Mode Cuka


Hari ini sepertinya bisa saya nobatkan sebagai hari cuka sedunia. Mulai dari pengantar barang, mbak-mbak customer service, penjaga toko, di tempat yang berbeda, sama-sama bermuka masam. Untungnya penjaga parkir nggak ikut-ikutan bermuka cuka, kalau ikutan wabah cuka bisa saya serempet pakai mobil-mobilan, hehe.

Alhamdulillah ditengah gelombang wajah cuka yang tengah mewabah, saya masih bisa tersenyum pada mereka, walau agak kecut juga. Mengingatkan saya bahwa kira-kira begitu lho wajah saya kalau sedang BT. Hiii ngeriiii kaliiii….

Oke cukup tentang cuka. Beberapa hari ini ceramah di masjid selalu menyinggung tentang sholat jamaah di masjid terutama waktu subuh. Keutamaan sholat subuh berjamaah di masjid adalah seperti sholat malam semalam suntuk. Sedangkan sholat fajr (qobliah subuh) ganjarannya adalah seperti mendapatkan dunia dan seisinya. Wow banget nggak tuh? Saya yang sudah tahu saja masih terbengong-bengong. Mungkin karena susah untuk melaksanakannya sehingga ganjarannya juga gede.

Seharusnya mudah saja bagi saya yang masih sehat walafiat, muda dan enerjik untuk sholat subuh jamaah di masjid, tapi entah kenapa kenyataannya susah sekali. Sholat tarawih pun, saya sama juga gerakannya, lambat seperti para orangtua di sekitar saya. Bahkan bude saya yang sudah sepuh dan sholat sambil dudukpun datang ke masjid lebih dulu dari saya. Hffttt… yang masih diberi karunia fisik lebih kuat kalah sama pinisepuh (orang-orang yang sudah tua). Tapi mirip kejadiannya dengan wabah cuka yang saya sebut tadi. Walaupun orang-orang itu bisa lebih cantik, cakep, wajah tidak berkerut, dapat pahala dengan tersenyum, tapi mereka memilih ada di mode ‘cuka’. So ? It’s just a matter of choice.

Kalau wajah kita banyak kerut, pahala sedikit, rasanya memang tidak ada lagi yang harus ditegur selain diri sendiri. Salahe dewe. Oke, mungkin kita bisa bilang setiap orang punya masalah dan kasus yang tidak bisa disamakan, tapi ayolah kita bisa lebih baik dari ini. Kalau masih ingin rasa masam, paling nggak turunkan levelnya di jeruk sunkist. Kalau sholat jamaah subuh mungkin bisa dimulai dulu beberapa kali seminggu, untuk latihan.

Tidak ada yang sia-sia dari perbuatan baik walau sebesar biji sawi. Bener nggak ? Sooner or later we’ll get what we plant, halah :p


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s