Tiga Tipe Bos Saya


Alhamdulillah saya belum pernah memimpin sebuah tim hingga berkapasitas memberikan penilaian. Sebelum itu terjadi, Alhamdulillah sudah ditunjukkan Tuhan beberapa gaya kepemimpinan. Ada yang memang cocok menjadi pemimpin, ada yang memang tidak cocok dikarenakan memang tidak ada bakat atau mungkin tidak ada ilmu.

Berikut ada 3 gaya kepemimpinan yang pernah saya rasakan ( saya urutkan bedasarkan waktu ) :

Komunikatif
Kesan pertama bertemu dengan bos pertama saya (sebut saja bos D) begitu menegangkan dan tidak mengenakkan kesannya. Tapi bukannya tidak enak, beliau hanya suka mengkomunikasikan sesuatu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Hari-hari berikutnya, setelah masa OJT berlalu saya bergabung dengan tim bos D.
Banyak yang merasa tidak nyaman dengan kehadiran bos D karena beliau ini agak cerewet, suka menyuruh ini itu, tanya ini itu. Tapi siapa sih bos yang banyak fansnya? Hehe.

Beliau ini sebenarnya orang yang baik, sayang dengan anak buahnya. Kalau tidak sayang tidak mungkin beliau cerewet sini, cerewet sana, analoginya seperti ibu kita sendiri lah.
Bos D ini kurang paham tentang bidang teknik, tetapi beliau saat itu kuliah di jurusan manajemen, cocok lah dengan tanggung jawab yang beliau emban.

Cuek Tapi Care
Itulah bos kedua saya. Saya merasa beliau adalah orang tercuek di dunia. Tidak pernah memperhatikan penampilan, tidak pernah (terlihat dari luar) peduli apa yang dikatakan orang lain terhadapnya.

Keilmuan beliau di bidang teknik memang bagus, hanya saja agak garing, agak kurang komunikasi. Tapi ketika ada yang perlu dibetulkan beliau akan langsung ngomong. Orangnya terkesan cuek tapi care sekaligus tegas. Tegasnya beliau tidak membuat anak buahnya takut tapi malah hormat dan mengagumi. Mungkin ini kharisma beliau. Salut.

Mbendol Mburi
Ini tipe bos saya yang terakhir. Mungkin beliau bos terakhir sebelum saya pergi dari perusahaan ini.
Oh ya istilah “mendol mburi” adalah istilah orang jawa timur yang artinya besar di belakang. Secara harfiah, bahwa permasalahan dipendam hingga akhirnya menumpuk dan menjadi masalah besar di kemudian hari.

Bos saya ini sejarahnya jadi manajer karena division head yang dulu cocok dengan beliau, jadi kesannya dipaksakan. Secara ilmu teknik bagus sekali tapi secara manajemen zonk.

Sudah dua kali musim penilaian dan terjadi pengulangan kejadian yang sama. Para anak buah dianggap sudah mengerti semua tugas yang diberikan. Perhatiannya hanya fokus pada orang-orang tertentu. Jika seseorang yang disenangi melihat video di jam kerja atau melakukan hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan di jam kerja tidak akan jadi masalah. Tapi kalau anak buah “pinggiran” ada yang suatu saat melakukan hal lain diluar pekerjaan di dalam kantor, nilainya langsung minus. Saya rasa beliau tidak sadar sudah menerapkan sistem seperti ini.

Tidak ada proses mengingatkan dan menasehati tentang pekerjaan anak buah dan kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat. Tipe bos seperti ini tidak akan menegur atau mengingatkan anak buah, tetapi kesalahan-kesalahan tersebut akan dicatat dan diakumulasi di akhir penilaian. Seperti kata pepatah ” air yang tenang justru banyak buayanya” ya tho? Tipe yang paling berbahaya.


Itulah 3 tipe atasan yang pernah saya alami. Tipe pertama dan kedua secara tampilan luar terkesan kurang begitu simpatik tetapi di dalam ternyata pemimpin yang sangat baik. Tipe yang terakhir malah sebaliknya, terlihat sangat baik di luar, ahli ibadah juga, selalu terlihat ramah dan penuh toleransi, tapi sangat polemik di dalam dan belum cocok menjadi pemimpin.

Saya sampaikan di sini bukan untuk menggunjing orang lain, tetapi agar kita semua bisa mengambil pelajaran.
Semoga kita bisa menjadi pemimpin yang mengerti ilmu untuk memimpin, termasuk untuk diri sendiri dan terlebih lagi untuk orang lain karena lebih berat bebannya jika menyangkut orang lain. Semoga suatu saat bos tipe ketiga ini mendapatkan hidayah Tuhan dalam arti yang sebenarnya. Aamiin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s