Mengapa 31 Mei ?


Hai arek-arek suroboyo. Hari ini kita memperingati hari jadi kota Surabaya ke 719. Sengaja note kali ini tidak saya tulis dalam bahasa Suroboyoan agar bisa dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia (ceileh), selain itu akan susah menerjemahkan tulisan yang akan saya muat disini ke bahasa Suroboyo (LOL).

Sebenarnya warga Surabaya sendiri apakah sudah mengerti asal usul ditetapkannya tanggal 31 Mei sebagai hari jadi Surabaya? Dan ternyata dikemudian hari tidak menutup kemungkinan untuk berubah lagi lho? Nah nah… pada belum tahu ya?

Oke Let’s cekidot tulisan berikut ini yang saya copy paste dari http://supartobrata.com/?p=307

~~0~~

Mengapa 31 Mei

Seperti seorang manusia, sebuah kota pun biasa memperingati hari kelahirannya. Sebelum tahun 1975, Surabaya biasa memperingati hari lahirnya pada tanggal 1 April. Namun ternyata tanggal ini bukan merupakan saat lahirnya Surabaya sebagai kota dalam arti tempat pemukiman dengan segala kehidupan dan masalahnya. Tanggal 1 April adalah saat diresmikannya Gemeente Soerabaia pada tahun 1906 oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Memang tidak salah kalau tanggal itu disebut sebagai hari lahir Kotamadya Surabaya kalau kita mengartikannya semata-mata untuk saat wilayah Surabaya dinyatakan sebagai Daerah Otonom. Tetapi hal ini akhirnya dirasa tidak tepat, sebab konon adanya Surabaya menurut data-data sejarah sudah disebut sejak sekitar abad ke tigabelas.

 
Atas dasar kenyataan seperti ini, sejak tahun tujuhpuluhan masyarakat Surabaya mulai merasakan perlu adanya usaha untuk menemukan tanggal kelahiran Kota Pahlawan kecintaannya. Desakan-desakan yang kuat ini mendapatkan perhatian sepenuhnya dari Pemerintah Daerah Kotamadya Surabaya, utamanya Walikota Surabaya waktu itu, R. Soekotjo. Dengan Surat Keputusan Nomer 99/WK tanggal 2 April 1973, Walikota Surabaya membentuk Team Penelitian Hari Jadi Kota Surabaya. Team ini terdiri dari para ahli sejarah serta peminat-peminat sejarah, yaitu:

1. Prof. A.G.Pringgodigdo, SH, pensiunan Rektor Universitas Airlangga, selaku Penasehat merangkap anggota.
2. Prof. Drs. S. Wojowasito, Mahaguru IKIP Negeri Malang, selaku Ketua I merangkap anggota.
3. Prof. Koentjoro Poerbopranoto, SH, Mahaguru Fakultas Hukum Universitas Airlangga, selaku Ketua II merangkap anggota.
4. Drs. Prajogo, Kepala Pembinaan Museum Jawa Timur, selaku Ketua III merangkap anggota.
5. Kolonel Laut Dr. Soegiarto, Kepala SKARDA DAERAL IV Surabaya, selaku anggota.
6. Drs. M.D.Pakiding, pegawai Kantor Pemerintah Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya, selaku Sekretaris merangkap anggota.
7. Drs. Issatriadi, dosen Fakultas Sosial IKIP Negeri Surabaya, selaku anggota.
8. Drs. Heru Soekadri, dosen Fakultas Sosial IKIP Negeri Surabaya, selaku anggota.
9. Banoe Iskandar, Pensiunan Kepala Inspeksi Kebudayaan Jawa Timur, selaku anggota.
10. Wiwiek Hidayat, pimpinan LKBN “Antara” Cabang Surabaya, selaku anggota.
11. Tadjib Ermadi, Direktur Majalah Bahasa Jawa Jaya Baya, selaku anggota.
12. Soenarto Timoer, budayawan/seniman/dramawan, selaku anggota.
13. Soeroso, pensiunan Komisaris Polisi, selaku anggota.

Selama lima bulan Team melakukan tugasnya, meneliti dan menganalisis segala bahan berupa dokumen-dokumen, cerita-cerita rakyat, prasasti-prasasti yang ada, bahkan melakukan penelitian langsung ke monumen-monumen peninggalan zaman kuna di Jawa Timur yang diperkirakan memiliki hubungan dengan sejarah Surabaya. Pada bulan September 1973, Team telah berhasil menyusun laporan ilmiahnya, dan disampaikan kepada Walikota Surabaya.

Dalam laporan hasil kerjanya itu, Team mengajukan perumusan tiga alternatif dan satu minderheids nota yang bisa dipakai untuk menentukan hari jadi Kota Surabaya. Kepada Pemerintah Daerah Kotamadya diusulkan agar memilih salah satu untuk ditetapkan sebagai tanggal kelahiran Kota Surabaya. Adapun ketiga alternatif itu adalah:

