Momo and Her next Generation


Alhamdulillah sudah hampir seminggu umur kitten-kitten itu. Saya berharap semoga mereka bisa survive hingga menjadi kucing dewasa yang lucu seperti induknya.

Hari minggu yang lalu, tanggal 16 Oktober 2011 tepat waktu subuh, kucing saya monalisa (momo) melahirkan. Momo melahirkan 5 orang anaknya sendirian, dalam jangka waktu kurang lebih 1 jam-an. Hebatnya hewan, bisa melahirkan sendirian walaupun untuk pertama kalinya tanpa bantuan dokter atau ditemani oleh keluarga dan pasangannya. Ketika malam menjelang dini hari, momo meong-meong gelisah seperti hendak mengatakan sesuatu. Bapak dan ibu saya yang masih belum tidur menduga bahwa dia akan melahirkan. Kemudian momo diletakkan pada sudut ruangan yang agak tersembunyi.

momo sedang menyusui

Proses melahirkan sepertinya memang menyakitkan terlihat dari wajah momo sewaktu proses itu. Tetapi pas setelah melahirkan, seolah-olah dia sudah tahu apa saja yang harus dia lakukan sebagai seorang ibu kucing baru walaupun (tentu saja) dia tidak pernah menanyakan kepada kucing betina senior yang sudah beranak atau browsing di internet tentang cara merawat bayi kucing. Salut saya semakin bertambah ketika menyaksikan momo begitu sayang kepada anak-anaknya, bahkan seharian dia tidak berani meninggalkan anak-anaknya. Tidak juga untuk beranjak makan atau minum yang sudah disediakan beberapa cm dari tempatnya menyusui. Subhanallah. Walaupun pada akhirnya ada 2 anaknya yang meninggal dunia. Tapi itu semua memang karena kehendak Allah SWT. Hari berikutnya dia baru berani untuk sedikit jalan-jalan disekitar rumah. Tetapi dia juga ‘sadar’ ketika waktu menyusui, dia kembali kepada anak-anaknya, membangunkan mereka dan memposisikan dirinya agar anak-anaknya bisa leluasa untuk menyusu. Hebat, kucing pintar (padahal saya ndak pernah ngajari, wong saya punya pasangan saja belum). Ini pengalaman yang menyenangkan dan pertama kali mempunyai kucing yang melahirkan, walaupun sekaligus menyedihkan ketika harus kehilangan 2 bayi kucing tanpa bisa melakukan apa-apa.

Sangat aneh jika melihat manusia yang lebih beradab kalah dengan kucing, hewan. Atau mungkin justru dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki, beberapa orang malah pintar untuk menjustifikasi tindakannya atas anak-anak bahkan bayi yang seharusnya diperlakukan penuh kasih sayang sebagai anugerah Allah SWT yang tidak ternilai. Saya mungkin harus mengingat bagaimana momo memperlakukan anak-anaknya, kelak ketika saya sudah diberi Allah SWT momongan. Mengingat bagaimana momo dengan sabarnya meladeni anak-anaknya yang kelaparan mungkin akan membantu saya untuk bersabar ketika anak-anak saya rewel atau sedang menguji saya.

Mohon doa para pembaca sekalian agar 3 anak momo yang masih hidup bisa survive hingga dewasa, aamiin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s