Kecewa di hari pertama mengurus visa


Saatnya sesi curhat. Sad but true, saya memang nggak punya teman curhat sampai harus curhat via online hehehe. Untungnya belum ada undang-undang yang melarang curhat via online. Sudah cukup lah dengan teman-teman yang selalu telat janjian, sudah cukup dengan teman yang cuma peduli sama kesenangannya sendiri dan anggap saya aksesori, cukup sama teman oportunis, cukup dengan teman yang datang kalau lagi butuh tapi nggak pernah ingat saya waktu dia senang (cuma suka pamer distatus makan enak-enak disaat saya nahan lapar karena bingung mau makan dimana&sama siapa), cukup dengan teman yang suka muji (belakangan udah gak pernah lagi sih). Dari semua jenis teman itu yang paling menyebalkan adalah yang selalu telat dan berpikir saya tidak akan bisa menghasilkan sesuatu yang baik, tidak becus kerja, dan semacamnya, i have another skill.

Tampaknya saya memang tidak cocok berteman dengan manusia, cocoknya sama kucing saja. Kalau kita baik, kucing pasti akan baik juga sama kita. Well faktanya teman-teman baik saya adalah orang-orang kalem, good attitude dengan selera humor yang bagus, serta orang-orang yang sederhana. Sayangnya di sini sudah tidak ada lagi yang seperti itu, mereka sudah pada pindah. Yang belum pindah pun sudah ribut dengan anak semata wayangnya.

Hari ini bisa dibilang masuk dalam salah satu hari terburuk selama hidup saya. Hari ini sudah ijin cuti ke bos akan mengurus visa jepang. Janjian dengan calon teman seperjalanan jam 9 (usul dia), tapi baru terealisasi jam 10.50, itupun saya harus menunggu setengah jam karena berbagai sebab. Sudah masuk ke ruang loket permohonan visa, lupa tidak bawa paspor dan diminta untuk melengkapi fotokopi KSK. Akhirnya saya buru-buru pulang untuk ambil karena loket akan tutup jam 11.30. Setelah saya berhasil sampai dengan membawa kekurangan syarat tadi ternyata uang tabungan yang cuma 13 juta dinyatakan kurang oleh mbak petugasnya. Ampuunnn. Padahal saya tadi sudah ngebut-ngebut ala rossi, panas, keringatan, tapi hasilnya sia-sia. Saya disuruh kembali lagi kalau print rekening tabungan sudah lebih dari angka 20 juta. Kalau dari cerita orang-orang di internet rata-rata dihitung biaya sehari di jepang 1 juta, saya pikir bakal diterima kalau tabungan ada 13 juta karena saya cuma 6 hari di sana. Dan menurut orang-orangpun, mereka mudah saja mendapatkan visa walau uang di tabungan tidak fantastis, asal cukup buat biaya hidup di sana.

Kecewa karena teman selalu telat lama waktu janjian + kecewa ditolak mbak loket visa membuat sumbu saya habis. Saya langsung saja ngacir pulang sambil nangis. Untungnya kaca helm saya hitam, jadi tidak kelihatan kalau saya nangis ( padahal meskipun kelihatan, nggak bakal juga ada yang merhatikan). Ya sudah lah nunggu gajian saja cetak rekening lagi. Lagian saya sudah tidak begitu minat berangkat ke jepang karena teman saya sudah kelihatan nggak asik. Tapi mengapa saya memilih bepergian dengan dia? Karena beberapa alasan yaitu dia punya uang untuk pergi ke jepang, dan dulu fine saja pergi dengan dia walaupun pulangnya saya harus pulang sendiri karena dia pulang bareng sama keluarganya (seharusnya dari situ dah ketahuan orangnya seperti apa). Dan kini, bahkan perjalanan pun belum dimulai tapi saya sudah  merasa terdzalimi berkali-kali. Dia sering telat lama kalau janjian ( udah keceplosan ngomong tadi karena bete tidak terhingga ).

Sudah terlanjur beli tiket, nikmati saja yang ada. Kalaupun nanti di sana tidak cocok masih bisa jalan-jalan sendiri-sendiri. Itupun kalau berhasil dapat visa, sekarang sudah males sih ngurusnya. Huh membayangkan mereka yang apply visa amerika, sabarnya kayak gimana ya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s