Be A Little bit Wiser


Mungkin shock culture, mungkin juga terlanjur benci. Sampai begitunya teman saya benci terhadap produk dari perusahaan saya. Padahal produk perusahaan lain juga ada yang lebih buruk. Tetapi hanya produk perusahaan saya yang dihujat, mungkin karena sayang ya…hehehe.

Teman saya ini sekarang tinggal di singapura dan memang saat ini bukan pemakai produk perusahaan saya. Tapi entah kenapa sampai sekarang dia sangat tidak obyektif dan sangat benci hingga melontarkan kata-kata yang bagi saya provokatif. Saya sangat berterimakasih jika ada komplain dari pemakai produk. Tapi kalau bukan pemakai? Wah bagaimana dia bisa bilang sekarang masih jelek produknya kalau dia sendiri tidak memakainya?

Memang di singapura (disampaikan oleh dia) kalau mental orang singapura suka feedback, dan feedbacknya sadis. Tentunya yang kasih komplain harus yang merasakan dan memakai produk tersebut. Tapi saya rasa memang orang yang tidak mengenal islam di satu sisi seringkali tidak ada adab. Mereka tertib dan pandai dalam hal mengatur negara tapi di sisi yang lain banyak juga kekurangannya. Bullying banyak, bunuh diri apalagi, zina dan masih banyak lagi. Tidak perlulah mengcopy sampai jelek-jeleknya dari budaya orang lain.

Jadilah seperti ilmu padi, orang bisa menjadi sangat pintar, sangat kaya, sangat tampan/cantik. Tapi jadilah juga bijaksana, sebagai tanda syukur kita.

Saya jadi mengaca dari teman saya tersebut. Bahwa saya tidak boleh menjadi seperti dia. Terkadang ketika saya merasa memiliki ilmu terhadap sesuatu, maka saya biasanya suka ngeyel dan keukeuh dengan pandangan saya (walaupun akhirnya saya tahu bahwa orang lain yang benar). Ketika teman saya merasa 100% produk perusahaan saya jelek, maka harusnya saya lebih bijaksana dengan “diam”. Bodohnya saya, tidak perlulah buang-buang waktu menjawab dan mengklarifikasi komplain dari orang yang bukan pemakai produk…. *bodoh memang hehe.

Begitupun ketika seorang teman tidak setuju dengan pandangan saya tentang kondomisasi menkes. Dengan beberapa macam argumennya, saya pahami bahwa dia ada di sudut pemikiran yang berbeda dari sudut pandang saya. Saya seharusnya lebih bijak dan berkata bahwa saya menghormati pandangan dia.

Ada 1 hal yang paling membuat saya miris adalah ketika ada orang-orang yang merasa memiliki ilmu agama lebih tinggi dari orang lain tetapi menjadi sangat kaku dan berlebihan. Sehingga menyalahkan semua orang yang tidak satu pengajian dengannya.

Agama itu mudah, setiap orang yang berlebih-lebihan dalam agama pasti akan dikalahkannya. Maka, bersikaplah yang benar dan permudahlah. (HR. Bukhari, dalam kitab Al-Iman 1/93)

Be a little bit wiser. Menjadi sedikit lebih bijaksana, seharusnya kita menjadi seperti itu. Pintar/cantik/ganteng/bertakwa dan (tentu saja) bijaksana.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. [QS. Al-Baqarah 2: 216]


One thought on “Be A Little bit Wiser

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s