Teman sebangku dan sekitarnya, semasa SMP


Sudah lama saya ingin menuliskan tentang teman-teman sebangku dan sekitar tempat duduk saya semasa sekolah, karena teman-teman itulah yang begitu banyak mewarnai kisah hidup saya.

Kali ini saya akan bercerita tentang teman sebangku selama SMP. Tiga tahun menjalani masa-masa di SMP 3 Surabaya. Masa-masa saya kebingungan mencari jati diri. Bingung mencari manakah ‘kelompok’ saya. Bingung mencari idola, sampai bingung memilih kegiatan ekstrakulikuler.  Tetapi saya tidak pernah bingung mencari teman sebangku, karena feeling saja yang menuntun saya kemana harus duduk🙂 .

Ketika kelas 1 saya tidak berada di kelas unggulan, tetapi saya suka sekali dengan teman sebangku saya terutama karena nama belakang kami sama. Asri wulandari, menemani saya setahun duduk di bangku kelas 1B. Dan lucunya, waktu itu saya suka dengan kakak kelas yang bernama arsy (mirip namanya dengan asri, hihihi). Hal yang paling berkesan dari Asri adalah dia orang yang cantik tapi sederhana. I like her very much. Sedangkan di depan kami, duduk 2 orang yang bernama depan dan belakang sama, yaitu Dian Puspita Sari (we used to call her DP) dan Dian Ika Sari. Kelas 1 ini sangat berkesan, karena saat kelas 1 benar-benar masih cupu2nya. Kami semua tipe orang yang sederhana dan tidak neko-neko. Ada lagi yang duduknya berdekatan dengan saya yaitu evie tisa dan farida. Well, we are all being best friend. After long time lose contact, we meet on fb.

Kelas 2 sama menyenangkannya dengan kelas 1. Hanya saja kelas 2 ini terjadi 2x pergantian teman sekolah (kelas diacak 2x). Saya masuk kelas 2E (katanya salah satu kelas unggulan). Pada kelas 2 ini pengaturan kelasnya, separuh angkatan masuk pagi dan sisanya masuk siang, kemudian sebaliknya, biar adil (karena jumlah kelas tidak mencukupi jika semua harus masuk di waktu yang sama). Kelas saya masuk siang terlebih dahulu, kemudian pagi. Ketika masuk siang, teman sebangku saya adalah Andrawina. Andrawina ini merupakan ‘dunia baru’ bagi saya. Sejak kelas 1, wina sudah masuk kelas unggulan (sistem pembagian kelas pada kelas 1 dikelompokkan berdasarkan nilai danem). Dia ternyata juga suka lagu-lagu barat. Dan yang pasti wina pinter sekali. Ketika duduk sebangku dengan dia, nilai raport saya mencapai puncaknya (padahal tidak pernah saling mencontek, wina bukan tipe seperti itu). Ketika itu nilai saya termasuk 10 besar seangkatan, dan tentu saja wina dengan peringkat yang lebih tinggi.2 orang yang duduk di depan saya yang agak ‘aneh’ (perpaduan yang unik) hehehe, yaitu Ghofar dan Abdul. Kata teman-teman, Ghofar ini anak nakal, jadinya awalnya saya agak menjaga jarak. Ternyata dia anak yang menyenangkan, dia anak yg humoris dan lumayan pintar sebenarnya (saya jadi ingat pernah mengelabang rambutnya wkwkwk). Agak berbeda dengan Ghofar, Abdul anak yang pendiam, tapi entah kenapa mereka begitu cocok🙂 .

Ketika kelas 2 giliran masuk siang, saya duduk sebangku dengan Mutia (nama lengkapnya siapa ya? Hehehe). Mutia adalah penggemar Titanic (dia sampai nonton bioskopnya 3x LOL). Duduk didepan saya, zulcham’pret’ dan ndemo (saya lupa siapa ya nama aslinya wkwkwk). Zulcham ini setiap hari ‘perang’ dengan saya. Kemudian di seberang saya duduk seorang cowok bernama dwi (cowok dengan mata yang selalu blink-blink), saya lupa siapa yang duduk di sebelahnya. Tapi kok saya lupa dengan yang duduk dibelakang saya (hmmm??). Kelas 2 pagi ini benar-benar kelas yang menghibur, karena setiap hari isinya cerita tentang film presented by Mutia (she always told us about movie that she just seen with very detail), banyak pertengkaran dengan zulcham, dan kekonyolan yang dibuat ndemo dan dwi. Oya kalau tidak salah, waktu kelas 2 ini saya suka dengan teman sekelas saya yang cool bernama Muhi (sekarang udah merid ternyata, hohoho). Kelas 2, everything is interesting here.

Ketika tiba waktunya kelas 3, kelas kami diacak lagi. Saya duduk sebangku dengan atik kurniasari (saya menjulukinya atik ‘krupuk’sari, karena setahu saya ‘kurnia’ adalah nama merek krupuk).  Hal yang menarik dari atik adalah, dia suka gonta-ganti bolpoin (wkwkwk, saya jadi suka beli ke dia). Kemudian duduk di depan saya adalah Manda dan Novel, yang jarang sekali membawa buku paket (hooooo). Dibelakang saya duduk Irwan dan Febryan Siska Surya (namanya seperti cewek, jadi saya ingat, hehehe). 4 orang cowok yang duduk disekitar saya ini merupakan orang yang pintar (luar biasa). Tampak luar terlihat tidak pernah serius, tetapi mereka asli pintar. Hal yang selalu membuat saya frustasi adalah saya tidak pernah menang main othelo lawan irwan. Tiba saat kelulusan, saya, Manda, Novel dan Irwan masuk SMA 5, sedangkan Surya dan Atik masuk SMA 6.
 

Itulah beberapa teman sebangku saya. Masing-masing dari mereka memberikan kesan tersendiri bagi saya. Well, biar susah atau senang, yang selalu menemani adalah teman sebangku dan teman-teman disekitar tempat duduk. Tidak begitu kenal dan akrab dengan teman yang lain kecuali jika ada kerja sekelompok, karena saya sendiri tipe orang yang kuper. Tapi overall, saat-saat SMP merupakan saat-saat yang sangat menyenangkan.

Sent from my BeBe Caca, powered by Indosat’s Strong Signal


5 thoughts on “Teman sebangku dan sekitarnya, semasa SMP

  1. Ehemmmm….ehemmm… namaku disebut2 rekkkk, jadi geer nih.

    Ndemo = Andy Utomo
    Dwi dah nikah ama temen SMAnya (yang juga satu SMA ama aku)
    Atik keknya ga masuk SMA 6 dehhhh

    1. Wkwkwk… Jenengmu tak sebutno sing bagian apik-apik win…

      Aq penasaran ghofar saiki kemana y?

      Hoooo iyo ndemo, andy utomo wkwkwk. Hoalah atik gak di SMA 6 ya…. Hmmm aq kehilangan kontak sama anak itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s