harta dan kepedulian sosial


Pas ketika saya semangat mencari cara untuk menjadi kaya, materi kajian dhuhur kemarin “jangan pernah lalai”, dalam hal ini jangan pernah lalai dari kematian. Jadi balance, sebelumnya mikir tentang impian-impian dunia, kemudian langsung diberi teguran tentang kematian.

Saya share sedikit tentang kajian kemarin.

Manusia di dunia ini ada yang hanya menginginkan kebahagiaan dunia, dan ada yang menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat, seperti firman Allah pada QS 2:200-201. Logikanya, jika manusia hidup di dunia saja sudah senang, apalagi jika mendapati kehidupan di surga. Kenikmatan Surga itu tidak pernah dilihat, tidak pernah didengar, tidak bisa dikhayalkan.
Untuk ke surga, manusia harus melalui dulu yang namanya kematian (maut). Harusnya manusia bahagia dengan kematian, karena akan bertemu surga dan bertemu Allah SWT. Tetapi jika ditanya, apakah manusia bahagia bertemu dengan kematian? Pasti jawabannya tidak. Padahal dengan bertemu kematian, maka manusia akan bisa bertemu surga.

“…. Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya” (QS Al kahfi : 110). Jika kita takut masuk neraka, maka tuntunan Allah sudah jelas seperti yang dijelaskan pada ayat tersebut. Takut dan berharap. Takut masuk neraka dan berharap masuk surga, tetapi berharapnya harus lebih kuat. Ada sebuah hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa orang-orang yang cerdik adalah mereka yang bisa memanage dirinya untuk kepentingan setelah mati. Pada hadits yang lain disebutkan agar kita memperbanyak mengingat hal yg memutuskan semua kenikmatan dunia, yaitu kematian.

Orang tua pastilah merasa malu kalau anaknya sering bolos jam pelajaran di sekolah, walaupun cuma 1 jam pelajaran. Tetapi tidak akan ada yang malu kalau anaknya tidak pernah mengikuti taklim untuk mengkaji ilmu yang bisa menjadi bekal keselamatan dunia akhirat. Padahal Allah senantiasa membangga-banggakan dan menyebut satu per satu nama-nama hambaNya yang datang pada majelis ilmu.

The last question is : Anggap dirimu mati hari ini. Kira-kira apakah akan masuk surga?

Materi ini nyambung juga dengan materi kajian hari rabu, yaitu islam dan kepedulian sosial. Dimana disitu dijelaskan bahwa harus memiliki kepekaan sosial terhadap sesama umat muslim. Bagaimana tentang mengangkat harkat derajat kaum muslim. Pada saat itu dijelaskan juga bahwa jika seseorang memiliki harta kekayaan, selayaknya harta itu jangan ‘idle’, tetapi harus diputar dan didayagunakan untuk kemanfaatan. Disini dijelaskan bahwa umat muslim harus memiliki kemanfaatan sebanyak-banyaknya, salah satunya dengan menjadi kaya. Kemudian besoknya, materinya tentang kematian. Mantabss panitia yang nge-set urutan materi kajian nih. Jadi materi tentang beramal sebanyak-banyaknya diikuti materi tentang kematian.

Kemudian saya nyambung ke pemikiran ‘berkebun’ emas. Logikanya, semakin banyak emas yang disimpan, maka akan semakin banyak pula zakat yang akan dikeluarkan (jika sudah melebihi nizhob dan 1 tahun). Dan jika semakin banyak harta yang ‘idle’, maka akan semakin banyak pula zakat yang dikeluarkan. Oleh karena itu, harus pintar-pintar berpikir bagaimana agar harta yang dimiliki tidak ‘idle’ tapi juga tidak mengalami kerugian.

Investasi yang ‘idle’ hanya akan memperberat beban zakat yang harus dikeluarkan. Dan sebaliknya, harta yang diputar akan mengurangi zakat dan menambah kemanfaatan bagi orang lain. Bukannya saya tidak mau atau perhitungan dalam membayar zakat, ini hanya analogi secara investasi. Tapi memang benar, lebih baik harta kita diputar dan tidak ‘idle’ karena akan lebih banyak kemanfaatannya bagi orang lain. Mungkin bisa digunakan untuk modal orang membuka usaha, membesarkan usaha, dll. Hal tersebut juga salah satu bentuk investasi, bukan hanya dalam bentuk uang, emas, tanah, rumah, dan benda-benda yang tidak bergerak lainnya.

Hehehe ngomongnya muluk-muluk, kaya aja belum🙂
Semoga segera diberi kesempatan oleh Allah SWT, aamiin

Sent from my BlackCat, powered by Indosat’s Strong Signal


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s