MLM ke surga


Anda anti MLM?
Eiitsss pelajari dulu MLM yang satu ini.
Sebenarnya MLM di dunia bisnis hanya mencontoh MLM pahala yang diajarkan dalam agama islam. Mau tahu? Sudah banyak dibahas di dunia maya, bisa jadi kita saja yang belum ngeh (atau kalau buka internet yang dicari bukan tentang ilmu agama).

Hidup manusia sangatlah singkat. Belum lagi dipotong dengan waktu istirahat, makan, ke toilet, dll, pasti jam efektifnya jadi sangat sedikit. Kemudian waktu efektif yang kita miliki ditotal dan di-compare dengan waktu ibadah kita, bagaimanakah hasilnya? Secara matematis pastinya akan sangat sedikit porsi waktu beribadah kita (kecuali orang-orang tertentu yang mendedikasikan hidupnya untuk agama). Tetapi bukan berarti kita yang tidak dipanggil kyai, ustadz, dan ulama berkecil hati dan pasti kalah pahala dengan mereka yang terpandang dalam urusan agama. Kita kan diajarkan sistem MLM dalam islam. Muslim meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab shahihnya no 2674 dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda :

    “Barangsiapa yang menyeru kepada kebaikan, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun”

Itulah ajaran sistem MLM dalam islam. MLM bisa diterapkan dalam hal kebaikan, juga dalam hal keburukan/dosa. Dengan sistem MLM, kita bisa mengakali keterbatasan waktu yang kita miliki.

Kalau dihitung-hitung ibadah yang kita lakukan sendiri, mungkin masih belum cukup membawa kita ke surga kecuali kalau ada yang mendapat door prize pahala. Bagaimana caranya kita bisa mendapatkan pahala berlipat bahkan secara eksponensial?

1. Meniatkan segala sesuatu yang kita lakukan untuk ibadah

Tidak hanya sholat, puasa, zakat, dan ibadah-ibadah mahdah yang bernilai pahala. Tetapi juga banyak aktivitas lain bisa bernilai ibadah, misalnya bekerja, membantu orang lain, seseorang yang sedang memasak untuk keluarganya, mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, berbuat baik kepada tetangga, dll, asalkan diniatkan untuk beribadah.

2. Mengajarkan ilmu kebaikan kepada sebanyak-banyaknya manusia

Anggap saja seseorang menyampaikan 1 ayat atau 1 hadits kepada 5 orang. Kemudian 5 orang tersebut bertemu keluarganya, teman-temannya dan menyampaikan pesan kebaikan tersebut. Dan tidak hanya berhenti sampai disana, teman-teman dan keluarga mereka menyampaikan kepada kelompok-kelompok arisan, teman, dll, hingga jumlah tak terhingga. Sudah bisa dibayangkan berapa pahala yang bisa kita dapatkan.

3. Mengajak sebanyak-banyaknya manusia untuk menjadi penyeru kebaikan

Di dunia MLM, terkesan bahwa yang bersusah payah hanya downline yang paling bawah. Ini anggapan yang keliru. Siapa yang tidak mau terus mendapatkan lebih dan lebih? Upline nya juga harus mendapatkan sebanyak-banyaknya downline da’i agar pahalanya unlimited. Dalam hal ini, otomatis downline harus bekerja lebih keras, karena ia baru memulai. Jika ia juga ingin mendapatkan pahala unlimited, maka ia harus mencari sebanyak-banyaknya downline da’i.

Dalam dunia MLM, bukan hanya jarang, tapi pasti akan sering mengalami penolakan baik dalam hal bisnis maupun agama. Dua-duanya sama. Ditolak itu biasa. Malu? Buat apa? Karena selama yang kita sampaikan itu produk yang baik dan bermutu tinggi, pede aja lagi. Berbeda kalau kita sendiri tidak yakin dengan keunggulan produk kita, apalagi jika belum ada bukti nyata tentang kemanfaatan produk kita.

MLM dalam bisnis, menunjukkan cara untuk menaikkan kekayaan kita secara berlipat bahkan eksponensial. Kekayaan yang tidak mungkin dicapai dengan hanya bekerja sebagai pegawai. Setiap bulan, seorang pegawai mendapatkan gaji yang ditentukan oleh perusahaan. Sedangkan dengan MLM, pendapatan yang kita terima tidak dibatasi. Seorang mentor saya pernah berkata “disini ketika kita membantu orang lain untuk memiliki rumah, maka kita otomatis juga bisa beli rumah. Semakin kita banyak membantu orang untuk sukses, maka kita juga akan semakin sukses”. Analogi yang sama dalam hal agama. Semakin banyak kita membantu orang mendapat hidayah, maka semakin banyak imbalan dari Allah yang akan kita terima, Subhanallah. Harapannya, semakin banyak kita membantu orang memperoleh ilmu agama, maka semakin sukses hidup kita di dunia dan akhirat.

Tetapi walaupun sudah jelas imbalan yang akan diterima, tetapi lebih banyak yang menolak diajak bergabung dalam kerja sistem MLM. Ya, mungkin masih banyak yang belum paham sistem ini. Oleh karena itu, prinsip saya, setiap ada orang menawarkan hal baru, walaupun sudah terkenal jelek, saya dengarkan dulu, saya pelajari. Kalau ternyata tidak seperti yang dibicarakan, maka saya ubah penilaian saya.

*MLM… Memang benar ada yang sistemnya buruk. Tetapi ada juga yang sistemnya bagus, bahkan seperti MLM yang diajarkan islam. MLM islam, membawa kita ke surga, insyaAllah. MLM di dunia, membantu kita menjadi kaya, sebagai sarana beramal menuju surga ^_^*

Sent from my BlackCat, powered by Indosat’s Strong Signal

Sent from my BlackCat, powered by Indosat’s Strong Signal


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s