Hard to say goodbye, also hard to say hello


Gila… Kata itu kalau dihitung, mungkin sudah puluhan kali terucap selama kurun waktu 4 hari terakhir. Ada waktu idle sedikit saja, pasti akan langsung cekikikan kalau dekat 2 orang teman baru saya itu. Sebenarnya kami sama-sama bukan karyawan baru, tapi memang baru bertemu sekarang dalam training yang sama. Sama-sama muda dan berbahaya, hehehe.

Kesan pertama, peserta training paling muda, cowok kalem (ceileh kalem, “kakehan lembur”, staff access network yang menghandle 3 provinsi di kalimantan pasti lemburnya banyak beud) dengan nama berinisial “i” dengan data kelahiran 13 desember 1989 (berdasarkan KTPnya sih, tapi bisa aja kan di KTP dibuat lebih muda?? Hahaha). Pertama kali anak ini masuk ruangan sudah membuat suara berisik dengan klik klik ujung bolpoin..rrrggghhh…sangat mengganggu. Eee ternyata katanya, memang semua bolpoinnya yang tipe klik nggak pernah bertahan lebih dari 2 bulan karena saking seringnya dibuat mainan klik klik. Dan yang mengejutkan, wajah anak ini selalu terlihat senyum walaupun nggak ada yang lucu. Aneh kan??? (Emang anak aneh, tapi aku suka kokšŸ˜€ soalnya senyumnya manis — kalau belum muncul keanehannya).

Kesan pertama, mas berinisial “R” dari region central java semarang, kelahiran 1982 (belum tahu tanggal lahirnya, lupa belum lihat KTPnya, xixixi). Mas yang asli orang tangerang ini terkesan tipe orang yang serius dan resmi. Keliatannya sih orangnya pintar. Tapi pas sudah sekali dua kali ngobrol, eee ternyata mas ini dedengkotnya orang usil. Untungnya dulu waktu rekrutmen karyawan nggak ada tes untuk mendeteksi sakit jiwa, seandainya ada pasti mas “R” ini nggak lolos, hohoho (piss yo mas).

Salah satu keusilan mereka kepada saya adalah ketika saya sedang menerima telepon, aplikasi “talking tom” di hape “i” dijalankan dan didekatkan ke saya agar tom bisa menirukan apa yang saya katakan,,,,rrggghhh usil banget, kok sempat-sempatnya. Dan dengan “talking tom” ini juga, mas “R” membunyikan suara kentut tom di ruang makan waktu makan siang.

Salah satu hal yang belum kesampaian adalah pergi ke ancol bertiga, hahaha (pasti badut ancolnya langsung memutuskan berhenti kerja kalau ketemu mas “R” dan “i”).

It’s nice to know them. I wish I could meet them often, it would be great (bagi yang merasa masuk di cerita ini, jangan ke GR an ya, biasa aja).

Kepada “R” dan “i” :
Sebenarnya ingin berlama-lama ketemu kalian berdua, soalnya di surabaya belum ada yang mengalahkan keanehan kalian. Saranku, coba deh ikut stand up comedy, pasti lakušŸ™‚. It’s hard to say goodbye, but also hard for me to say hello when I remember all the “usil” things you guys did. Hope to see you 2 soon ^_^.

@Sukarno hatta internasional airport. Ready to departure with GA310… Bismillah…

“i” dan mas “R”


4 thoughts on “Hard to say goodbye, also hard to say hello

  1. Kayaknya ada yang dituain tuh tahun kelahirannya?
    Btw, Sukses ya mbak, buat blog nya..
    Dikasih ads aja mbak, biar menghasilkan
    *matre haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s