Menyambung Simpul yang Longgar


Setelah beberapa tahun, akhirnya saya kembali menaiki bis hijau ke krian bersama ibu. Misi kali ini adalah menghadiri undangan sunatan anak paklik saya.

Sejak kecil rasanya saya tidak pernah mengingat wajah maupun berbincang-bincang dengan saudara-saudara saya di sini, di krian. Sebab ketika kecil dulu saya merasa menjadi cucu yang terabaikan dan hidup dibalik bayang-bayang sepupu-sepupu saya. Saya sangat tidak percaya diri, bukan anak yang ceria dan lucu, serta jarang berbicara. Kali ini kesempatan bagi saya untuk mengakrabkan diri dengan saudara saya (paklik dan bulik) anak-anak dari saudara kakek saya dari ibu (panjang juga ya nyebutnya, hihihi). Sayang sekali jika kesempatan ini dilewatkan begitu saja, apalagi paklik saya sudah datang ke rumah untuk mengundang secara langsung. Beliau berkata untuk menyambung persaudaraan. Mereka ini memang luar biasa, selama ini mereka (keluarga saya di krian) juga selalu menyambung komunikasi dengan saudara jauh di desa seketi dan desa pateman, yang saya tidak tahu menahu letaknya di pulau jawa sebelah mana.

Dan… inilah pertama kali saya memiliki kesempatan ngobrol. Saya baru tahu ternyata paklik saya ini cuma 3 tahun lebih tua dari saya. Terus anaknya umur berapa? Yang sedang disunat ini umurnya 11 tahun. Berarti kira-kira paklik saya menikah umur 22 tahun. Uwowwww… Cool…

image
Paklik dan ibu saya
image
Yang disunat (tengah)

Villagers are villagers. Dulu saya menyebut krian adalah desa dan sekarang pun masih tetap begitu. Orang-orang sini pun begitu ramah. Walau kami jarang bertemu tapi seakan-akan sudah sering bertemu. Terlihat dari bahasa tubuh, mimik wajah dan nada bicara. Semua terkesan natural dan akrab. Dari dulu saya suka berangan-angan hidup sederhana di desa, sepi, tidak banyak keinginan. Inginnya hidup di desa seperti ini.

Well at least today’s mission is accomplished. Hope to come here again… soon… but no green bus. Saya nggak mau naik bis hijau karena lamaaaa sekali waktu tempuhnya. Dari rumah ke krian lebih lama dari waktu tempuh pesawat surabaya-jakarta. Saatnya balik ke Surabaya dan…

See you soon krian…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s