Independence Day Trip – Day 1


Dapat kabar mendadak dari seorang teman alumni its bahwa dia akan mengadakan trip ke Dieng. Wah sebuah kesempatan yang menurut saya tidak boleh terlewat, karena saya sudah lama ingin pergi ke sana. Sebenarnya saya ini menggantikan teman dari teman saya yang gagal berangkat karena urusan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Ya bisa dikatakan saya ini anggota cadangan, hiks hiks. Who cares lah, sing penting budhal (yang penting berangkat) … hahaha. Rencananya kami akan mampir ke jogja selama 2 hari, kemudian di Dieng selama 2 hari.

Setiba-tiba saya teringat seorang kawan lama yang bertempat tinggal di Jogja. Sudah lama hilang contact karena tiba-tiba yang bersangkutan ganti nomor hp. Alhamdulillah masih ada teman yang tahu nomor hp terbarunya. Ketika saya hubungi, dia senang sekali untuk mengantarkan saya berkeliling jogja. Alhamdulillah, rejeki.

Let the trip begin
Rombongan kecil kami berangkat hari sabtu pagi menaiki kereta sancaka kelas bisnis dari surabaya menuju jogja. Tak disangka, ternyata kelas bisnis sekarang hampir senyaman kelas eksekutif. Air conditioner-nya boook dingin, 23 derajat celcius. Lumayan menggigil selama di dalam kereta.

Sore harinya setelah sampai jogja dan check in penginapan, kami berpisah jadi 2 kelompok, karena teman saya yang 2 memang suami istri. Saya sendiri dan teman saya memutuskan untuk mencari makan buka puasa (masih puasa syawal) dan berjalan-jalan di malioboro. Dari penginapan di jalan poncowinatan, menuju ke arah malioboro lumayan sekitar 1 km-an. Dari tugu ke arah jalan p. Mangkubumi (tepatnya di sekitar kantor surat kabar kedaulatan rakyat) ada angkringan (kalau di surabaya disebut lesehan) yang bernama “Gareng Petruk”.

image

Disana dijual nasi kucing dan lauk pauk penunjangnya seperti sate usus, sate kerang, sate kol, tempe / tahu bacem, mendoan, dll. Nasi kucingnya bermacam-macam pilihan. Minumnya pun dari teh nasgitel (panas legi kentel) sampai dawet & susu. Sepertinya khasnya adalah dawet, karena banyak orang yang memesan dawet.
Makanan saya, nasi kucing bebek bumbu rica + mendoan + sate usus + sate kerang + 2 sate kol + teh nasgitel dihargai Rp 12.000. Rasa masakannya cocok di lidah saya. Nyam nyam…

image

Kalau ingin makan malam di gareng petruk ini maksimal harus datang jam 18.30, jika datang setelah itu Anda akan antri panjang. Oh ya kalau makan di angkringan sini nggak enak berlama-lama karena ada pengemis yang akan nodong setiap setengah jam.

image
Antrian di gareng petruk

Setelah berbuka puasa, kami lanjut ke malioboro dan mengunjungi mirota batim yang ramainya owsem banget kakak. Sebagai persiapan perjalanan besok, saya sudah janjian di depan kantor PLN jalan P. Mangkubumi untuk merencanakan. Berhubung hari sudah malam, kami diantar kembali ke penginapan oleh teman saya ini.

This is the end of day 1.
Wait my review for day 2 ya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s