Merencanakan Ramadhan = Merencanakan Sukses Akhirat


Tema  pengajian akhir-akhir ini pastilah membahas tentang bulan yang ditunggu-tunggu umat islam di seluruh dunia, yaitu bulan Ramadhan (semoga bisa dipertemukan hingga akhir bulannya, aamiin). Kali ini tema yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu persiapan Ramadhan. Ada sebuah artikel yang disampaikan dari ustadz Abdul Hasib Lc (Pemimpin Yayasan Ma’had Al-Hikmah, Bangka- Jaksel) mengenal persiapan Ramadhan yang isinya cukup untuk dibuat bekal menjalani Ramadhan dengan lebih baik (rencananya akan tuliskan di judul yang lain).

Oleh guru ngaji saya, kali ini pembahasan lebih dititikberatkan pada interaksi dengan Al-Quran. Ketika seseorang ditanya apa target Al-Qur’an Ramadhan tahun ini? Umumnya akan menjawab khatam membaca Al-Qur’an, tetapi jarang yang mentargetkan khatam membaca Al-Qur’an dan mentadabburi  (merenungi, memikirkan) artinya. Terus terang membaca artinya saja saya sulit (hehehe maksudnya jarang) apalagi mempelajari arti/maknanya. Apalah nilai tambahnya jika tahun ini juga cuma khatam membaca Al-Quran, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, mungkin tambah dalam jumlah juznya?. Padahal dalam doa-doa kita, kita meminta agar Ramadhan kita tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Begitupun dengan menghafal Al-Quran selayaknya ditambah, karena banyak keutamaan bagi para penghafal Al-Qur’an, salah satunya orangtua yang memiliki anak penghafal Al-Quran akan diberikan pahala. Begitupun para penghafal Quran akan mendapat syafat dari Al-Quran serta dapat menolong 10 orang kerabatnya. Menurut ustadz ihsan tanjung, salah satu cara menghafal Al-Quran adalah dengan cara memperbanyak membacanya. Semakin familiar dengan kata-kata Al-Quran, maka akan lebih mudah dalam menghafalnya. Analoginya sama seperti bacaan-bacaan surat yang sering kita lafadzkan ketika sholat. Karena seringnya diucapkan dalam sholat maka surat-surat tersebut yang paling kita hafal dan walau dalam kondisi apapun kita tidak kesulitan untuk melafadzkan dan mengingatnya.

Ketika akan ujian, seorang murid atau mahasiswa rela begadang sambil minum kopi atau bahkan merendam kakinya agar bisa melek dan menyelesaikan belajar untuk ujian. Itu semua dilakukan demi mendapatkan nilai yang memuaskan. Tetapi apakah yang akan kita lakukan ketika berhubungan dengan ibadah? Rasanya tidak pernah seulet itu dalam menjalankannya. Tidak pernah segigih itu dalam menghafal Al-Quran.

Kita manusia menginginkan kehidupan happy ever after di surga. Padahal surga Allah itu mahal harganya. Kita rela menabung, menghemat/mengirit pengeluaran, mencari pinjaman kesana kemari demi mendapatkan rumah impian kita. Tetapi rasanya kita ogah-ogahan, malas-malasan untuk menabung amal kebaikan demi rumah impian kita di surga. Mungkin kita perlu benar-benar menghadirkan gambaran kehidupan surga dan neraka dalam langkah kita sehari-hari agar kita bisa bersungguh-sungguh pula menggapai surga, seperti halnya yang dilakukan oleh para sahabat Rasulullah.

Jika kita memang mendambakan kehidupan dan rumah impian di surga, maka perencanaan ibadah rasanya harus dilakukan. Salah satu perencanaan ibadah yang paling urgent adalah persiapan Ramadhan. Merencanakan sukses Ramadhan adalah bagian dari merencakan sukses akhirat kita. Alangkah baiknya jika perencanaan tersebut dibuat sedetail mungkin agar kita tidak kehilangan bahkan 1 detik berharga di bulan Ramadhan dengan sesuatu yang sia-sia. Sehingga kita bisa melewati Ramadhan dan menghasilkan habit baru yang baik. Ada sebuah pendapat yang menyebutkan bahwa perbuatan yang dilakukan selama 21 hari akan menjadi habit kita. Berarti Ramadhan bisa dijadikan momen untuk merubah atau menciptakan habit baru yang baik. Sehingga kita lulus dari bulan Ramadhan dengan menghasilkan dampak nyata dalam kehidupan kita.

Salah satu faktor yang tak kalah penting dalam mewujudkan tujuan kita adalah doa. Jangan lupa kita juga selalu berdoa untuk kehidupan akhirat kita disamping berdoa untuk kelancaran kehidupan dunia seperti pekerjaan, rezeki, urusan, dll.  Bisa juga kita berdoa untuk tidak dihilangkan hal-hal baik dari diri kita karena sebuah kevakuman, agar habit baik yang telah ada dalam diri kita tetap terpelihara. Well that’s it, selamat merencanakan kesuksesan akhirat ^_^

*Jazakillah buat mbak aris atas kata-kata penyemangat dan ilmunya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s