Nikah Tak Bisa Dipaksa


Beberapa hari yang lalu seorang teman baik menyarankan saya untuk mengunjungi lajnmen.blogspot.com. Dia bilang isinya mirip banget sama cerita kami. Hmm okelah karena penasaran, saya segera ke TKP. Baru baca artikel pertama sudah ngakak ngakak. Lanjut deh ubek-ubek isi itu blog.

Sampailah suatu klik ketemu dengan artikel yang judulnya “Raenina mencari suami”. Tampaknya inii yang ceritanya 99% mirip cerita saya. Dan herannya, kok bisa kata-kata ibu si rae sama persis dengan kata-kata ibu saya (tentunya beda titik koma dan beberapa kata yang diganti). Saya sungguh heran kok bisa sama persis padahal belum ada konvensi nasional ibu-ibu yang anak ceweknya telat nikah. Ibu saya pun pasti belum pernah baca artikel tersebut, karena seumur-umur memang nggak tahu cara buka internet.

Menurut beberapa artikel di blog lajnmen, juga menurut konsultan pernikahan yaitu pak noveldy dalam kultwitnya, seseorang tidak boleh memaksakan diri untuk menikah. Atau tepatnya tidak boleh tergesa-gesa menikah jika belum siap. Belum siap ini karena banyak hal, misal nggak sreg sama calon, ingin menikah tapi takut, merasa siap nikah padahal sebenarnya belum. Karena jika dipaksakan nikah (kata pak noveldy) biasanya banyak yang berujung pada cerita sedih.

Terlepas dari hal-hal diatas, saya sendiri belum siap nikah karena nggak ada calonnya, huehehe. Habisnya setiap cowok yang muncul selalu ‘ajaib’. Agak mirip dengan teman baik saya. Setiap ketemu sama cowok yang statusnya single, bisa dipastikan 5 dari 10 orang akan nempel. Dan pada saat yang sama dia bisa mengoleksi cowok yang : jadi pacar, jadi TTM, ngejar-ngejar, dan ngajak nikah. Tapi dia juga menghadapi dilema yang sama dengan para wanita pada umumnya, because nobody’s perfect. Yang jadi pacar, gak taulah kapan bakal nikah, yang jadi TTM gengsi tinggi tapi IQ jongkok, yang ngejar-ngejar mirip psikopat, yang ngajak nikah hampir semuanya perfect kecuali masalah fisik. Kalau saya sih kasih saran milih yang ngajak nikah, karena sudah jelas. Jelas mapannya, jelas dewasanya, jelas nggak pelit, jelas serius dan (tentu saja) jelas nggak cakep (xixixi). Tapi jelas mau menerima apa adanya calon istrinya. Tapi kalau si teman saya nggak mau, ya nggak bisa dipaksa juga tho.

Oke, saya lanjut sedikit bahas kultwitnya pak noveldy nih (linknya di http://chirpstory.com/li/18837). Kalau emang ngerasa belum siap nikah atau takut, harus dibenerin dulu mindsetnya sebelum menikah. Ibaratnya PC secara hardware sudah ready tapi secara platform software masih acak adul, wah bisa-bisa PC crash pas jalanin aplikasi. Jadi harus dibenerin dulu software biar klop sama hardwarenya.

Entahlah, tapi memang selalu ada sisi positif disetiap sesuatu seperti yang sempat saya baca di dakwatuna.com. Artikelnya bagus sekali (linknya di http://m.dakwatuna.com/2012/08/22234/jodohku-di-manakah-dirimu/?fb_ref=wp). Isinya bukan menggurui atau membantu para wanita single meratapi nasibnya, tapi lebih membuka wawasan dan membantu menentramkan hati. Saya pribadi berharap seperti raenina yang ingin menikah sebelum umur 30 tahun. Tapi kalau sudah 30 tahun dan Tuhan menakdirkan yang lain ? Jawabannya seperti tagline saya hari ini “Apapun jalan hidupmu adalah yang terbaik dari TuhanMu”. Tidak peduli apapun kata manusia, hidup kita adalah anugerah terbaik dari Tuhan. Kita hanya bisa mengusahakan, Tuhan yang menentukan dan mengatur yang terbaik untuk kita. Dan jalan hidup, rezeki, jodoh, kelahiran, kematian bukan sesuatu yang main-main. Itu semua diluar kehendak kita dan tidak bisa dipaksakan. Saya hanya bisa menyarankan kepada sesama single, tetap lakukan bahkan menambah segala hal yang baik entah itu introspeksi diri, berdoa, beramal, mencari ilmu, dll. Karena Tuhan tak bisa dipaksa untuk menuruti keinginan kita, hanya diri sendiri yang bisa dipaksa untuk berusaha yang terbaik menjemput pernikahan.

Wallahua’lam bishowab.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s