The same old brand new me


New day has come.

We hope to be a better person after ramadhan.
Today is the first work day after 1 syawal. And hopefully we do better in work.
But there’s a small feeling that actually today is almost the same like yesterday (except I wear new white shoes, hihihi pamer).

Okay, back to mother language.
Jadi inget lagu jadul dari A1 yang judulnya “same old brand new you”. Ceritanya tentang seorang cowok yang mengharapkan perubahan baik dari ceweknya. Si cewek selalu berjanji bahwa dia akan berubah, tetapi nyatanya dia selalu mengingkari janjinya (makanya tidak perlu repot-repot pacaran, taaruf aja terus nikah :D). Well, little bit like me, hehehe. Selalu janji olahraga pagi, tetapi tidak pernah terlaksana. Semangat akan pupus ditelan dinginnya pagi (haha asline gak niat).
Berikut sedikit cuplikan lirik lagu A1 “same old brand new you” :
You said you’d change
But I’m afraid
It’s something I won’t live to see
It’s seems so strange
That sometimes fate
Can appear to be so real
And yet turn out to be a fantasy

You’re singing that same old song

Lagu lama…
Sudah terlalu banyak melalui ramadhan. Dan setiap ramadhan selalu dilalui dengan niatan untuk menjadi lebih baik. Tetapi rasa-rasanya setelah ramadhan ya biasa saja. Masih ada sifat-sifat aneh yang tertinggal. Oya, terutama sholat sunnah dan tilawah juga ikut berubah lagi jadi seperti biasa. Rugi besar nih orang-orang model kayak begini. Beruntunglah bagi mereka yang banyak mendapat banyak keutamaan bulan ramadhan dan mengalami peningkatan baik dari sisi humanitas maupun ketuhanan. I wish I could be like them.

Ternyata memang benar ya, hidayah, hikmah, kebaikan dan yang baik-baik pokoknya, diberikan bagi mereka yang serius mencarinya. Membeli barang bagus (di dunia) saja biasanya harganya mahal. Apalagi “membeli” bekal untuk kehidupan akhirat. No pain, no gain. Pain-nya sebenarnya tidak akan terasa pain banget kok. Sama lah analoginya dengan olahraga pagi. Untuk melakukannya secara rutin, pada awalnya itu pain. Tapi setelah terbiasa, dampak baiknya akan terasa ke kita dan olahraga akan menjadi bukan pain (hehehe teori tok bisanya). But trust me, it works. Sebenarnya pernah merasakan 35 hari ikut wamil (maksudnya pendidikan masuk perusahaan dengan dilatih TNI AD). 3 minggu pertama merasakan pain…sangat. Tetapi minggu-minggu terakhir malah merasakan fun, rasanya tidak ingin pulang. Merasakan enaknya hidup teratur, badan terasa sehat. Begitulah yang saya maksud pain tidak lagi menjadi pain. Tetapi harus berani membayar harga mahal diawal agar pain bisa jadi fun. Dan nyatanya tidak semua orang berpikir mereka harus membayar mahal untuk mendapat sesuatu yang berharga, high quality, dan semacamnya.

Dan saya…
Ingin membayar mahal, tapi masih sering gagal. Dan sampai sekarang masih betah jadi “the same old brand new me”. T.T
Help me Allah to be a better person day by day, to be the best that I can be. And bring me someone one that can be a good imam for me, aamiin.
Oya, and GPL ya (Gak pake lama) :p

*Doa dari seorang yang butuh revolusi besar-besaran dalam hidup, agar hidupnya tidak monoton.
*Doa dari seorang yang tidak ingin hanya menjadi seorang Catur Wulandari biasa.

Happy idul fitri 1432 H to my bro and sis, all muslim around the world.
Minal aidin wal faizin.

Sent from my BlackCat, powered by Indosat’s Strong Signal


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s