Ibu Saya dari Gang Kelinci


Pernah dengar lagu “Gang Kelinci” ? Lucu ya liriknya ? hehehe. Pertama dengar ada gang kelinci di kampung saya, saya penasaran ingin tahu seperti apa gang-nya, dan saya ingin tahu seperti apa rupa rumah mungil membahagiakan yang sering diceritakan ibu dan kakak-kakak saya, yang terletak di gang itu.

Jauh sebelum saya lahir, kehidupan keluarga orang tua saya sangat pas-pasan di awal tahun 1970-an. Pertengahan 1970-an, kakek saya dari ibu membelikan sebuah rumah mungil yang terletak di gang kelinci. Seperti apa gangnya? Lebar jalannya hanya sekitar 1 meter dengan rumah-rumah kecil berdempet-dempetan sepanjang kanan kiri jalan. Bisa membayangkan? Saya tidak akan percaya kalau kehidupan disana bisa begitu menyenangkan, tanpa bisa melihat sinar matahari masuk menyinari gang. Tetapi itulah yang diceritakan keluarga saya, bahwa kehidupan mereka di gang kelinci adalah kehidupan yang sangat menyenangkan. Miskin tapi bahagia.

Di gang kelinci inilah semua cerita menyenangkan dimulai, meninggalkan cerita-cerita masa lalu yang tidak menyenangkan. Di gang kelinci inilah berdiri rumah pertama yang ditinggali keluarga kecil orang tua saya. Rumahnya hanya berukuran 4×3 meter berlantai 2, yang lantai duanya terbuat dari kayu. Lantai 1 digunakan untuk dapur dan sedikit space untuk kursi plastik untuk menerima tamu. Lantai 2 dilengkapi dengan beranda yang terdapat pot-pot bunga kecil. Lantai 2 digunakan untuk kamar dan ruang serbaguna aktivitas keluarga.

Bagaimana kehidupan di sana bisa begitu menyenangkan  ? Itulah yang tidak bisa rasakan maupun saya pahami hingga saat ini, sebab ketika saya lahir kakek saya sudah membelikan rumah yang lebih besar di gang yang lebih lebar. Menurut cerita, kehidupan di gang kelinci penuh dengan kebersamaan. Sesama tetangga begitu guyub dan rukun. Selama di gang kelinci keluarga saya sudah merasakan begitu banyak kebersamaan dan senyuman.

Hidup susah sedari kecil, ibu saya tidak pernah bisa lulus sekolah rakyat walaupun dia senang bersekolah. Kemudian menikah di usia 17 tahun dan tinggal tidak menetap sampai di gang kelinci. Walau berpendidikan rendah, ibu saya selalu menanamkan agar kami (anak-anaknya) serius dalam menuntut ilmu, yang mana tidak dilakukan oleh orang-orang lain sesama penghuni gang kelinci. Hingga akhirnya keluarga kecil orang tua saya pindah rumah di tempat yang lebih layak ditinggali.

Rumah kami kini lebih besar, di gang yang sedikit lebih lebar yaitu kurang lebih 2 meter. Tidak ada kebersamaan dengan tetangga disini. Walau mendapatkan kehidupan yang lebih layak, namun saya sedikit menyesal tidak dapat merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan di gang kelinci. Dan saya juga menyesal tidak bisa mengingat kebun kecil yang dirawat oleh orang tua saya di rumah ini karena mungkin pada saat itu saya baru lahir. Menurut cerita ibu saya, halaman samping rumah ini dulunya ditanami bunga-bunga matahari, ada kandang ayam dan beberapa pohon (saya hanya ingat bagian ayam saja, hehehe).

Saya menceritakan sedikit tentang ibu saya karena di negara ini tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai hari ibu. Bagi saya setiap hari adalah hari ibu karena memang tidak ada 1 hari pun yang saya lewati di rumah ini tanpa kehadiran dan peran ibu saya. Bagi saya hari ibu pelaksanaannya bukannya ibu saya tidak ngapa-ngapain, tetapi memberikan beliau hal-hal yang membuat beliau tersenyum (hiks hiks kadang saya juga sering membuat beliau sedih tanpa sengaja). Kadang saya benar-benar iri dengan kakak-kakak saya yang sempat tinggal di gang kelinci. Saya membayangkan bagaimana dulu ibu saya begitu berbahagia menikmati hidupnya. We can say, full of joy.

Selamat hari ibu buat semua ibu di Indonesia. Kalian adalah masyarakat ini. Tanpa peran ibu, tidak ada sebuah keluarga yang sukses dunia dan akhirat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s