UGD Plisss


Rasanya 2 minggu ini adalah yang terberat dalam 5 tahun terakhir. Bener-bener butuh ke UGD, “Unit Gempor Darurat” dan “Unit Galau Darurat”. Hari sabtu 2 minggu lalu kaki ini melancong ke pandaan dan kebun raya purwodadi. Pulangnya bertengkar hebat dengan kernet angkot. Dan malam harinya jalan-jalan sambil mata kriyip-kriyip ke mall niatnya nukerin kupon diskon dawetnya mbak Kun (yang ternyata setelah antri lama, dawetnya habis, huaaaaaa bercucuran air mata).

Setelah gempor gak karu-karuan, kamisnya dapat instruksi mendadak untuk lembur malam. Dan hari itu adalah yang kedua kalinya bekerja nonstop selama 2 hari berturut-turut (artinya melek selama lebih dari 24 jam). Kejadian pertama adalah ketika activity LAC Splitting. Kejadian kedua adalah hari kamis itu dengan activity Reparenting BSC. Dua aktivitas tersebut dulu selalu dikerjakan oleh vendor. Demi menghemat anggaran, mulai saat ini hal-hal yang sekiranya bisa kami lakukan sendiri maka akan kami eksekusi. Setiap activity, experiencenya berbeda-beda. Sehingga tidak bisa dipastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut.
Rasanya seperti menjadi korban tabrak lari, semuanya serba dadakan. Siangnya dadakan disuruh ikut rapat yang sudah hampir selesai. Malamnya ikutan melek (ceritanya magang ke senior), pagi-siangnya ditinggal PICnya disuruh nerusin kerjaan yang belum selesai karena ada data yang tidak pas. Benar-benar seakan-akan menjadi korban tabrak lari. Rasanya bisa dengar suara ambulance menuju UGD..niu…niu…niu….

Penderitaan belum selesai, hari senin minggu depannya ngebut ngerjakan command untuk Reparenting BSC berikutnya. Walaupun badan panas dingin, besok malamnya (selasa malam) aktivitas melekannya. Akibatnya hari rabu malam saya langsung dengan mantab memanggil bu pijet. Pliss bu pijetin saya ya…. Alhasil sekarang badan panas beneran, tapi bukan panas seperti di iklan bodrex*n.

Kegemporan pun ternyata bukan satu-satunya karunia di 2 minggu ini, kegalauan pun ikutan menyerang. Tampaknya galau sangat mudah menyerang saya jika kondisi fisik sedang drop, mirip virus flu. Masih sebel sama sahabat baik yang dengan entengnya berbohong. Masih terus mencoba move on karena suka sama someone (nge-fans dikit). Totally broken down, fisik dan mental. Mama oh mama aku ingin pulang… Mama menjawab : kan elu dirumah terus sejak lahir procot sampe segede gini. Aq : oh iya ya… (terbawa suasana)
Kegalauan juga tidak sampai disitu. Gara-gara setiap hari nongkrongin pesbuker, jadi apal lagunya bu rita sugiarto… “Hariii iiiniiii, saya umumkan pada bulan… Pada bintang…. Dapatkah kumiliki seorang kekasiiih..ih..ih… Dunia akhirat”. Jadi ngingetin kalau saya juga pingin punya pasangan dunia akhirat. Di saat yang sama orang-orang sekitar pada bisikin “ayo kamu kapan merid, pada disalip sama yang jauh lebih muda”. Help meee….. Ya Allah berilah ganjaran kesabaran dan kemupengan ini dengan surga, aamiin.

Saatnya istirahat dan memimpikan “pacar” dunia akhirat. Semoga mimpi ketemu bidadarašŸ™‚
Dan ketika bangun badan ini sudah tidak gempor dan hati ini tidak galau…. Met istirahat buat semuanya. Bismika Allahumma ahya wa amut.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s