Japan, The First Day


Taraaa akhirnya tiba juga saat yang ditunggu-tunggu… ke Jepang… Jepang… Jepang… Di rumah ibu saya berkali-kali mengingatkan untuk membawa paspor, KTP, dan tiket. Tetapi sesampainya di bandara, uang 70000 yen malah ketinggalan, astaghfirullahaladziiim… @_@

Biarlah, untung masih bisa minta tolong orang rumah buat transfer uang ke rekening. Tapi rugi juga karena rugi perbedaan kursnya. Kata teman saya, liburan itu untuk dinikmati. Teman saya ini tipe orang yang mendetail dan saya mengandalkan dia untuk mengatur jadwal perjalanan sampai ngeprint jadwal perjalanannya serta peta-peta subway dan bis, xixixi.

Perjalanan yang begitu lama dan udara dingin pesawat yang membuat badan saya kaku membuat saya langsung kapok. Kapok nggak lagi-lagi ke Jepang deh. Baru sampai di Kansai airport, badan sudah pegel-pegel dan ngantuk setengah mati karena saya tidak bisa tidur dalam pesawat (nggak terbiasa tidur dalam ruangan bersuhu kulkas). Keberangkatan dari Surabaya tanggal 14 Mei 2013 jam 17.45, Transit di KL jam 20.30 WIB (19.30 waktu KL), kemudian lanjut naik pesawat airbus ke Jepang jam 22.00 waktu KL. Tiba di Kansai 7 jam 30 menit kemudian. Saya agak rancu berapa jam perjalanan karena perbedaan waktunya.

Sesampai di airport bisa lanjut dengan bersih diri (kecuali mandi), gosok gigi, cuci muka, dan ganti baju. Walaupun toilet di sini tidak ada shower, namun ada bidet atau tombol untuk menyemprotkan air dari belakang.

toilet airport

Di airport bisa beli shurutto pas kansai. Kansai pass ini kartu terusan untuk kereta subway selama 3 hari seharga 5000 yen unlimited.

Hari pertama sampai di Osaka rencananya akan mengunjungi Himeji Castle, kemudian cek in hotel dan istirahat. Hari kedua lanjut ke Osaka Castle, Akuarium Kaiyukan, naik Ferris Wheel dan jalan-jalan malam hari di Namba.

Kendala bahasa belum terasa di airport karena hampir semua petugas informasi mahir berbahasa inggris. Ketika nyampai di stasiun kereta kansai dekat airport barulah terasa. Kami hendak bertanya kepada petugas penjaga tiket kereta tentang lokasi kereta yang kami maksud. Akhirnya setelah bertanya dengan sedikit bahasa Jepang, bahasa Tarzan dan peta, Alhamdulillah bisa naik kereta yang benar.

coin locker
coin locker
coin locker
coin locker

Di stasiun, kami menitipkan koper di coin locker. Hampir di setiap stasiun ada coin loker kecuali lokasi stasiun yang sangat kecil di kampung-kampung tidak ada coin loker ini. Dalam 1 stasiun besar biasanya tidak hanya ada 1 tempat coin loker tapi ada banyak di beberapa tempat. Coin locker ada beberapa pilihan ukuran mulai dari paling kecil sampai paling besar. Locker ini menerima uang hanya 100 yen.

nasi salmon
nasi salmon

Di stasiun juga ada family mart yang menjual nasi kepal, sehingga kami yang kelaparan karena belum sarapan segera saja beli nasi disitu tentu saja memilih yang seafood, lebih besar kemungkinannya halal. Tetapi ternyata saya tidak doyan dengan makanan mentah, walaupun sebenarnya rasanya enak. Family mart di jepang hampir sama seperti indomart atau alfa mart di Indonesia.

Oke, setelah sarapan, kami lanjut ke kastil Himeji / Himeji Castle. Berhubung kami berangkat ke kastil diatas jam 12, jadi harus buru-buru biar bisa menikmati seluruh isi kompleks kastilnya. Untuk memburu waktu, kami putuskan naik shinkansen, walau jaraknya tidak terlalu jauh, harga tiket shinkansennya tergolong mahal.

Shinkansen
Shinkansen

Kastil utama Himeji ini masih dalam pemugaran sampai 2015 sehingga kami tidak dapat masuk ke dalam kastilnya, namun ada menara yang bisa dikunjungi untuk melihat kastil yang sedang dipugar ini sampai ke tingkat paling atas. Beberapa bagian kastil-kastil kecil lain bisa juga dikunjungi. Pemugaran kastil ini dengan menggunakan bahan-bahan asli yang masih utuh, jadi tidak merubah bentuk aslinya.

Kastil Himeji
Kastil Himeji
Halaman depan kastil Himeji
Halaman depan kastil Himeji

Karena sudah sore waktu kami di Himeji, kami memutuskan untuk cek in dulu ke hostel. Lokasi hostel kami ada di dekat stasiun dobutsuenmae, yaitu Toyo Hostel. Letak dobutsuenmae ada di pinggiran osaka, jadi stasiunnya kecil. Saya kurang merekomendasikan hostel ini karena toiletnya totally dry, tidak ada bidet jadi agak gimana gitu bagi saya yang terbiasa menggunakan air di toilet.

Setelah cek in, makan malam, lanjut istirahat… zzzz….

Keuangan hari 1 :
Kansai pass : 5000 yen.
Shinkansen : 6300 yen.
Sarapan : 360 yen.
Hostel : 1500 yen.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s