Ayo Din, kita jadi kaya!


Yap, seperti Rasulullah dan para sahabat. Sudah sejak lama sih sadar kalau contoh manusia yang terbaik itu Rasulullah dan para sahabat. Tetapi baru kali ini saya benar-benar bisa merasakan kesadaran yang muncul dari dalam diri, keinginan untuk benar-benar mengikuti jejak mereka. Bukan hanya sebagai tokoh islam, mereka begitu banyak menebar manfaat di mana pun mereka berada, mereka gagah berani, cerminan para penghuni surga, dan terlebih lagi.. mereka kaya. Walau sering kali, sebagian besar bahkan seluruh kekayaan mereka diinfakkan untuk perjuangan di jalan Allah SWT.

Ramadhan kali ini saya terobsesi dengan sepak terjang mereka, bagaimana dengan segala keterbatasan, mereka tetap cemerlang. Manusia-manusia cemerlang yang diabadikan sejarah sepanjang masa. Tentu saja obsesi saya ini tidak serta merta datang. Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan Dina. Dina adalah adik seorang kakak kelas saya sewaktu SMA. Kami lebih mengenal sejak beraktivitas dalam sebuah bisnis yang baru kami geluti. Dina mengajak saya untuk berdiskusi tentang beberapa macam bisnis dan investasi. Terus terang saya kagum dengan Dina, karena walau kenampakan luarnya seperti itu (haha no offense ya Din), terkesan selengekan, seperti anak-anak muda kebanyakan, tapi pemikirannya progressif, dua jempol deh. Bahkan berkali-kali dia tidak sabar dan melontarkan hinaan mendengar pemikiran saya yang tipenya ‘alon-alon asal kelakon’ (biar lambat asal terlaksana). Dina berkata kalau dia ingin kaya di usia muda. Dia ingin bisa berinfak sebanyak-banyaknya, karena itu dia merasa harus kaya. Dia berkata kepada saya bahwa kaya ketika usia tua itu biasa, tetapi kaya ketika masih muda, itu yang luar biasa. Perkataan Dina bagai gelegar petir yang meyambar kesadaran saya, DUARRR….! Menyambar otak saya dan hati saya yang terdalam. Memang hidayah itu tidak bisa diduga datangnya, entah dari siapa dan kapan. Dan kali ini hidayah datang dari seseorang yang baru saya kenal.

Hidayah itu adalah hidayah untuk menjadi kaya…

Terus terang, saya dan Dina masih belum punya petunjuk bagaimana untuk menjadi kaya di usia muda. Maklum lah, ayah Dina seorang pegawai BUMN sedangkan ayah saya seorang pegawai PNS, dulunya. Jadi kami agak harus bersusah payah jika ingin menjalankan sebuah usaha atau berwiraswasta, karena kultur keluarga kami berjiwa pegawai. Banyak rencana di pikiran kami, tetapi tidak ada petunjuk bagaimana untuk mewujudkan rencana-rencana tersebut. Sementara ini kami hanya mengikuti jalan orang-orang sukses sebelum kami. Orang-orang sukses itu menunjukkan jalan yang kata mereka tepat untuk diikuti.

Kata-kata seorang mentor yang tetap memotivasi saya adalah “take action, miracle happen”. Ibarat mencari alamat seseorang, tidak mungkin akan ketemu jika berdiam diri. Tersesat itu adalah hal yang biasa. Tidak malu berulang kali bertanya sepanjang jalan akan sangat membantu kita. Putus asa ketika mencari alamat karena tidak kunjung ketemu, itu juga lumrah. Ketika sudah ‘mentok’, disitulah waktunya benar-benar berpasrah pada-Nya, asal tetap tidak berhenti berusaha. Analogi yang sama untuk mencari alamat sumber kekayaan. Yang perlu diingat, kekayaan yang nantinya didapatkan itu bukan untuk dijadikan bahan kesombongan dan membanggakan diri, apalagi takabbur, naudzubillah. Kekayaan yang diraih itu semata-mata untuk menjadikan diri manusia yang bermanfaat bagi sebanyak-banyak umat di bumi Allah ini.

Jadi untuk saat ini, Dina dan saya masih action dan action, serta berdoa untuk mengupayakan agar Allah menghadiahkan kejaiban kepada kami. Walau sampai saat ini tampaknya langkah kami masih berat untuk menuju puncak kesuksesan. But, it’s oke, Allah never sleep and He never leave us alone.

Bismillah, ayo Din kita jadi kaya!

Sent from my BlackCat, powered by Indosat’s Strong Signal


2 thoughts on “Ayo Din, kita jadi kaya!

  1. YES DAHSYAT!!! YOU’LL
    BE A VERY VERY VERY BEAUTIFUL BUTTERFLY! KEEP GOING AND KEEP DOING! YOU CAN DO IT!
    BUT,KEEP NO CROSSLINING, OK…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s