Buah Bit, Buttermilk dan Berjam-jam Waktu Bake


Para pembuat cake pasti tahu apa saja yang bisa dihasilkan dari kedua bahan tersebut. Yang mungkin sedikit diketahui adalah ‘disaster’ yang bisa dihasilkan oleh mereka, hehe.

Bermula dari teman saya hari senin minggu lalu sedang ulang tahun dan minta hadiah kue ultah (wheeew). Berhubung yang ultah adalah sahabat baik saya yang cerewet selangit, terpaksa saya nggak bisa nolak (eh nggak terpaksa kok, dengan senang hati membuatkan :p). Akhirnya saya gugling resep kue ulang tahun, munculnya macem-macem termasuk yang namanya “Red Velvet Cake”. Kue apakah itu? Kalau lihat dari berbagai web, kelihatan juga sih dari namanya bahwa asalnya dari negara barat sono. Jenis kuenya belum familiar dengan saya dan dibuat dengan bahan-bahan yang high cost untuk ukuran negara Indonesia… ehmm atau tepatnya untuk ukuran kantong saya. Kuenya sih kalau nampak difoto ya seperti cake biasa saja dengan 2 lapisan krim.

Melihat kerumitan pembuatan dan bahan si red velvet ini akhirnya saya memutuskan untuk membuat kue yang lebih “aman”, walaupun sebenarnya belum pernah buat juga sih hehe, yaitu sponge cake. Alhamdulillah sponge cake ini saya buat tanpa ada kendala berarti. Satu-satunya kendala sebelum dan ketika proses membuat roti adalah “psy war” ibu saya yang mengatakan bahwa saya akan gagal membuat roti ini…. Tarara akhirnya saya berhasil membuat ibu saya mengakui kehebatan saya, hahaha *lebay.

sponge cake buat mbak nita
sponge cake buat mbak nita

Setelah kesusesan Sponge Cake, dalam hati terus terang masih terngiang-ngiang dengan nama “Red Velvet”. Serasa kurang nyenyak tidur dan merasa penasaran terus. Akhirnya saya putuskan untuk searching lebih banyak tentang si “Red” ini. Dan ketemulah beberapa yang layak dicoba walaupun beberapa bahan yang digunakan masih belum pernah saya temui, yaitu buat bit dan buttermilk. Untungnya di web tersebut diberi tahu bagaimana cara membuatnya dan beberapa referensi web untuk mencari tahu cara memperoleh si buah bit.

buah bit
buah bit

Setelah 2,5 jam ‘menclok’ (singgah) ke 3 tempat untuk membeli bahan-bahan, akhirnya…  saya kelaparan dan uang di dompet habis, hehehe. Semua bahan saya tata dan saya siapkan sesuai prosedur dan petunjuk, termasuk buah bit dan persiapan membuat buttermilk. Buah bit ternyata akar yang berkambium dan memiliki warna merah yang pekat. Mungkin ada yang masih ingat pelajaran SD bahwa buah

buah bit setelah diblender dan dimasak
buah bit setelah diblender dan dimasak

bit pada jaman dahulu digunakan untuk membuat gula ? Anyway, warna merahnya pekat banget dan nempel di setiap benda yang menyentuhnya, untungnya bisa hilang dengan sabun dan air, tapi jangan sampai deh nempel ke kain ~.~. Sedangkan untuk buttermilk, suatu kesalahan besar yang saya buat dalam proses ini. Menurut petunjuk, buttermilk dibuat dari campuran susu UHT dan air jeruk lemon yang jika dicampur akan mengakibatkan susu menggumpal seperti yogurt. Tapi apa yang terjadi ? susu tidak menggumpal sama sekali, padahal sudah berjam-jam saya menunggui (serasa resah menunggu orang akan melahirkan). Saya sempat kecewa dan menuduh bahwa petunjuk di web tersebut salah. Apa yang terjadi kemudian ? Setelah berkonsultasi dengan teman saya si ubad, akhirnya saya putuskan untuk mengganti susunya. Awalnya susu yang saya gunakan adalah non pasteurisasi. Kemudian saya segera beli susu segar pasteurisasi ke supermarket terdekat. Dan apa yang terjadi ? Sukses !! Susu langsung menggumpal seperti yogurt (persis seperti di web).

Kendala tidak hanya berhenti sampai disitu. Setelah adonan kue sudah jadi, saya segera tuangkan ke alat bake yang sudah dipanaskan (bukan oven). Alat ini juga yang saya gunakan waktu saya membuat Sponge cake dengan sukses. Saya setel waktunya 30 menit (defaultnya 50 menit). Dan setelah 30 menit, ternyata kue belum jadi, masih berupa adonan tapi ada tanda-tanda mengembang. Saya bake lagi dengan tambahan 20 menit, dan apa yang terjadi kemudian? Masih belum matang juga… Saya tambah lagi waktu 50 menit. Setelah timer habis, ternyata masih kurang matang juga. Akhirnya terakhir saya tambah lagi 20 menit. Coba dihitungkan ya berapa lama waktu saya nge-bake, hehehe. Lain kali saya tidak akan bake dengan alat ini setelah jam 8 malam, karena pasti kan berjam-jam lamanya.

Setelah kue jadi, saya sudah nggak bisa melek lagi, langsung tepar…. Padahal niat juga mau lihat euro huffttt….

Berhubung hasil akhir kuenya adalah manis, maka orang-orang di rumah tidak ada yang doyan, sehingga saya ‘lempar’lah penawaran pada teman kantor. Alhamdulillah ada yang mau menampung kue saya, sehingga tidak akan terbuang percuma. Dan Alhamdulillah lagi, teman-teman kantor pada suka…

Untunglah kerja keras ini terbayar lunas dengan komentar enak oleh para mulut yang mencicipinya, walaupun bentuknya belepotan nggak jelas… Alhamdulillah. Dan untuk kedua kalinya berturut-turut saya berhasil mengalahkan “psy war” ibu saya, xixixi.

red velvet cake
red velvet cake ala belepotan

Sekian dulu sedikit petualangan cake saya minggu ini, rasanya untuk sementara kapok dulu membuat kue deh…berat di ongkos…. ~.~


2 thoughts on “Buah Bit, Buttermilk dan Berjam-jam Waktu Bake

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s