Hidup ini indah, There’s a time for everything


Pas sholat tahiyat akhir, pas (maaf) kebelet ingin kentut. Inginnya sih kentut, tapi tanggung sudah tahiyat akhir, jadinya ditahan dulu. Dan ketika sudah salam, Alhamdulillah lega…xixixi. Mungkin itu yang selalu disebut orang-orang dengan “semua akan indah pada waktunya” ?

Suatu hari ada anak bertanya pada bapaknya (lho kaya’ lagu jadinya), “mengapa saya tidak juga diterima kerja?”. Saya yakin bapaknya tidak akan ngomong “semua akan indah pada waktunya nak”. Seandainya saya adalah si bapak, saya akan menjawab “semua ada waktunya nak, akan ada saatnya kamu diterima bekerja ketika kamu terus mengusahakannya”. Apa jadinya kalau misal ada anak burung bertanya kepada induknya “kapan ya aku bisa terbang?”, dan si induk menjawab “semua akan indah pada waktunya”. Pasti si anak burung hanya akan menunggu keajaiban hingga ia bisa terbang. Begitupun dengan jodoh (lagi-lagi bahas ini), nasehat “semua akan indah pada waktunya” menurut saya agak menjerumuskan. Menjerumuskan karena seakan-akan yang kita inginkan akan dengan ajaib muncul pada suatu waktu, tapi entah kapan, dan yang muncul hanyalah kebahagiaan. Ya nggak bisa doongg. Semua akan indah pada waktunya dengan kita mengusahakannya. Entah itu diperbanyak ibadahnya, ikhtiarnya, dll. Ke kamar mandi saja kita perlu berjalan, makan saja kita perlu menyendokkan ke mulut kita. Artinya hal yang sepele saja perlu ada usaha dari kita, apalagi hal yang besar. Sama juga analoginya dengan menjadi pengusaha (entah kapan kesampaian…action aja belum :D)

Terus terang, logika kiri dan kanan (otak) saya hanya mampu mencerna kata-kata “selalu ada waktunya masing-masing untuk setiap sesuatu”, tetapi bukan “semua indah pada waktunya”. Dikarenakan belum tentu semua yang terbayang indah itu akan indah terus menerus. Kalau tidak ada susahnya kan nama kita sudah bergelar alm. dan tinggal di surga. Tapi saya tetap setuju dengan “hidup ini indah” (aduh dari tadi manggil nama mbak indah, gak perlu bayar royalti kan mbak?). Karena lika-liku mewujudkan sesuatu itu yang menarik. Karena kita tidak tahu kapan sesuatu itu akan terwujud dan dengan cara yang mana. Mirip seperti analogi travelling saya, “walaupun sudah ada peta, tetap saja ada kemungkinan tersesat. Tetapi insyaAllah kita akan sampai ke tujuan, selama kita berusaha menujunya”. Seakan-akan nantinya kita dituntun dan dimudahkan jalan menuju kesana setelah berusaha maksimal mencari. Karena saya ini tipe “quiter”, cepat bosan, makanya saya selalu mencari teman seperjalanan untuk saling mengingatkan mencapai tujuan.

Bagi Anda yang cita-citanya belum terwujud, tetaplah berusaha. Jangan lupa mencari teman untuk saling menguatkan (jika ada, optional). Selalu ada waktunya untuk tiap-tiap sesuatu ketika kita mengusahakannya. InsyaAllah, tentu saja jika dan hanya jika Allah berkehendak. Tapi jangan kuatir, biasanya kalau kita tidak diijinkan memiliki atau mencapai sesuatu, akan diganti oleh-Nya dengan sesuatu yang tidak kalah baiknya. Life is beautiful isn’t it? And simple.

Ada kata-kata bagus : “Before you talk, listen. Before you react, think. Before you criticize, wait. Before you pray, forgive. Before you quit, try”. Before you quit, just try it.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS. 13:11.

*tulisan yang ditujukan buat diri sendiri


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s