Dua Cewek Teman Baru Saya


Alhamdulillah beban fisik agak berkurang dengan berakhirnya les bahasa jepang level 1B. Selama 1,5 bulan ke depan, saya dan teman-teman memutuskan untuk libur puasa dan idul fitri. Semoga ketika masuk ke level berikutnya lebih fresh dan tidak lupa. Semoga juga nilai saya cukup bagus untuk dapat naik level, hehehe. Maklum, kalau di kelas suka nggak nyambung. Perjalanan menuju tempat les yang super crowded dan jauh membuat saya jadi oon dan lama loading waktu di kelas, soalnya sudah capeee’ booo’. Untungnya teman 1 kelas saya bisa diandalkan, ce yang kira-kira kelahiran tahun 94 dan banyak waktu luang (saya terselamatkan).

Berkat adanya teman saya ini, saya bisa mendapat tambahan waktu privat gratis, yaitu dengan datang ke rumahnya. Bukannya memanfaatkan, tapi kan itulah gunanya teman (untuk dimanfaatkan, xixixi).

Sewaktu berkunjung ke rumahnya, saya sempat surprise juga mengetahui bahwa dia trauma untuk pergi kuliah. Really? Rasanya itu trauma umum, terutama bagi yang ketemu senior gembel dan suka bentak-bentak di kampus deh. Tapi saya tidak bisa menyalahkan, karena tiap orang memiliki aspek psikologis yang berbeda.  Tapi sayang sekali kalau dia akhirnya berhenti kuliah gara-gara muak dengan teman kuliah dan para dosennya yang memaksa dia mengikuti kegiatan kampus. That’s life, kadang harus bersakit-sakit dan bermuak-muak dahulu sebelum akhirnya bisa bebas menentukan apa yang kita suka. Anyway, saya cukup berterimakasih karena dia selalu menyelamatkan saya di kelas, hehehe. Pelajaran yang bisa saya ambil dari teman saya ini, dia itu PeDe, murah senyum dan mudah berteman dengan siapa saja.

—-

Jika 1 pintu kebahagiaan tertutup, maka pintu lain akan terbuka. Benar sekali broo… Entah kenapa teman hangout saya 1 orang cowok ini serius menganggap saya suka, ngefans (apapun lah namanya) sama dia. Ya, mungkin kadang kalau dia lagi agak cakep, memang terbersit pikiran untuk ngefans, tapi dia banyak jeleknya daripada cakepnya.

Singkat cerita, dia merahasiakan kalau punya pacar selama bertahun-tahun dan memilih berbohong pada semua orang kantor yang menanyakan apa dia punya pacar. Selidik punya selidik, saya yang hobby meriset orang, akhirnya menemukan sejumlah bukti siapa pacarnya dan kapan mereka jadian.

Berhubung saya eneg berteman sama tukang bohong, akhirnya saya memutuskan untuk cari/ganti teman hangout. Pucuk dicinta ulam tiba (gak ngerti juga arti kata asalnya ulam itu apa, kalau bahasa jawa sih artinya lauk). Di divisi sebelah, ada anak outsource baru, cewek kalem walaupun agak cerewet. Dia sudah 4 tahun kuliah di surabaya tapi tidak pernah kemana-mana – haaaah kesempatan. Diapun ternyata suka untuk hangout. Kebetulan dia tidak banyak aktivitas sewaktu malam hari. Jadilah teman baru saya ini saya nobatkan jadi teman hangout saya waktu malam, xixixi. Kalau siang sudah ada sendiri teman hangout saya.

—-

Baguslah bagi kejiwaan saya untuk berteman dengan cewek-cewek sabar, kalem, pengertian. Siapa tahu saya dapat mencontoh sisi-sisi baik mereka ini. Jadi biar nggak terlalu suka mempressure orang, xixixi.

 

 

 

 


2 thoughts on “Dua Cewek Teman Baru Saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s