Saya Tidak Jadi Benci


Pertama kali dalam sejarah Indonesia terjadi pemilihan presiden yang pesertanya hanya 2 pasang kandidat calon presiden dan calon wakil presiden. Hal ini mengakibatkan masyarakat terbagi menjadi hanya 2 kelompok, sehingga saling menyerang antar kelompok terlihat jelas. Berbeda dengan pemilu presiden tahun-tahun sebelumnya yang biasanya lebih dari 2 pasangan calon.

Kampanye negatif hingga kampanye hitam yang bersifat fitnah dan hoax pun tak jarang kita temui. Salah satunya berbentuk surat terbuka yang saling balas membalas antara 2 kubu. Ketika ada surat terbuka untuk sebuah kubu, maka kubu yang dituju tidak terima dan mengirimkan surat terbuka sebagai balasannya.

Ada 1 surat terbuka yang bagi saya isinya sangat menyinggung, yaitu surat terbuka dari seorang pemuka agama tertentu yang isinya sebagian besar berdasarkan praduga dan kebencian. Beliau mengatakan pendukung salah 1 calon presiden adalah dari islam garis keras, sehingga orang-orang dari agamanya tidak boleh memberikan suara untuk calon presiden tersebut. Tak hanya itu, dia mengatakan kubu calon presiden tersebut tidak menghendaki keanekaragaman, dll (silahkan Anda baca sendiri ya). Mungkin beliau maksudnya mau memberi fatwa seperti MUI dan ulama-ulama islam. Memang sebagian besar ulama sudah memberikan fatwa haram memilih calon presiden X, tapi alasannya bukan karena ada agama tertentu. Satu hal yang jelas, para ulama pastinya tidak menghendaki pemimpin yang membiarkan aliran islam sesat untuk berkembang biak khususnya di Indonesia(if you know what i mean).

Saya membaca tulisan tersebut karena linknya di share oleh teman facebook saya pendukung capres sebelah dan beragama non muslim. Sejak setelah membaca tulisan tersebut saya jadi benci dengan orang-orang non muslim. Ternyata dibalik senyum dan kata-kata sopan mereka, aslinya tersimpan kebencian yang dalam terhadap orang muslim (berarti termasuk saya dong). H+2 setelah membaca surat terbuka tersebut, saya mendeklarasikan diri sebagai orang yang benci dengan orang-orang agama itu karena semuanya busuk di dalam.

Tapi ternyata Allah menunjukkan saya hal yang lain, bahwa tidak semua orang agama tersebut seperti yang saya pikirkan. Kemarin ada seorang teman etnis tionghoa dan beragama non muslim yang berpikir netral. Dia mengatakan bahwa respek dengan kejujuran orang-orang kubu calon presiden tertentu dalam hal real count dan tidak suka dengan orang-orang yang menjelek-jelekkan. Makanya saya heran, teman saya ini kok sering like status saya. Saya pikir dia seperti teman-teman saya yang lain, yang benci dengan orang islam.

Begitupun hari ini, Allah menunjukkan seorang pemilik bengkel motor h***a, bapak etnis tionghoa juga yg non muslim. Begitu baik dan melayani semua tamu bengkel, sampai-sampai saya dipesani 2 kali agar ngomong ke mekanik kalau ada komplain tentang motor saya. Luar biasa. Tahu kan rasanya, bedanya, mana kebaikan palsu dan mana kebaikan asli ? Yang ini kerasa asli banget.

Memang segala sesuatunya di dunia ini tidak ada yang seragam, pasti ada perkecualian di tiap-tiap sesuatu. Terimakasih karena masih percaya. Salut sekali dengan teman saya itu karena masa ini susah mencari orang yang berpikir nggenah.


2 thoughts on “Saya Tidak Jadi Benci

  1. teman kuliah s2 sy saat ini beberapa non muslim. tp kebanyakan malah milih prabowo. sy pikir catur sering menemui orang yg tdk berkenan scr pemikiran dg catur, shg membuat catur berkesimpulan praduga yg memukul rata salah satu pihak. kl menurut sy praduga catur kok seperti sampling statistik yg tdk mewakili daerah sebaran. ini hanya opini pribadi sy. boleh berkenan boleh tdk.

    1. Memang betul mbak, pemikiranku kali ini seperti sampling quick count, gara2 nemu orang2 gitu banget deh. Alhamdulillah 2 hari ini dipertemukan (secara langsung ato nggak langsung) dengan orang2 yg non muslim yg sangat baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s