trip to bangkok – day 4


Tibalah hari yang ditunggu-tunggu, yaitu hari belanja yang pertama. Kami memang mengkhususkan 2 hari untuk berbelanja, yaitu di hari sabtu dan minggu. Hari sabtu ini kami berencana mengunjungi plaza-plaza, yaitu MBK, siam paragon, dan siam square. Tetapi sebelum ke plaza, kami menyempatkan untuk ke jim thompson’s house. Untuk malam harinya kami sudah memesan tiket menonton pertunjukan drama tari ( kalau di jatim terkenal dengan sendratari ).

jim thompson's house

 Pemberhentian yang pertama adalah Rumah Jim Thompson. Ternyata letaknya tidak jauh dari tempat penginapan kami. Untuk ke jim thompson’s house ini kami naik taxi karena kami tidak tahu harus naik apa untuk kesana, sekaligus agar tidak memakan banyak waktu dengan bertanya sana-sini. Tempatnya masuk ke sebuah gang kecil. Rumah jim Thompson ini merupakan rumah seorang expatriat yang menetap di Bangkokd an memiliki bisnis sutraThailand. Rumah jim Thompson ini merupakan rumah panggung khas Thailand jaman dulu, dengan salah satu sisinya berbatasan dengan sungai yang digunakan sebagai sarana transportasi masyarakat Bangkok hingga saat ini. Rumah ini sangat terawat dan dijadikan museum dibawah pengelolaan yayasan dibawah kepengurusan saudara / keturunan jim Thompson. Disini terdapat tur gratis untuk para turis kapanpun kita datang kesana. Pemandu kami menceritakan kisah jim Thompson beserta semua isi rumah tersebut dengan lancar dan menyenangkan. Diakhir ceritanya, jim Thompson menghilang ketika melakukan perjalanan ke Malasya.

Setelah dari jim Thompson kami bertemu dengan seorang muslim yang ramah dan pandai berbahasa inggris, beliau menginformasikan bahwa di GEM (saya lupa singkatannya, disana dijual emas, perak dan permata, tetapi ada juga souvenir murah) yang letaknya di gang sebelah sedang ada diskon karena minggu ini bertepatan dengan peringatan ulang tahun raja yang ke-84. Segera kami mengecek kesanadan ternyata benar. Setelah mendapat sedikit barang-barang di GEM kami segera menyeberang untuk berjalan ke mall MBK.

Di MBK kami menemukan banyak sekali barang yang terbuat dari kulit, kaos jersey, kaos oleh-oleh, dll dengan harga yang terjangkau, bahkan tak jarang kami mendapatkan diskon. Mungkin kalau diSurabaya, mirip dengan JMP hanya saja produknya dari yang bermerek bergengsi sampai yang tidak bermerek. Dan kalau di Singapore mungkin mirip dengan suntec city.

pameran anggrek di siam paragon

 Dari MBK, perjalanan kami lanjutkan kesiamparagon dengan naik sky train turun di stasiun siam. Sekalian di siam paragon kami mencari musholla (kalau ada). Awalnya kami pesimistis di mall yang selevel dengan plaza indonesia ini memiliki musholla apalagi penduduk muslimnya hanya minoritas. Ternyata benar-benar diluar dugaan, di lantai basement mall ini terdapat musholla yang sangat bersih dan lapang, tempat laki-laki dan perempuan terpisah masing-masing terbagi dalam ruang yang lapang, berkarpet bersih, bermukena bagus dan bersih ( tidak bau ), suatu hal yang tidak mungkin saya dapatkan di kota saya yang mayoritas muslim ( saya tidak tahu bagaimana di kota lain ). Musholla ini masih menyatu dengan bangunan mall, dan letaknya tidak tersembunyi, tetapi sangat mudah diakses. Di musholla ini kami bisa sedikit beristirahat, makan, serta menata barang belanjaan kami dalam tas-tas.

musholla siam paragon

Setelah mengagumi mall dan mushollanya, kami menuju ke siam square. Siam square ini bukan sebuah mall melainkan sebuah kompleks pertokoan kecil-kecil dalam gang-gang kecil. Walaupun begitu, setiap toko di desain layaknya butik yang bagus dan ber-AC. Disini saya membeli 2 rok panjang yang lebar, salah satunya berbahan kimono, dengan harga yang sangat murah ( inginnya membeli 3 rok, tetapi apa daya uang tak cukup, hiks ). Setelah dari sini kami menuju ke pertunjukan siam niramit. Kami datang 2 jam sebelum acara dimulai, karena menurut informasi biro travel di erawan, di siam niramit suasananya bagus untuk berfoto. Dari stasiun sky train terdekat dari siam niramit ada shuttle gratis untuk menuju ke lokasi. Kemudian pada waktu pulangnya kami diantar kembali ke stasiun sky train tersebut ( saya lupa namanya ).

Berakhirlah hari ini seiring dengan berakhirnya tidur saya dalam gedung pertunjukan tari siam niramit. Benar-benar acara yang menghibur tetapi entah kenapa saya sempat tertidur agak lama.

Keuangan hari 4 :

 Taxi ke jim thompson’s house 67 THB

Tiket masuk jim thompson’s house 100 THB

Sky train 2x 30 THB

Subway 2x 50 THB

 
And that was the last night we slept in bangkok


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s