beautiful stranger


My life is brilliant.

My life is brilliant.
My love is pure.
I saw an angel.
Of that I’m sure.
She smiled at me on the subway.
She was with another man.
But I won’t lose no sleep on that,
‘Cause I’ve got a plan.

You’re beautiful. You’re beautiful.
You’re beautiful, it’s true.
I saw your face in a crowded place,
And I don’t know what to do,
‘Cause I’ll never be with you.

Yeah, she caught my eye,
As we walked on by.
She could see from my face that I was,
Flying high,
And I don’t think that I’ll see her again,
But we shared a moment that will last till the end.

You’re beautiful. You’re beautiful.
You’re beautiful, it’s true.
I saw your face in a crowded place,
And I don’t know what to do,
‘Cause I’ll never be with you.
You’re beautiful. You’re beautiful.
You’re beautiful, it’s true.
There must be an angel with a smile on her face,
When she thought up that I should be with you.
But it’s time to face the truth,
I will never be with you.

–0O0– 

Lagu ini mengingatkan saya akan sebuah kisah lucu persis seperti yang diceritakan dalam lagu tersebut.

 

Kejadiannya sudah beberapa tahun yang lalu, tetapi saya lupa tepatnya kapan. Kejadian sebenarnya sangatlah singkat, hanya saja saya merasakan kejadian tersebut begitu lama, kira-kira beberapa puluh menit, padahal hanya terjadi beberapa detik.

 

Ketika itu saya pulang kerja sekitar pukul setengah 5 atau pukul 5 sore. Rumah saya terletak di sebuah kampung yang aksesnya melewati rel kereta api. Rumah saya memang dekat dengan stasiun kereta api. Sehingga ketika hendak pergi atau pulang kerja, saya selalu melewati rel kereta api tersebut. Sore itu ketika mendekati rel kereta api, terjadi antrian panjang sepeda motor, sepeda bahkan becak, itu tandanya jalan sedang ditutup karena ada kereta lewat. Lumayan juga menunggu agak lama sampai jalan kembali dibuka. Budaya masyarakat di kampung saya kurang mengerti akan antri dan disiplin, sehingga para pengendara yang baru saja datang tidak mau mengantri dibelakang kendaraan yang sudah lebih dulu datang tetapi mereka menggunakan ruas jalan yang seharusnya digunakan untuk arah sebaliknya. Hal ini yang menyebabkan macet yang luar biasa ketika jalan kembali dibuka, karena kendaraan dari arah berlawanan tidak bisa lewat, otomatis kendaraan dari arah saya tidak bisa jalan juga . Kejadian yang merupakan sebab akibat, tetapi entah kenapa sampai sekarang hal bodoh itu tetap saja terjadi T_T.

 

Setelah bosan menunggu dengan sedikit melamun memikirkan hal-hal yang terjadi, Alhamdulillah jalan kembali dibuka. Mulailah ‘peperangan baratayudha’, dua sisi jalan saling berebut untuk jalan duluan. Tentu saja saya yang termasuk sabar menunggu daripada menggunakan sisi jalan yang seharusnya digunakan untuk arah berlawanan, yang saya menyadari jika saya lakukan akan mengakibatkan macet. Tak sengaja saya melihat seorang lelaki mengendarai sepeda motor dari arah yang berlawanan. Berhubung pada saat itu agak macet, kendaraan hanya bisa jalan perlahan-lahan, tanpa sadar pandangan saya terpaku pada lelaki tersebut. Seseorang yang saya belum pernah lihat sebelumnya. Entah kenapa saya merasa harus melihat orang tersebut (hehehe perasaan yang aneh). Dan lucunya saya melihat orang tersebut sampai orang tersebut benar-benar berpapasan dengan saya. Dan ternyata, setelah alam sadar saya kembali, saya baru sadar kalau orang tersebut dari tadi juga melihat saya (wkwkwk, untung nggak kenal, maluuu kok bisa sih saya sampai tidak sadar kalau dilihat orang), dan lucunya orang tersebut jadi senyum-senyum.

 

Sayangnya saya benar-benar tidak pernah melihat orang itu sebelumnya, dan tidak ada petunjuk rumahnya dimana atau siapa orang tersebut. Dan persis seperti cerita dalam lagu tersebut. Lelaki itu juga sudah bersama wanita lain, yang diboncengnya, sepertinya istrinya. Kalaupun bukan siapa-siapanya, toh saya juga tidak kenal dengan lelaki tersebut.

 –0O0–

Yeah, he caught my eye,
As we walked on by.
He could see from my face that I was,
Flying high,
And I don’t think that I’ll see him again,
But we shared a moment that will last till the end

 

I saw your face in a crowded place,
And I don’t know what to do,
‘Cause I’ll never be with you.

But it’s time to face the truth,
I will never be with you

–0O0–

*sent from my LAN Office d(^_^)b


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s