Generasi GUI Install OS :)


Terasa sekali hebohnya kalau berhadapan dengan device yang bersistem operasi DOS. Bingung dengan command-commandnya karena sudah lupa. Walau DOS merupakan sistem operasi yang paling sederhana, tapi sedikit yang bisa mengoperasikannya dengan baik, dan saya merasa beruntung karena pernah mengenalnya hehe. Sejak SMP saya sudah belajar DOS dan lotus. Sejak itu, saya menyukai pelajaran komputer. Dan ketika SMA sudah mulai belajar bahasa C untuk pemrograman sederhana. Di SMA saya, pelajaran komputer tidak masuk mata pelajaran wajib, tetapi hanya masuk semacam ekstrakulikuler. And guess what? So surprising, senior yang mengajari pelajaran komputer ini ternyata sekarang menjadi teman kerja saya sekarang tetapi beda sub bagian, dan dulu juga menjadi senior di kampus (walau beda jurusan, dan dulu tidak kenal) hohoho.

Walau merasa beruntung zaman sekarang ini sudah tercipta teknologi GUI (Graphical user interface), tetapi lumayan menantang juga bisa mengenal sistem operasi non GUI. Bagaimanapun, di dunia IT networking, yang ada ya cuma command based. Dan yang powerful adalah dengan menggunakan command based. Walaupun saya sempat mengenal OS non GUI, tetap saja saya tidak suka melihat layar kosong yang hanya bisa merespon dengan sekumpulan command.

Memang agak beda fungsi ya, antara yang command based dan yang menggunakan GUI. Tetapi kan sejatinya, yang GUI itu dibagun dari yang command based (bener nggak ya?). Kalau untuk gampang-gampangan sih buat belajar lebih baik menggunakan GUI, tetapi mengenalkan sistem operasi command based itu saya rasa juga perlu dalam dunia pendidikan. Sehingga membantu frame berpikir anak-anak bahwa sesuatu yang indah itu dibangun dari sesuatu yang terlihat sederhana, dan hal yang terlihat sederhana bisa jadi lebih powerfull dari yang terlihat kompleks. Jadi teringat sewaktu praktikum jaringan komputer. Untuk menginstall debian, menggunakan CD yang berjumlah 3 buah atau berapa ya (sudah lupa, yang jelas lebih dari 2). Untuk membuat coding, setting konfigurasi, dll, (menurut saya) susahnya minta ampun. Alhamdulillah dulu 1 kelompok dengan teman yang rajin main ke laboratorium jaringan komputer, jadi nilai praktikum saya selamat, dapat nilai B!!

Mengapa saya jadi teringat sistem operasi DOS vs GUI ? Karena baru saja saya bertemu dengan sistem operasi ini setelah sekian lama. Dan saya familiar hanya dengan sistem operasi windows hingga saat ini. Laptop pertama yang saya punya dulu (Byon Queva), ketika beli belum terinstall windows, sehingga saya perlu menginstall sendiri. Untuk menginstall windows di laptop atau PC, kita hanya perlu menggunakan CD windows bootable. CD bootable artinya CD ini memiliki autorun, sehingga ketika laptop atau PC booting, autorun installernya akan berjalan dan install sistem operasi baru bisa dilakukan.

Laptop kedua saya ternyata juga demikian, ternyata masih menggunakan DOS (kenapa ya selalu tidak mengecek yang satu ini – sistem operasi). Dan untuk bisa mengoperasikan laptop baru saya ini (ASUS U36SD), install sistem operasinya sendiri dan download drivernya di web resminya. Seingat saya, ketika burning CD untuk installer sistem operasi, dipilih tipe CD bootable sehingga langsung bisa run ketika laptop/PC booting. Walau biasanya CD bootable mengandung file autorun.exe tetapi file .iso yang dijadikan bootable sepertinya juga bisa dipakai.

Cara install sistem operasinya tinggal kita masukkan CD bootable di CD/DVD Rom. Kali ini saya menggunakan DVD ROM (portable multi drive) eksternal. Dan jangan sampai salah menancapkan kabel DVD eksternal ke port USB. Soalnya gara-gara salah menancapkan kabel (seharusnya kabel yang kepala, bukan cabangnya), CD bootable tidak mau running ketika booting (maklum sudah lama tidak melakukan hal-hal IT seperti itu). Saya sempat kebingungan gara-gara kejadian ini. Padahal ketika masuk ke DOS, diketik perintah “dir”, file dalam CD terdeteksi. Berkat bantuan teman, Alhamdulillah keanehan ini terpecahkan. Nyalakan laptop/PC, Kemudian file autorun akan dijalankan dan biasanya berupa GUI. Tinggal ikuti saja langkah-langkah yang tertera di installer. Setelah install sistem operasi, lakukan install drivernya yang support dengan sistem operasi tersebut. Install driver yang pertama kali adalah install chipsetnya, kemudian bisa diikuti dengan install driver lainnya.

Setelah semua terinstall, semua sudah bisa dinikmati🙂 . Selamat, semua sudah GUI based dan tidak usah lagi bingung dengan layar hitam DOS ^.^

*thnx kepada yang sudah minjemin CD installer dan yang sudah download-kan drivernya🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s