Hari Selasa, Hari Kajian


suasana kajian

suasana kajian

Eee sudah hari selasa. Alhamdulillah hari BeTe sedunia sudah berakhir bersamaan dengan berakhirnya hari senin. Kemarin, tetangga sebelah ngacir karena sempat melihat ekspresi hari BeTe sedunia.

Hari ini tetap hari BeTe karena PC yang dipakai bikin report dibuat gantianšŸ˜„ . Entah kenapa setelah ikutan jadi panitia nikahan teman kemarin minggu, kok mood mendadak jelek. Mungkin karena ngiri ya sama temanku itu, hiks (ngiri=Ā»mupeng).

Walau hari BeTe, hari selasa selalu istimewa karena ada kajian rutin tarjim dengan ustadz Majid (Hari ini tambah istimewa dengan dihadiahkannya sekotak nasi tomat oleh teman saya yang ‘berdarah’ arab, makaciii). Walaupun di dalam ruangan juga nggak dengerin, tapi pas pulang selalu merasa ada hal baru yang didapat dari kajian. Rasanya bisa refresh, melihat tenangnya pembawaan pak ustadz. Kebetulan pembahasan kajian kali ini sempat menyinggung perjalanan setelah mati dan ditutup dengan doa. Ngeri rasanya mendengar penjelasan ustadz bahwa orang yang gagal melewati shirathal mustaqim dan jatuh ke neraka, jatuhnya menuju ke neraka butuh waktu 70 tahun. Kemudian 1 hari di neraka sama dengan 1000 tahun di dunia. Yang perlu diingat juga bahwa setiap orang islam akan masuk surga hanya saja kita tidak pernah tahu akan ‘mampir’ ke neraka atau tidak. Syarat-syarat kita bisa diakui sebagai seorang muslim, sehingga dijamin masuk surga, adalah :
1. Mengimani dalam hati
2. Mengikrarkan dengan lisan
3. Membuktikan dengan amal perbuatan
Tidak bisa hanya dipenuhi salah satu saja, harus ketiga-tiganya. Contohnya paman nabi, beliau mengimani kebenaran ajaran rasul dalam hatinya dan membela islam sepenuhnya tetapi tidak mengikrarkan dengan lisan. Dengan demikian beliau belum diakui sebagai seorang muslim secara dzahir.

Kalau mengingat semua yang disampaikan ustadz, rasanya semua rasa ngenes jadi tidak ada artinya (apalagi melihat realita bahwa lebih banyak orang yang kurang beruntung dibandingkan saya). Bagaimana memikirkan kehidupan setelah mati terlihat begitu penting dan masalah yang lain jadi tidak penting sama sekali. Intinya sekarang bagaimana setiap perbuatan saya menjadi amal kebaikan dan membantu kehidupan saya setelah mati. Sebenarnya ikut memikirkan juga kondisi keluarga dan mendoakan agar kami bisa berkumpul kembali di surga, aamiin ya Rabbal’aalamiin.

Hari selasa hampir berakhir, dilanjutkan esok Hari Tilawati, kamis hari kajian dhuhur, jumat hari liqo, dan Hari sabtu-minggu merupakan hari Hobby. Oh ya hari senin tidak saya nobatkan sebagai hari BeTe, tapi hari Report sedunia (senada juga dengan cara ngomongnya, hari Repot sedunia).

Selamat menempuh hari-hari berjuang untuk menuju surga…. Semangat!

BB nggak ketinggalan

BB nggak ketinggalan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s