trip to bangkok – day 3


chao phraya river

Hari ketiga kami jadwalkan ke grand palace dan wat pho dengan menyusuri sungai chao pharaya mulai pagi sampai sore, sedangkan malam hari diisi dengan acara fleksibel.

Perjalanan pagi sampai sore hari ini benar-benar kami tempuh dengan transportasi air. Sebenarnya sistem transportasi air dengan kapal di sungai ini mirip transportasi bus. Tiap-tiap dermaga dan kapal memiliki trayek masing-masing. Cara penumpang naik ke perahu adalah dengan menuju ke dermaga kecil apung (jembatan pontoon ya namanya?) yang nantinya akan dirapatkan dengan kapal yang datang. Kemudian pembayaran bisa dilakukan diatas kapal atau dilakukan pada loket disana. Ternyata banyak juga penduduk Bangkok yang memanfaatkan sarana transportasi sungai ini, mulai dari pelajar, karyawan, dan turis.

Perjalanan kami menyusuri sungai ini lebih sering tersasar daripada perjalanan lewat darat karena kendala klasik yaitu bahasa, ditambah rute kapal yang membingungkan, fiuhhh…

Hari ketiga ini kami putuskan untuk berangkat sepagi mungkin. Awalnya kami bingung dimana letak dermaga terdekat, sebab menurut peta, di seberang jalan tempat kami menginap sudah sungai chao phraya. Kemudian dengan bantuan seorang cewek bule, kami berhasil menemukan dermaga terdekat yaitu di seberang gang penginapan kami (soi chana songkram) menuju ke jalan phra athit. Jalan menuju ke dermaga adalah seperti jalan kecil dan petunjuknya tidak jelas, sehingga orang yang baru pertama ke sana mungkin akan kesulitan menemukan jalan ini. Sesampai di dermaga apung, ngeri juga melihat dermaga yang terkesan tidak berdaya diombang-ambingkan ombak sungai yang deras, ditambah lagi cuaca yang menjelang hujan. Akhirnya saya beranikan diri untuk naik kapal (tentu saja dengan sholawat sebanyak-banyaknya). Tujuan pertama kami adalah ke wat pho dimana terdapat reclining budha (patung budha tidur yang terbuat dari emas).

reclining budha

Sampai di wat pho, kami perlu membayar tiket masuk sebesar 50 THB. Disini kami hanya berfoto saja. Setelah puas foto-foto dan melihat kuil di wat pho, kami berjalan ke grand palace. Lumayan juga jarak dari wat pho ke pintu masuk grand palace, padahal tembok komplek grand palace ini persis disebelah wat pho, hanya saja kami perlu berjalan memutar untuk sampai di pintu masuknya. Di grand palace banyak objek wisata bagus yang bisa dilihat, yaitu komplek kuil keluarga kerajaan (wat phra kaeo), grand palace (tempat tinggal keluarga raja), tempat penobatan, dan museum.

Untuk masuk ke komplek grand palace, kami perlu membayar tiket sebesar 350 THB. Tiket ini worthed jika dibandingkan dengan keindahan yang bisa kami lihat di dalam. Seperti biasa, kami juga tidak melewatkan saat-saat berpose di depan bangunan-bangunan disana. Di wat phra kaeo, terdapat tur gratis mulai pukul 10.00. Setelah dari komplek grand palace ini, kami menuju ke national museum. Karena letaknya di seberang grand palace, jadi kami hanya perlu jalan menyeberang saja. Dari national museum, kami kembali ke dermaga untuk menyeberang ke wat arun. Di wat arun terdapat persewaan baju tradisional untuk dipakai berpose di depan kuil. Karena waktu sudah mendekati magrib dan kami tidak menemukan tempat sholat, maka kami memutuskan untuk kembali ke penginapan dengan menggunakan kapal. Beberapa kali tersasar, akhirnya kami menemukan jalur yang benar. Alhamdulillah.

Setelah sampai penginapan, kami segera sholat. Setelah sholat kami segera menuju ke informasi tour & travel yang terdapat di erawan house. Maksudnya kami ingin membeli tiket untuk ke pertunjukan siam niramit jam 8 malam. Tetapi sayang, kami tidak bisa membeli tiket 2 jam sebelum pertunjukan dimulai, karena terlalu mepet. Akhirnya kami memesan tiket untuk besok malam. Langsung saja kami putuskan malam itu kami habiskan untuk menonton bioskop. Sudah lama memendam hasrat untuk menonton pirate of carribean.

watch pirate of carribean at major cineplex

Tempat menonton bioskop yang terdekat dari penginapan adalah ke major cineplex. Setelah membeli tiket dan masuk ke bioskop, kami terkejut karena sebelum penayangan, ada pemutaran video dokumenter raja. Seluruh yang ada diruangan tersebut serta merta berdiri untuk menghormati raja mereka. Tambah terkejut lagi karena terdapat cuplikan film semi BF, tetapi film-film ini memang masuk secara resmi dan memang bergenre ’semi’ bukan seperti di indonesia yang di selip-selipkan di film-film bergenre horor.

 Hari ini berakhir menyenangkan dengan menonton film favorit kami yang tidak diputar di indonesia. Inginnya menonton juga kungfu panda 2, tetapi apa daya waktu tak mengijinkan.

Keuangan hari ke 3 :

Kapal ke wat pho 14 THB

Kapal menyebrang  3 THB

Kapal express turis 25 THB

Kapal ke wat arun 14 THB

Kapal menyebrang 2x 6 THB

Kapal dari wat arun ke penginapan 14 THB

Tiket masuk wat pho 50 THB

Tiket masuk grand palace 350 THB

Tiket masuk wat arun 50 THB

Biasa sewa baju tradisional 100 THB

Taxi ke major Cineplex 95 THB

Tiket bioskop 3D 260 THB

Taxi ke penginapan 50 THB

The third night is over, still 1 more night to go…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s