Bekerja dengan SUPER HERO dalam sebuah tim


Sepanjang hidupnya, manusia akan selalu menemui tugas dan target. Bahkan sejak bayi kita sudah dihadapkan pada tugas dan target.

Lho kok bisa?

Coba diingat-ingat kembali, sejak masih kecil orang tua akan membimbing kita memenuhi target yang harus kita penuhi. Contohnya sewaktu bayi, target yang diberikan kepada kita, antara lain kita harus bisa tengkurap, duduk, berjalan, berbicara, dll, dalam rentang usia tertentu. Ketika masuk sekolah, kita tidak hanya dihadapkan pada tugas dan target dari orang tua, tetapi juga dari guru. Dan ketika bekerja, tugas dan target akan semakin menjadi teman akrab kita sehari-hari. Nah, secara pribadi saja kita sudah mengenal tugas dan target sejak kita bayi, apalagi dalam sebuah tim. Saya bukan seorang organisator ulung, tapi saya mencoba membagi pengetahuan berorganisasi saya selama ini, walaupun pas-pasan. Jadi, maafkan saya kalau dalam tulisan saya kali ini terlalu kempol (kemeruh pol, artinya sangat sok tahu).

Pada dasarnya sebuah tim/organisasi dibentuk untuk tujuan dan fungsi tertentu. Tim yang paling familiar dengan kehidupan kita sehari-hari adalah keluarga kita sendiri. Dimana di dalam keluarga, kita mengenal ayah dan ibu selaku pengurus, merekalah (atau salah satu dari mereka) yang melakukan semua pengaturan managerial dalam keluarga. Kemudian mereka memiliki anggota tim yaitu anak-anak, dan ditambah ART (asisten rumah tangga) jika ada. Disini kemudian berlaku pembagian tugas antara orang tua dan anggota keluarga lain sebagai sebuah tim untuk mencapai tujuan-tujuan/target dan fungsi sebuah keluarga. Bukan hanya keluarga, bahkan sebuah kelompok belajar bersama pun bisa menjadi sebuah tim. Dalam lingkup yang lebih luas, dimanapun dalam masyarakat, kita tidak bisa lepas dalam posisi sebagai sebuah tim.

Berbagai karakter akan kita temui dalam sebuah tim. Sebuah sosok yang menarik untuk dibahas, yaitu sosok si SUPER HERO.

Siapakah si “SUPER HERO” tersebut ?

Dia adalah seseorang yang mampu menghandle beberapa, banyak, atau semua peran dalam tim seorang diri. Apakah ada orang tersebut ? Saya sudah menemui beberapa. Kehadirannya bagai oase di padang pasir. Dia bagai penyelamat ketika pengurus dan anggota yang lain entah kemana. Tapi apakah benar seorang SUPER HERO itu seorang penyelamat tim? Dalam jangka pendek mungkin ya, tetapi dalam jangka panjang mungkin tidak. Sepak terjang seorang SUPER HERO bagaikan ketika kita meminum air laut (ya silahkan dicoba bagi yang belum pernah ^.^ ). Semakin diminum akan terasa semakin haus, hanya menghilangkan dahaga sesaat. Walaupun mungkin niat SUPER HERO tersebut sebenarnya baik. Alasan klasik yang biasa diungkapkan SUPER HERO adalah karena target waktu yang semakin singkat, rekan-rekan yang kurang cepat bergerak, dan kalaupun bergerak kerjanya kurang bagus, dan masih banyak lagi. Padahal sampai kapanpun, target waktu itu tidak akan pernah panjang, dan orang lain hanya butuh dipercayai untuk melakukan tugasnya ( karena sebenarnya sejak kecil semua orang sudah terlatih untuk memenuhi tugas dan target ). Kecuali dalam hal yang sangat spesial, dimana anggota tim memang tidak lagi komitmen pada tim, si SUPER HERO ini akan sangat dibutuhkan.

Dalam jangka pendek, kondisi negatif yang dialami tim dimana SUPER HERO always in charge adalah semakin tergantungnya anggota tim kepada dia. Anggota yang lain menjadi kurang ‘jam terbang’ di lapangan. Sehingga karena kurang ‘jam terbang’, bisa jadi kerjanya dinilai kurang bagus, maka SUPER HERO akan ambil alih kembali. Atau ketika anggota lain sedang belajar, si SUPER HERO tidak sabar dan keburu mengambil alih job desc anggota lain tersebut. Terkadang anggota lain malah jadi menggampangkan, “ah kan ada dia”, “nanti kan kalau tidak selesai, dia pasti akan ikut bantu”. Sementara si SUPER HERO mumet sendiri, anggota yang lain ternyata malah ada yang tidak kebagian job atau sangat sedikit job-nya. Kadang kala, saking sibuknya memikirkan banyak hal, si SUPER HERO sampai lupa mengkomunikasikan bahwa dia menghandle pekerjaan orang lain. Tapi ada juga dampak positif dari kehadirannya, yaitu pekerjaan tim akan cepat terselesaikan., hehehe. He/She is the saviour.

Dalam jangka panjang, kaderisasi akan mandeg. Anggota tim lain akan minim dalam hal belajar. Jika banyak dari job desc anggota dibantu SUPER HERO, tidak akan ada manusia SUPER lainnya.

SUPER HERO ini biasanya orang yang memiliki skill, sangat aktif dan ringan tangan, juga ringan kaki, artinya mudah bergerak di lapangan / di dunia persilatan. Biasanya pekerjaannya sangat excellent dalam hal eksekusi. SUPER HERO jika dipasangkan dengan seorang pemimpin yang mumpuni dalam hal manajerial akan klop karena SUPER HERO ini suka bekerja. Seandainya kemampuan manajerial SUPER HERO bagus, dia tidak akan melakukan semuanya sendirian. Dalam buku yang pernah saya baca, yang berjudul “Tancap Gas”, seorang pemimpin hanya perlu menjaga agar orang-orang yang dipimpinnya melakukan misi dan bergerak dalam rel visinya. Artinya menjaga gerbong kereta terus bergerak dan berada pada jalur rel yang benar.

Saya jadi ingat sebuah film, batman saja meng-kader robin. Three musketeers saja berkembang jadi four musketeers. Akan menyenangkan kalau SUPER HERO bisa mengkloning-kan dirinya kepada orang lain. Bukankah asik juga kalau tim kita menjadi SUPER HERO LEAGUE ? SUPER HERO LEAGUE artinya masing-masing memiliki skill, kemampuan yang super dengan kemampuan team work yang bagus. Sebuah tim = SUPER HERO LEAGUE ? Why Not!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s