Ingin != Butuh (About M)


Mungkin ada yang bertanya-tanya apakah maksud judul tulisan saya ini. Tanda “!=” artinya “tidak sama dengan” dalam bahasa pemrograman. Lumayan menghemat karakter jika kata-kata diterjemahkan dalam bahasa pemrograman, hehe. And what about the letter “M” ? Okey I’ll give u the clue. M is not a race, not about the age. M is about destiny. Guess it!

So many handsome man I’ve met. So many cute guys I’ve known, but nobody is like him. In other word, he is everything I’ve been dreaming of.

Perjalanan saya suatu hari mempertemukan saya dengan seorang lelaki. Anehnya, saya merasa selama ini menggambarkan sosok pendamping ideal adalah seperti dia. Dan dalam hati saya heran, ternyata ada manusia seperti yang saya gambarkan. Hingga akhirnya saya memang mengaguminya, he’s perfect.

Hari-hari berlalu, dan teman-teman saya selalu mengatakan bahwa “segala yang kamu inginkan tidak selalu yang kamu butuhkan”. Bahwa mencari sosok yang kita inginkan belum tentu membawa kepada kebahagiaan karena belum tentu kita membutuhkan sosok seperti itu. Ada lagi yang berkata bahwa dia sekarang tidak akan mencari sosok ideal, karena bertemu dengan sosok ideal akan membuat dia berhenti belajar. Justru bertemulah dengan sosok yang tidak ideal dan raihlah pahala sebanyak-banyaknya, begitu katanya kepada saya.

Ketakutan menerima pasangan yang tidak seperti yang saya gambarkan membawa saya semakin lama menjauh dari gerbang pernikahan. Padahal esensi pernikahan sendiri adalah menggenapkan separuh agama dan untuk beribadah. Seharusnya saya malah sibuk memperbaiki diri agar dipertemukan Allah dengan orang yang baik, bukannya mengkhawatirkan masa depan. Lama-lama jadi merasa seperti anak kecil yang nekat mempertahankan pendapatnya untuk meminta permen. Dan anak kecil itu bertanya-tanya mengapa ia tidak juga diberikan permen yang diminta padahal ia telah berkelakuan baik dan menurut. Mungkin dia meminta sesuatu yang tidak baik atau tidak tepat untuknya sehingga dia tidak akan pernah diberi apa yang dimintanya. Hmmm…. Terlalu lama berpikir hal seperti ini rasanya tidak akan menjadikan saya sehebat einstein atau ibnu sina🙂

“Jika dia menginginkan kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya” (QS. Yunus : 107)

“Apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadaNya : ‘Jadilah’ maka terjadilah ia” (QS. Yasin : 82)

So, tidak perlu khawatir dengan apa yang terjadi di masa depan. Yang terpenting, kita bentuk mindset baik sangka pada Sang penentu takdir agar terjadi hanya yang baik saja, karena Allah adalah sesuai persangkaan hamba-Nya.

“Sesungguhnya Aku berdasarkan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersamanya saat dia mengingat-Ku, jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Akupun akan mengingatnya dalam diri-Ku, dan jika dia mengingat-Ku di hadapan orang-orang maka Aku-pun akan mengingatnya dihadapan makhluk-makhluk yang lebih baik dari mereka, jika mereka mendekatiku sejengkal maka Aku akan mendekatinya sehasta dan jika dia mendekati-Ku sehasta maka Aku mendekatinya sedepa dan siapa yang mendatangiKu dengan berjalan maka Aku mendatanginya dengan berlari.” (HR Muslim)

Selalu akan ada seseorang yang shalih untuk seseorang yang shalihah. Don’t worry be happy ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s