Ekowisata Mangrove (short review)


Hai hai sudah sekian lama rasanya nggak berbagi sesuatu di BLOG. Banyak sekali cerita perjalanan yang ingin saya share. Perjalanan pertama yang ingin saya bagi adalah sebuah perjalanan singkat ke wisata mangrove. Awalnya saya merencanakan ke kebun binatang Surabaya karena sejak terakhir kesana adalah waktu SD. Hanya saja niat ini akhirnya saya batalkan karena banyak mendengar testimony mengenaskan dari teman-teman kantor yang sudah kesana beberapa bulan yang lalu. Akhirnya perjalanan dirubah ke wisata mangrove yang letaknya beberapa kilometer dari kampus STIKOM.

Perjalanan menuju wisata mangrove ini sangatlah mudah, persis seperti petunjuk dari teman saya. Rumah saya di daerah Surabaya utara, saya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai sana. Arah dari kebun bibit, bratang lurus menuju jembatan nginden. Saya belok kiri dari jembatan nginden, lurus saja sampai ketemu traffic light (perempatan) depan kampus STIKOM. Dari traffic light itu lurus saja melewati jalan yang rindang, kanan-kiri jalan banyak pepohonan, serta ada papan petunjuk menuju wisata mangrove. Lurus terus hingga mentok hampir ke komplek pembangkit listrik, tapi jangan masuk ke komplek pembangkit listriknya yaaa… karena wisata mangrovenya bukan disitu, hehe. Tepat sebelum komplek pembangkit listrik, disebelah kanan jalan ada gapura sederhana bertuliskan “ekowisata mangrove” (seingat saya tulisannya begitu, sayang lupa tidak difoto). Kemudian ikuti saja jalan yang ada, jalannya berkerikil jadi tidak cocok untuk ibu hamil atau orang yang sedang sakit mag (ajut-ajutan). Sebenarnya beberapa meter dari perempatan STIKOM, jalan sudah banyak yang lubang-lubang hingga waktu melewatinya saya ragu bahwa itu adalah jalan yang benar menuju sebuah tempat wisata. Bahkan melewati kampung dengan jalan yang sangat kecil. Tapi untungnya disana jalannya lurus saja jadi mudah untuk menemukan tempat wisatanya.

Setelah memasuki gapura ekowisata, sepanjang perjalanan akan kita lihat banyak petani di kanan-kiri jalan. Merupakan suatu pengetahuan baru bagi saya bahwa Surabaya memiliki tempat seperti ini. Susana pagi hari waktu saya kesana sangat sejuk, menyenangkan, damai karena jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Well this is it… akhirnya saya dan teman saya sampai juga di depan dermaga sungai wisata mangrove.

Dermaga wisata mangrove
Dermaga wisata mangrove

Untuk menyusuri sepanjang sungai mangrove ini kami hanya perlu membayar Rp 20.000 tiket PP. Sedangkan bagi  mereka yang tidak ingin menyusuri sungai atau memang berhemat, bisa menyusuri sungai dengan berjalan kaki. Disediakan trek bagi pejalan kaki di sepanjang sungai, GRATISSS. Saya kurang tahu apakah ujung trek sampai ke Gazebo, tetapi saya yakin tidak sampai sana karena dari dermaga dan dari awal trek bagi pejalan kaki sampai ke Gazebo (laut) cukup jauh.

Akhirnya kami memutuskan untuk “jalan-jalan” dulu menyusuri sungai dengan naik kapal. Sebenarnya kami juga tidak tahu kapal tersebut akan membawa kami kemana. Ternyata kami dibawa di pemberhentian menuju gazebo dan tempat makan.

Pemandangan kiri Gazebo
Pemandangan kiri Gazebo

Di dekat tempat pemberhentian kapal terdapat 3 gazebo yang langsung berhadapan dengan laut lepas… WOW AMAZING, baru kali ini saya melihat pemandangan seperti ini di kota kelahiran saya…NDESO, hahaha.  And the best part is, akhirnya kami terbebas dari kelompok para model yang sedang hunting foto. Btw, perjalanan dengan kapal cukup membuat sedikit BT karena bareng-bareng dengan model-model yang pakai baju-baju aduhai.  Dan lumayan membuat telinga budek dengan ketawanya yang mampu menyaingi bunyi mesin mini boat yang kami tumpangi.

Pertama kali sampai, kami memutuskan untuk ke Gazebo dan memisahkan diri dari rombongan-rombongan yang lain. Sesampai di Gazebo, yang pertama kali yang saya cek adalah SINYAL HANDPHONE! Ternyata BTS-BTS kami masih sanggup mencapai tempat itu,haha… lumayanlah dapat sinyal EDGE. Untuk menuju Gazebo, sebenarnya jalannya lumayan agak panjang, kira-kira setengah sampai 1 kilometer. Gazebo disana cukup besar,cocok untuk tempat reuni atau acara kumpul-kumpul.

Oke karena di gazebo hanya melihat pantai, akhirnya kami cukup bosan dan memutuskan untuk kembali ke dermaga. Sama sekali tidak berani mendekat ke restoran karena kondisi keuangan kami memaksa kami harus berhemat, hehe.

cake strawberry jadi bekal
bekal cake strawberry

Alhamdulillah, setelah akhirnya sampai di dermaga dengan selamat, kami memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar melihat trek pejalan kaki. Rame juga pengunjungnya karena memang hari libur. Banyak yang sudah mengambil spot dipinggir-pinggir trek, duduk-duduk sambil mendengarkan musik atau mulai makan siang. Karena udara yang sudah mulai cukup panas, akhirnya kami putuskan untuk “cabut”. Let’s continue to next destination. Apalagi sudah masuk waktu sholat dhuhur dan saya juga kepingin segera ke toilet.

Fasilitas disana sudah cukup lengkap, mulai dari kolam pancing, warung makanan dan minuman, toilet dan musholla pun lengkap tersedia. Hanya saja, kalau wudhu agak repot karena harus mengambil wudhu di kamar mandi… so, I’ll prefer go to look for another mosque or musholla outside that place.

Overall, wisata mangrove ini bisa dijadikan salah satu tujuan wisata di Surabaya. saya recommend waktu kesana pagi sampai siang saja karena setelah dhuhur hawanya sudah mulai panas dan mulai jam 4 sore sudah banyak nyamuk rawa yang ukurannya super (menurut keterangan mas penjaga di dermaga).

Oke bagi yang tertarik, monggo rame-rame datang kesana ^_^

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s