a. 31 MEI 1293, yaitu saat kemenangan tentara Raden Wijaya dalam mengusir tentara Tartar dari daerah Ujunggaluh, nama Surabaya waktu itu. Hal ini dikemukakan dalam laporan ilmiah Drs. Heru Soekadri, Kolonel Dr. Soegiarto serta Wiwiek Hidayat.
b. 11 SEPTEMBER 1294, yaitu saat penganugerahan tanda jasa kepada Kepala Desa Kudadu beserta rakyatnya atas jasa-jasa mereka membantu perjuangan Raden Wijaya. Tanggal ini merupakan laporan ilmiah dari Prof. Koentjoro Poerbopranoto, SH.
c 7 JULI 1358, yaitu sebuah tanggal dari Prasasti Trowulan yang untuk pertama kalinya menyebut nama Surabaya sebagai salah satu tempat penambangan kapal atau pelabuhan kecil. Laporan ilmiah ini merupakan hasil penelitian Drs. Issatriadi dan Soenarto Timoer.
d Sebuah minderheids nota (karena dianggap muda atau belakangan) yang juga diusulkan oleh Team yalah tanggal 3 NOVEMBER 1489. Kertas kerja yang ditulis oleh Soeroso ini mendasarkan pembuktiannya pada sebuah tanggal yang tertera dalam Prasasti Jiu, ialah saat Adipati Surabaya menurut Pakem melakukan pemerintahyan.

Sebagai pembuktian sejarah, ke empat tanggal hasil penelitian Team itu memang merupakan hasil maksimal dengan alternatif yang sama kuatnya. Sebab masing-masing didukung oleh argumentasi yang terperinci berdasarkan dokumen-dokumen kuno termasuk yang otentik dari zamannya. Tetapi tentu saja tidak bisa menggunakan ke empat-empatnya bersama sebagai hari jadi.

Dengan surat bertanggal 27 Desember 1973 No.0.104/29, Walikota Surabaya menyampaikan laporan hasil kerja Team itu kepada DPRD Kotamadya Surabaya, dan sekaligus mengusulkan agar tanggal 31 Mei 1293 yang dipilih sebagai Hari Jadi Kota Surabaya. Usul pemilihan tanggal ini tentu saja bukan karena asal pilih atau karena diundi, melainkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan historis, idealisme dan spirituil yang sesuai dengan perkembangan Surabaya. Yalah bahwa kemenangan pasukan Raden Wijaya dalam mengusir tentara Tartar merupakan kebanggaan (proudness) rakyat Surabaya khususnya dan bangsa Indonesia umumnya. Apabila hal ini dihubungkan dengan peristiwa 10 November 1945 yang memberikan julukan Kota Pahlawan bagi Surabaya, maka kepahlawanan pasukan Raden Wijaya menjiwai semangat rakyat Surabaya untuk mempertahankan tanah air dengan seluruh jiwa dan raga.

Untuk membahas laporan ilmiah Team Penelitian Hari Jadi Kota Surabaya serta usul Walikota tentang pemilihan tanggal 31 Mei 1293, DPRD Kotamadya Surabaya pada tanggal 7 November 1974 membentuk Panitia Khusus. Dalam rapat pleno DPRD tanggal 6 Maret 1975, Panitia Khusus menyampaikan kesimpulannya bahwa usul pemilihan tanggal 31 Mei 1293 dapat diterima dan disetujui. Untuk persetujuan ini telah dikeluarkan Surat Keputusan No. 2/DPRD/Kep/75 tanggal 6 Maret 1975 (ketua DPRD II Kotamadya Surabaya, Eddy Soetrisno). Dan kemudian dengan Surat Keputusan Walikotamadya Surabaya No. 64/WK tanggal 16 Maret 1975 (Walikota Kotamadya Surabaya, Soeparno), ditetapkan tanggal 31 Mei 1293 sebagai Hari Jadi Kota Surabaya.

Namun demikian masih ada satu hal yang selalu harus dicatat dalam penelitian sejarah seperti ini. Yalah bahwa hasil penelitian sering baru merupakan hipotese karena tidak lengkapnya dokumen dan bukti-bukti otentik yang meyakinkan. Boleh jadi hipotese yang berhasil disusun saat itu adalah perumusan berdasarkan bukti-bukti mutakhir yang bisa didapati secara maksimal. Tetapi bukan tidak mungkin bahwa pada suatu ketika nanti ditemukan lagi bukti dan fakta baru yang lebih kuat. Hari Jadi Kota Surabaya yang lebih tepat mungkin saja bisa berubah dari tanggal 31 Mei 1293. Bahkan mungkin juga meleset dari ketiga tanggal lainnya hasil penelitian Team itu.

Karena itu dalam Surat Keputusan mengenai Hari Jadi Kota Surabaya juga disertai catatan bahwa penetapan itu masih ada kemungkinannya untuk ditinjau kembali kalau bukti dan fakta yang lebih kuat ditemukan pada suatu ketika nanti. Dan sementara ini kita pakai tanggal 31 Mei 1293 sebagai tanggal yang memiliki perumusan paling sesuai dengan sejarah Kota Surabaya. (dikutip dari catatan ketika saya masih jadi Pegawai Humas Pemkot Surabaya, 1978).

~~0~~

Terimakasih pak Suparto atas sharingnya. Semoga warga Surabaya menjadi lebih paham dengan kotanya. Tidak juga cuma sekedar bangga dengan kata ‘pisuhan’nya (umpatan), tapi juga berjiwa besar dan bermartabat. Seperti sejarah peristiwa yang menjadi dasar ditetapkannya tanggal 31 Mei sebagai ulang tahun Surabaya tercinta.

Dirgahayu Kota Surabaya ke 719 tahun. Merdeka. AllahuAkbar! AllahuAkbar! AllahuAkbar!

*asline aku baru ngerti sejarahe :p

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s