PENAku 1999


Masih begitu tergambar dengan jelas di ingatan, masa ketika itu. Begitu senangnya saya diterima masuk di sekolah favorit di Surabaya, yaitu SMA Negeri 5 Surabaya menjadi seorang SMALANE. Senang bukan hanya untuk diri sendiri, tapi saya bahagia telah membahagiakan ibu dan keluarga. Dan kira-kira seperti hari ini, 13 tahun yang lalu. Esok adalah saat yang mendebarkan dimana saya pertama kali menginjakkan kaki di SMA 5 sebagai seorang siswa didik. Saya bertanya-tanya apakah yang akan terjadi? Bagaimana teman-teman saya yang konon pintar-pintar dan kaya-kaya? Apakah saya bisa beradaptasi? Well, itulah pertanyaan dasar dalam benak saya ketika itu.

Hari-hari pertama datang ke sekolah kurang begitu saya ingat. Saya hanya ingat dari awal datang ke sekolah ada panitia penyambutan dari para senior. Situasi sudah dibuat tegang dan mencapai puncaknya pada acara PENA. Hari-hari pertama ke sekolah hanya diisi dengan daftar ulang dan mengambil perlengkapan seragam, dan tentu saja acara memutari koridor yang mengerikan. Melihat para panitia di sepanjang koridor seperti patung setan yang sedang murka, bedanya mereka bisa memberhentikan kita dan membentak-bentak (fiuhhh). Kemudian ada waktu jeda kira-kira 1 minggu sebelum dilaksanakannya MOS, karena kami harus menjahit kain seragam juga. MOS di sekolah ini unik karena memiliki nama sendiri yaitu PENA. Apa itu PENA? Mari kita ulas lebih dalam di bagian selanjutnya…. Yuuuk…

Eh PENA singkatannya apa ya? Kok jadi lupa. Kayaknya Pekan Pengenalan Almamater. Memang isinya bukan hanya gemblengan mental, tapi jadi benar-benar ngeh dengan almamater. Isi PENA ya banyak omong kosongnya tapi lebih banyak pembinaan yang baiknya. Setelah dewasa, jadi terimakasih pada sekolah dan para senior karena telah menyelenggarakan PENA. Gara-gara ikut PENA saya jadi nggak terlalu gembeng (cengeng) ketika ikut acara OSPEK di ITS. Level PENA jaman saya masih 1 level diatas level OSPEK jurusan saya (kecuali waktu yang kasih ‘wejangan’ dari angkatan jurasic alias angkatan tua), tapi masih dibawah 1 level dari acara OSPEK BEM pusat dalam hal tugas dan fisik (dan saya mutung, cuma ikut 1 hari karena pertimbangan-pertimbangan teknis termasuk gak punya sarana transportasi alias sepeda motor, hiks 1000x nyesel gak ikut sampe selesai).

PENA itu ngapain aja ya?
Saya lebih memilih memasukkan kata ‘hal konyol’ tetapi bermakna, misalnya saja membawa bekal makan siang dengan diukur presisi dan 1 kelas harus seragam. Ternyata tidak perlu membawa bekal yang sama, asalkan 1 kelas sama karena panitia melihat kekompakan. ‘Hal konyol’ bermakna lain adalah acara mencari tanda tangan, pemberian lagu-lagu, dan minggu kelabu. Semuanya pada saat itu terasa sia-sia dan menyusahkan, tetapi ternyata banyak sisi positifnya. Dan percayalah, jadi panitia ternyata jauh lebih susah (sempat mengalami dan merasa gagal menjaga adik-adik, hiks 2000x, maaf ya adik-adikku ketika itu saya juga masih ababil).

Apa ya yang membedakan acara PENA dengan pengkaderan jurusan saya? Tampaknya kalau dilihat dari background pendidikan sih gak beda jauh. Bedanya mungkin kalau di SMA 5 latar belakangnya lebih seragam, yaitu anak-anak dengan kehidupan dan pemikiran kota, dan berasal dari kota yang sama yaitu Surabaya. Lebih berkesan acara PENA daripada pengkaderan ITS karena menurut saya lebih intelek dan gak ngawur (no offense, just my opinion).

Sampai sekarang pun saya masih ingat apa yang diperbuat para senior PENA terhadap saya dari yang paling baik sampai yang paling kejam. Yang paling baik adalah tentu mbak-mbak SKI dengan wajah teduhnya dan air minumnya, hehehe. Tapi ada juga salah seorang mas panitia PENA yang memberhentikan saya sewaktu muter koridor untuk memberi saya kesempatan nangis (kayaknya waktu itu ketahuan banget mata saya sudah merah pingin nangis). Mas itu (yang saya lupa namanya) memberikan kata-kata sejuk sekedar penguat bagi saya, sehingga saya malah pingin nangis (maklum memang mudah tersentuh). Tapi saya memutuskan bahwa saya tidak akan nangis di depan panitia (nahan air mata berton-ton kiloliter). Kemudian yang paling kejam adalah justru kakak kelas saya sendiri sewaktu SMP yaitu mbak ixx wxxxxxx. Dia memberhentikan saya dan membentak saya lebih kejam dari panitia yang lain, hua hua jahatnya. But anyway, it’s nice to know that a nice person can be as evil as my economic teacher in my junior high school. Just for your information, saya pernah 2x dimarahi guru atas sesuatu yang sepele dan salah paham sampai kira-kira setengah jam lebih diomeli dengan murka di depan teman-teman 1 kelas, salah satunya adalah oleh guru ekonomi.

Setelah PENA dijalani dengan tabah selama 1 minggu, tibalah saat pembebasan diri. Alhamdulillah tibalah saat kami bukan lagi dipanggil generasi bebek. Dan dibukalah semua topeng serem panitia diganti menjadi wajah yang benar-benar cantik dan cakep diacara malam itu (malam apa ya namanya lupa suer). Ya ini sebenarnya yang saya gak seberapa suka. Kalau nggak salah waktu itu saya cuma datang 5-10 menit kemudian pulang, babahno acara gak penting.

Sebenarnya ingin cerita banyak tentang PENA, lagu-lagunya dan detail kegiatannya. Tapi nanti jadi berjuta-juta kata panjangnya. Kabarnya banyak yang menolak kegiatan PENA ini dari para orangtua murid. Padahal menurut saya pribadi, dikemudian hari akan dirasakan sendiri dampak positifnya oleh si anak. Orangtua sekarang tampaknya lebih lebay dari orangtua jaman dulu. Kritis itu boleh tapi dipelajari dulu baru diputuskan menolak atau menerima *_^

Selamat buat adik-adik yang tahun ini diterima di SMA Negeri 5 Surabaya, jadi SMALANE yang baik ya….

Smalane suci dalam pikiran
Smalane benar jika berkata
Smalane tepat dalam tindakan
Smalane dapat dipercaya


4 thoughts on “PENAku 1999

  1. mbak wulan hebat ya.
    sma keren
    kuliah keren
    kerja juga keren ..
    ga semua orang dapat karunia seperti mb wulan

  2. Hehehe..nostalgia nih..jadi inget masa-masa muda dulu, cat ^^
    SMALANE..suci dalam pikiran..
    Langsung mrebes mili waktu lagu itu dinyayikan di hari terkahir PENA. Entah karena memang terharu atau saking senengnya PENAnya udh selesai😀

    1. Hehehe sekarang jg masih muda deh far😀.
      Lek aq ngerasa bangga banget bisa nyanyi lagu itu far. Seneng juga sih PENAnya dah selese, plong rasanya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s