Virtual Perception


En/ Virtual perception is a feeling that exist when you say it is.

In/ Persepsi virtual adalah sebuah perasaan yang ada ketika Anda mengatakan dia ada.

Anda pernah membaca buku harun yahya yang berjudul “Rahasia dibalik materi” ? Bagi saya, buku ini adalah sebuah buku logic yang tak akan pernah saya lupakan. Gagasan-gagasan di dalamnya sungguh brilian dan menurut saya masuk akal.

Inti yang saya tangkap adalah semua yang kita anggap nyata di dunia ini bisa jadi hanyalah persepsi keseluruhan indera kita. Dan bisa jadi bahwa semua yang kita kira nyata ini sebenarnya tidak pernah ada seperti persepsi kita. Dalam buku tersebut juga dijelaskan sifat materi, partikel dan bagaimana fungsi indera kita. Saya agak lupa isi detail bukunya karena saya membacanya ketika SMA (kira-kira 11 tahun yang lalu).

Kita menangkap dan mempersepsikan sesuatu berdasarkan indera-indera yang kita miliki. Misalnya, kita tahu gula itu manis karena setitik bagian di lidah kita menangkap partikel-partikel gula dan mengirim pesan ke otak bahwa gula itu manis. Dan masih banyak lagi contohnya. Well, Anda boleh tidak sependapat, dan sah-sah saja. Tapi saya sendiri merasa gagasan dalam buku tersebut benar-benar out of the box dan memungkinkan untuk terjadi.

Persepsi virtual yang akan saya bicarakan adalah sesuatu yang saya alami, mmm dan ada juga sih teman yang mengalami, mungkin Anda juga. Sehubungan dengan kehidupan saya yang kira-kira hampir 24 jam online di dunia maya, menimbulkan persepsi virtual yang kerap kali terjadi. Dimana sebuah persepsi menjadi ada dengan interaksi-interaksi di dunia maya, yang tidak seharusnya pernah ada. Misalnya saja kehadiran seorang teman chat, interaksi melalui email, sms, telepon, dll. Padahal keakraban di dunia maya tidak selalu akan bisa terwujud dalam dunia nyata. Tidak selalu orang-orang yang akrab dan berteman baik di dunia maya bisa se’asik’ ketika di dunia nyata. Am I right? I think so. Dan berlaku juga sebaliknya. Ada orang yang tidak begitu ‘asik’ di dunia nyata tapi menyenangkan di dunia maya. Bahkan seorang pendiam di dunia nyata, bisa ‘cerewet’ di dunia maya. Am I right? I think so again, hehe.

Sehingga seringkali kehidupan dunia maya ini menjadi ‘borderless’. Tidak ada pembatas bukan hanya masalah geografis, tetapi juga ke arah hal-hal personal/pribadi. People get to know each other so quick even they seldom meet each other or even they never met. Hal-hal seperti ini kadang kala menimbulkan persepsi virtual mengenai seseorang atau menimbulkan rasa tertentu. Dan ketika kenyataan di dunia nyata berkata lain, yang ada adalah kekecewaan bahkan ada yang lebih dari sekedar rasa kecewa.

Kembali kepada ‘rahasia dibalik materi’. Persepsi-persepsi itu semua bisa jadi sesuatu yang memang tidak pernah ada. Persepsi mengenai seseorang atau sesuatu. Bisa jadi selama ini kita hanya tertipu oleh persepsi kita sendiri. Persepsi tidak selamanya terbentuk karena interaksi yang berbanding lurus dengan waktu. Persepsi juga bisa timbul karena kebutuhan dan harapan dalam diri seseorang itu sendiri. Jadi, jangan pernah berpersepsi sesuai dengan harapan yang ada pada diri kita. Misal dengan kehadiran seorang teman di dunia maya yang terlihat baik, ketika pada saat itu kita juga sedang membutuhkan teman baik, tidak serta merta membenarkan munculnya persepsi bahwa orang tersebut baik. Persepsi di dunia nyata saja bisa salah, tetapi jarang, karena kita bisa berinteraksi, melihat, mendengar langsung, berbeda dengan di dunia maya. Hal yang perlu diingat, tidak ada yang nyata di dunia maya kecuali memang ia sudah terbukti nyata.

I say, virtual perception is a feeling that doesn’t deserve to exist, coz it’s just virtual, none of them are real except there’s a proof.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s