Go Green


Beberapa saat yang lalu ada “German Week” di Negara Jerman. Sehubungan dengan German Week inilah, pihak kedutaan Jerman (kalo nggak salah) mengadakan festival film science untuk menumbuhkan kecintaan anak Indonesia akan ilmu pengetahuan. Selain itu ada juga film-film tentang alam, bagaimana indahnya alam yang dikaruniakan Tuhan sehingga menumbuhkan kesadaran anak-anak untuk melestarikan lingkungan. Pemutaran film diadakan di Goethe Institut Surabaya dari tanggal 15-30 November 2011. Kebetulan saya mengikuti pembukaan festivalnya dan melihat film perdananya tentang bumi yang juga sudah sempat saya lihat di Discovery channel beberapa hari sebelumnya.

Go Green ini yang sangat menarik untuk dibahas. Mengingatkan saya dengan tulisan yang saya tulis setelah flight malam dari Jakarta ke Surabaya sekitar akhir Oktober 2011 lalu.
 
=0O0=
Flight malam hari… hmmm I really enjoy it. Bisa melihat kerlap-kerlipnya lampu-lampu kota dari atas merupakan suatu pemandangan yang benar-benar indah. Itulah sebabnya saya ketagihan untuk flight malam hari. Walaupun senang juga flight siang hari karena bisa melihat lekukan bentuk-bentuk bumi, mengagumi kebesaran Sang Pencipta. Apalagi flight rute Surabaya Jakarta melewati gugusan pegunungan (terkadang crew pesawat berlaku seperti guide wisata dengan memberitahu bahwa di sebelah kanan pesawat bisa kita lihat gunung x, dan di sebelah kiri terlihat pemandangan apa. Maskapai penerbangan satu ini memang istimewa
☺).

Melihat begitu banyaknya lampu yang terpasang ketika malam hari membuat saya berpikir, pantas saja ada isu tentang krisis energi. Kalau di darat mungkin tidak terasa bahwa sudah begitu banyak energi yang kita pakai di malam hari untuk menyalakan jutaan bahkan milyaran lampu pada saat yang bersamaan. Ketika melihat dari atas, baru akan terlihat ternyata lampu-lampu jalan bagaikan untaian kalung manik-manik emas.
Bukan hanya tentang listrik. Setiap hari, berapa juta / milyar kendaraan mengeluarkan polusi. Belum lagi berapa banyak maskapai dan berapa banyak rute penerbangan berkontribusi mengeluarkan polusi ke udara. Bahkan yang sedang saya pakai selama perjalanan
 1 jam dari hotel ke pusat training ( total 2 jam pergi pulang ). Begitupun dengan baterai laptop yang sedang saya pakai untuk membuat tulisan ini. Mau tidak mau saya juga berpikir, apa yang akan saya tinggalkan untuk anak keturunan saya kelak? Apakah kota yang semakin panas? Sampah yang semakin menggunung? Air bersih yang semakin harus dimurnikan dengan bahan kimia? Atau apa? Kita sudah berada di era dimana air bersih harus beli. Padahal ketika saya masih kecil, orang agak menertawakan ketika ada perusahaan yang menjual air minum. Tetapi kini, produk air minum kemasan malah menjadi produk pilihan masyarakat karena air PDAM sudah tidak begitu baik kualitasnya untuk dijadikan air minum. Oleh karena itu, jangan sampai anak cucu kita tinggal di suatu era dimana udara bersih pun harus beli.

Think big, starting from small act. Saya pernah mendengar cerita dari seseorang, bahwa ada professor di ITS (kampus saya dulu mencari gelar sarjana) yang sangat hemat dalam pemakaian air. Walaupun sebagian orang mengolok-olok, atau mungkin tersenyum kecut bahwa tindakan itu tidak akan banyak efeknya. Tetapi memang semua hal besar dimulai dari hal kecil.

Go green … semakin lama seakan hanya menjadi himbauan bagi sebagian masyarakat dunia yang memang sudah sangat sedikit prosentase penggunaan energinya. Sedangkan di sisi lain, para negara kapitalis masih dengan cueknya memasang gemerlapnya lampu hanya untuk sebuah kota judi. Ada suatu pemahaman juga yang disebarkan bahwa lampu itu tidak mempengaruhi kelestarian lingkungan dan bahwa polusi adalah yang paling utama. Menurut penjelasan yang saya dengar, sudah ada batas emisi dan semacamnya bagi industri dan polusi di tiap Negara, but who knows? Atau mereka menginginkan orang lain menghemat energi demi kepentingan pabrik-pabrik besar mereka? Who knows juga… Tapi mari kita meyakini bahwa sekecil-kecilnya tindakan baik pasti akan ada manfaatnya.

Lets Go Green.

Gunakan air, listrik, dan sumber daya alam dengan bijak.

Posted from BlackCat ^^
powered by sinyal kuat Indosat

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s