Last Interview


“Hari ini senang?”
Awalnya ragu menjawab, tapi akhirnya menjawab juga “Senang pak”.
“Kenapa senang?”
“Hidup itu disyukuri pak, jadi saya senang. Dimanapun berada harus senang”
Jawaban asal njeplak (asal jawab) hehehe.
Kesimpulan pewawancara “oh senang karena bersyukur maksudnya”.
Saya menjawabnya sambil senyum-senyum, dan saya tetap demikian sampai wawancara berakhir.

Mindset, pola pikir saya dengan 3 pewawancara tadi benar-benar berbeda. Entahlah. Rasanya saya dan mereka hidup di dunia yang berbeda.

Sedikit sekali pertanyaan tentang kepribadian dan cara berpikir saya. Pertanyaan paling banyak adalah tentang kemampuan/keahlian saya dan tentang bank indonesia sendiri (yang sering saya jawab tidak tahu, dan kalaupun saya jawab beberapa kali ditertawakan oleh mereka, cuek aja beybeh). Oh ya jangan terjebak dengan pernyataan atau pertanyaan mereka (para pewawancara). Jika ditanya segala sesuatu apalagi yang menyangkut pihak lain diluar diri kita, cobalah untuk menjawab secara umum. Apalagi jangan terjebak membicarakan keburukan pihak lain.

Menurut bapak dari SDM BI diawal, para pewawancara akan mencari kandidat yang BI banget. Jadi kalau misal saya nggak diterima, berarti saya nggak BI banget tapi Indosat banget, hehehe. At least saya sudah berhasil mengumpulkan tanda tangan komplit dari 7 tahapan tesnya.

Di tahap wawancara terakhir ini masih ada 505 peserta tes, padahal yang akan diterima hanya 150 orang. Masih banyak beud. Yang saya tidak habis pikir, kenapa di wawancara akhir masih begitu banyak peserta? Bukankah memboroskan budget dan tenaga pewawancara yang notabene adalah orang-orang penting di BI (para deputi gubernur)? Untuk sampai lolos tahap kesehatan kemudian ke wawancara akhir, otomatis para peserta dianggap kompeten dari segi akademik, psikologi, dan kesehatan. Saya rasa dari situ sudah bisa dipetakan orang-orang yang berkompeten. Sehingga wawancara terakhir benar-benar sudah merupakan orang-orang pilihan. Tapi nyatanya masih banyak juga pesertanya. Biasanya kalau perusahaan yang lain hanya tersisa orang-orang yang chancenya sudah 95%, lha ini chancenya cuma 30%-an…oh my…

Oh ya menurut informasinya peserta disaring bukan berdasarkan quota per kota melainkan memang diranking secara nasional. Tapi ada seorang peserta dulu pernah bertanya apakah boleh dia pindah dari lokasi tes surabaya ke jakarta. Oleh petugas pengawas tidak dengan tegas dijawab boleh atau tidak, tetapi berkata kira-kira kalau dia pindah tes di jakarta maka akan bersaing dengan para kandidat yang lebih berkualitas. Dari jawaban tersebut ada dualisme ya, antara diranking nasional atau filter per kota. Hhhhh entahlah yang benar yang mana.

Awalnya saya tidak deg-degan karena memang nothing to lose. Tetapi seiring dengan keluar masuknya para peserta lain, lha kok saya jadi tertular sport jantung. Apalagi kalau melihat ekspresi dan mendengar cerita-cerita mereka tentang pertanyaan dan ekspresi pewawancara. Perut saya jadi terasa mules, mata jadi ngantuk berat, mood sudah minus. Ditambah lagi saya memang peserta terakhir yang mendapat giliran sore hari. Tambah deg-degan.

Ya sudahlah, ini sudah tahapan terakhir dan tidak ada tes lagi. Setidaknya sudah menambah beberapa orang teman. Teman-teman baru diluar lingkungan saya yang mbulet itu-itu saja. Diawali dengan senyuman, dan diakhiri dengan senyuman. Sepanjang wawancara yang paling memalukan pun saya senyum-senyum saja, emang muka tembok kali ya, hehehe. Kalau dipikir-pikir memang memalukan karena beberapa jawaban konyol saya. Semoga bapak-bapak pewawancara tadi tidak ingat lagi wajah dan nama saya, hiks hiks.

Anyway, sekian sharing tentang tes wawancara akhir BI PPCM 30 di Surabaya. Semoga bisa bermanfaat bagi yang akan atau berminat ikut tes di bank indonesia. Good luck buat semuanya ^_^


4 thoughts on “Last Interview

  1. mbak wulan ni udah kerjaan keren masih nyari aja.. eh gitu yg dicari juga dapat.. emang nyari apa sih mbak dari kerjaan ?.. apa g kesian sama yg belum dapat kerja heheheh..
    aniwei selamat ya mbak .. semoga sukses selalu…

    1. Wah jadi tambah merasa bersalah nih, masalahnya yg bilang gitu banyak orang, hiks hiks. Gak nyari apa2, awalnya cuma coba-coba, lha kok nerus sampai akhir ~.~
      Kalau saya nggak terusin kan malah kasian pengorbanan orang2 yg nggak lolos😀
      Makasih makasih sukses juga buat kamu🙂

  2. hai mbak, saya lagi nyari2 info tentang tes BI minggu depan jadi nyasar ke sini
    keren bisa sampai tahap akhir😀
    terus lanjutannya mana ya mbak? lolos kah? *penasaran hehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s