peduli, dan banyak lagi hal baik yang bisa Anda tambahkan. Kalau nggak ada itu semua atau cuma kadang-kadang, berarti tidak 100% cinta.

Ini cerita saya.
Sudah 4 tahun (sampai tahun kemarin) saya berusaha melupakan seseorang, tapi entah kenapa saya tidak bisa. Hingga akhirnya saya menghubungi dia dan menyatakan perasaan. Orang tersebut lokasi bekerjanya berada di Jakarta sedangkan saya di Surabaya. Hal itu mengakibatkan saya hanya berkirim pesan teks (chat). Di ujung sana, dia mengatakan memiliki perasaan yang sama dengan saya.

Singkat cerita setahun sudah berlalu. Hal yang terjadi berulang kali adalah, orang tersebut datang dan pergi. Jika bukan saya yang menanyakan kabar, maka dia jarang sekali menanyakan kabar saya terlebih dahulu. Telepon dan video call ternyata juga tidak bisa dijadikan patokan bahwa seseorang itu bersungguh-sungguh.

Banyak sudah yang mencontohkan, orang-orang yang menjalani LDR tapi mereka bisa bertemu sebulan sekali. Beda sekali dengan saya. Sudah setahun tapi sama sekali tidak ada rencana untuk bertemu. Jangankan bertemu, ngobrol saja jarang. Hingga akhirnya 2 bulan terakhir ini saya menyatakan lagi bahwa saya sudah ikhlas jika dia pergi. Tetapi dia menahan saya dan bertanya kapan bisa bertemu untuk membahas hal yang lebih serius. Nyatanya hal itu tidak juga direalisasikan. Mengatakan bahwa dia ingin saya ikut dia pun ternyata buķan berarti dia bersungguh-sungguh. Sebab ketika saya nyatakan bahwa seharusnya dia silaturahim ke rumah saya, menemui orang tua saya pun tidak dihiraukan. Dan hingga tadi malam saya mengucapkan kata-kata perpisahan. Mau tahu reaksinya? Biasa saja. Padahal selama ini dia selalu menahan saya jika dia tahu ada yang mendekati saya. Ternyata itu semua cuma mengamankan posisi dia, mungkin salah satu trik menjaga fans.

Beberapa hal yang akhirnya dapat saya simpulkan menjadi patokan bahwa seseorang itu serius adalah, jika mau silaturahim ke rumah seorang perempuan dan menyatakan pada orang tua perempuan tersebut bahwa dia serius. Setelah itu ada pembicaraan untuk merencanakan mengenai kapan mau melamar dan kapan mau menikah, walaupun tidak harus dalam waktu dekat. Bukannya sok sibuk dan tidak peduli dengan hal-hal semacam itu. Jika seseorang sibuk, paling tidak bisa menyempatkan di hari libur / weekend. Sabtu atau minggu bisa berangkat pagi dari jakarta ke surabaya, dan bisa sudah berada lagi di jakarta ketika isya.

Percayalah, apapun kata-kata manis dari lelaki semacam ini tidak seharusnya dipercaya. Mereka masih tidak ingin memiliki komitmen dengan kita, dengan bermacam-macam alasan, entah dijadikan ban serep, entah masih belum sreg, dll. Umumnya laki-laki semacam ini disebut pemberi harapan palsu. Korbannya sudah banyak sekali. Semakin lama semakin banyak juga laki-laki aliran PHP ini.

Semoga para wanita di luar sana bisa mengambil pelajaran dan hanya menjalin hubungan dengan seseorang yang benar-benar menghargai value seorang perempuan. Jika ada yang masih menjalin hubungan dengan laki-laki tidak serius, saya sarankan untuk memutuskan sekarang juga. Waktu seorang wanita terlalu berharga untuk dihabiskan menunggu seseorang yang tidak akan pernah datang pada orang tua kita untuk melamar.

Dan saya ucapkan selamat pada semua wanita yang telah berhasil menutup hubungan dengan laki-laki PHP. Termasuk memberi selamat pada diri sendiri. Sekarang tinggal bertaubat pada Allah, semoga Dia memaafkan semua kekhilafan saya. Aamiin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s