Dampak Ge-eR


Dua Dampak Ge-eR

Saya menganalisa bahwa ada dua dampak GR, yaitu dampak positif dan dampak negatif. Saya yakin setiap orang minimal 1x pernah merasakan GR (hahaha sok tau). Sebentar… tampaknya ada yang harus kita samakan terlebih dahulu mengenai apa itu Ge-eR. Istilah GR (Gede Rasa) sering digunakan untuk hubungan seseorang kepada lawan jenisnya, misalnya si A merasa bahwa si B menyukainya, artinya si A ini sudah GR jika anggapannya tersebut tidak benar. Begitupun dalam hal yang lain misalnya seorang teman kita membeli kue di hari ulang tahun kita, kita berpikir bahwa kue itu akan diberikan kepada kita sebagai hadiah. Kalau kenyataannya kuenya tidak diberikan kepada kita, maka kita biasanya disebut ke-GR-an, dan biasanya akan diikuti dengan kata-kata “kasiiiiaaan deh!!”

 

Ternyata GR itu kan positif thinking JUGA. Jadi sebenarnya GR itu cabang ilmu dari positif thinking. Hanya saja biasanya GR itu merupakan sebuah perasaan yang agak berlebihan. Formula GR = positif thinking + PD yang agak berlebih.

 

Jika kita GR dengan yang kita sukai, biasanya akan berkorelasi positif dalam kehidupan kita. Misalnya dalam hubungan dengan lawan jenis, jika si A menyukai si B, dan si A beranggapan bahwa si B juga menyukainya, maka biasanya si A akan bersemangat untuk beraktivitas yang ada hubungannya dengan si B. Atau contoh yang lain misalnya kita menyangka akan diberi sesuatu yang kita sukai atau kita inginkan, pasti kita menunggu-nunggu dan senantiasa mendekati orang yang akan memberi.

Di sini sisi positifnya adalah lebih mendekatkan si A kepada si B, artinya mendekatkan seseorang dengan yang dicintainya atau dikasihinya.

Tetapi akan berbeda jika si A menganggap si B menyukainya, padahal si A tidak menyukai si B. Atau seseorang yang dijodoh-jodohkan dengan orang yang tidak disukainya. Responnya mungkin si A akan menjauhi si B. Padahal tentu saja semua anggapan dan perasaan GR itu mungkin juga tidak benar atau malah jauh dari fakta.

Disini sisi negatifnya adalah menjauhkan seseorang dari orang yang tidak seharusnya dijauhi.

 

Tetapi GR ternyata tidak tepat jika berhubungan dengan pelaksanaan ibadah kita. Kita tidak seharusnya GR bahwa ibadah kita pasti diterima Tuhan. Disini yang berlaku adalah khauf dan roja’ (silahkan dicari sendiri ya apa itu khauf dan roja’, hehe).

 

Ada harapan, ada juga kekecewaan. Orang yang hoby GR biasanya akrab dengan yang namanya kekecewaan. Memang tidak ada salahnya berharap dan berpositif thinking. Tetapi yang harus selalu diingat bahwa yang menentukan semua terjadi atau tidak adalah Tuhan.

 

Kalau dipikir-pikir, lebih enak berpositif thinking daripada GR. Ah sudahlah, tidak usah terlalu serius dipikirkan, maklum ini tulisan sewaktu nunggu program running. Jadi maklum saja kalau agak GeJe.

 

sent from my LAN office


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s