stop memaksakan kehendak


Tentunya kita tidak hidup sendirian di bumi ini. Kita pastinya hidup dalam sebuah komunitas bersama orang lain, kumpulan orang-orang yang beraneka ragam. Karena keanekaragaman itulah ada kalanya kita merasa sangat cocok dan ada kalanya kita merasa sangat tidak cocok dengan seseorang atau juga merasa biasa saja. Semakin banyak jam terbang kita bergaul, maka akan semakin kaya ‘kamus’ tata cara pergaulan kita, setidaknya secara teori seharusnya demikian.

 Menjadi teman dekat seseorang tidaklah mudah, apalagi jika sudah mengetahui sisi luar dan dalamnya. Dimana yang paling susah adalah ketika suatu saat terjadi perbedaan visi dan tidak adanya suatu diskusi untuk menemukan win win solution. Ketika satu pihak memaksakan kehendaknya kepada pihak yang lain, disitulah mulai timbul sebuah hubungan yang tidak sehat. 

 Kita tidak bisa mengharapkan orang lain berlaku seperti yang kita inginkan, apalagi memaksakan agar mereka berlaku seperti keinginan kita, menurut saya itu tidak etis. Walaupun seseorang itu lebih muda atau kita merasa lebih pintar dari orang tersebut, dalam hubungan pertemanan orang dewasa sudah sewajarnya berlaku saling menghormati.

 Ketika muncul sebuah ‘gesekan’, maka alternatif yang terbaik adalah mendiskusikan sebuah win win solution. Termasuk tidak tepat juga jika memaksa menerapkan standar kita agar diaplikasikan orang lain. Tidak masalah jika orang yang bersangkutan dengan senang hati mengadopsinya. Tetapi jika orang yang merasa terpaksa, akan terjadi situasi yang tidak menyenangkan. Misalnya saja seorang karyawan perusahaan memiliki beberapa anak buah. Karyawan tersebut haruslah memahami kemampuan anak buahnya sebelum membuat KPI untuk mereka capai. Jika kemampuannya masih rendah, seharusnya si bos membuat program untuk mengasah kemampuan para anak buah, sehingga pada periode berikutnya KPI bisa dinaikkan. Jika tidak memahami anak buah, alih-alih memenuhi target, yang terjadi bisa-bisa mereka semakin membandel. Contoh yang lain ketika melakukan perjalanan dengan teman. Tentunya kemampuan teman kita berbeda dengan kita. Bisa jadi kita mampu berjalan seharian tanpa istirahat makan, tetapi belum tentu teman kita mampu. Disini perlu adanya saling pengertian terhadap yang lain. Jangan sampai teman kita malah jatuh sakit gara-gara menuruti kemauan kita. Dan harus bisa membedakan posisi teman dan anak buah. Jangan sampai tertukar ^_^.

 Setiap kita pastilah punya standar, pandangan atau prinsip dalam pencapaian atau melakukan sesuatu. Menerapkan standar kita kepada orang lain tidak bisa secara langsung. Minimal ada tahapan atau pembicaraan. Memaksakan kehendak hanya akan berujung pada hilangnya sebuah pertemanan atau hubungan baik yang telah terbentuk. Minimal teman akan menjauh, dan sampai reaksi yang paling ekstrim dengan perkataan atau perbuatan. Belum tentu jika seseorang meng-iya-kan apa saja yang kita katakan, maka ia setuju. Bisa jadi dia tidak peduli dengan semua yang kita katakan atau lakukan, entah yang kita lakukan itu benar atau salah, karena kita susah untuk diberi masukan (karena kita adalah tipe pemaksa kehendak). Bisa jadi juga seseorang cepat-cepat menuruti apa yang kita inginkan karena mereka tidak suka, bukan karena mereka menyukai kita. Cepat-cepat menuruti agar segera selesai urusan mereka dengan kita, karena mereka tidak betah dengan kita. Naudzubillah.

 Mencari teman yang baik itu susah, dan jika sudah mendapatkannya jangan sampai ia menjauh karena sikap kita. Karena sudah merasakan bagaimana tidaknya selalu mengalah, maka akan berusaha sekuat tenaga untuk tidak ’menindas’ orang lain. Be wise. Lihat segalanya lebih dekat, dan kau akan mengerti.


2 thoughts on “stop memaksakan kehendak

  1. jazakillahu khoiron ukhti buat tulisannya ini, sangat bermanfaat, sekarang saya belajar utk tidak memaksakan kehendak, karena dipaksa itu rasanya sangat tidak menyenangkan…

    1. waiyyaki, alhamdulillah jika bermanfaat
      memang tidak enak jika ada yang selalu memaksakan kehendak kepada kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s